Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EDUKASI KESETARAAN GENDER DI SMK 1 MINAS KABUPATEN SIAK DALAM MEMBANGUN LINGKUNGAN YANG AMAN DAN KONDUSIF Ridho Ramadhan Arfi; Dian Rianita; Khuriyatul Husna; Alexsander Yandra
Azam Insan Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurmas Azam Insan Cendikia
Publisher : Yayasan Azam Insan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62833/pkm.v5i1.262

Abstract

Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan kesetaraan gender di SMK 1 Minas, Kabupaten Siak. Program pendidikan ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan pembelajaran interaktif, diskusi kelompok, dan materi komunikasi yang relevan dengan konteks remaja dan pendidik. Kegiatan-kegiatan ini menekankan pentingnya peran setiap orang dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bebas dari diskriminasi, dan kondusif bagi proses belajar-mengajar. Peserta program terdiri dari siswa, guru, dan staf sekolah, dengan fokus pada peningkatan kemampuan mengenali isu-isu diskriminasi berbasis gender, pengembangan sikap empati, serta penerapan perilaku responsif dalam interaksi sehari-hari. Metode evaluasi meliputi observasi partisipatif, kuesioner umpan balik, dan studi kasus yang dianalisis secara kolektif. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan literasi gender, perubahan sikap menuju perlakuan yang adil, serta pembentukan budaya sekolah yang menghormati privasi, keamanan, dan martabat semua individu. Manfaat program ini meliputi peningkatan kesiapan dalam menangani kekerasan berbasis gender, peningkatan rasa percaya diri di kalangan siswa perempuan dan laki-laki dalam berpartisipasi, serta peningkatan kualitas hubungan yang lebih harmonis di kalangan komunitas sekolah. Secara keseluruhan, inisiatif ini relevan untuk memperkuat integritas lembaga pendidikan dan berkontribusi pada upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi semua.
The Effectiveness of the Siapang Pintu Gerbang Cooperative in Boosting the Economy of the Lubuk Terap Village Community in Bandar Petalangan Subdistrict, Pelalawan Regency Darul Qoorol; Ahmad Habibi Pratama; Elly Nielwaty; Ridho Ramadhan arfi
Anthroposia: Journal of Social and Human Development Vol. 1 No. 1 (2026): March: Anthroposia: Journal of Social and Human Development
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/9mvr5180

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Siapang Pintu Gerbang Cooperative in improving the economy of the Lubuk Terap Village community in Bandar Petalangan Subdistrict, Pelalawan Regency. The study employed an empirical qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation involving the cooperative chairperson, board members, cooperative members, village officials, and community members. The data were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the cooperative has generally operated effectively by improving members' access to productive capital, supporting the development of microenterprises, strengthening member participation in organizational activities, and gradually enhancing household welfare. The cooperative has also demonstrated organizational adaptability through service improvements and flexible financing policies that respond to members' socioeconomic conditions. However, several challenges remain, including uneven member participation, limited managerial capacity, restricted financial resources, and insufficient business innovation. Strengthening organizational governance, expanding productive programs, improving managerial competencies, and encouraging broader member participation are essential to enhance the cooperative's long-term contribution to sustainable rural economic development and community welfare.
MEMBANGUN PEKA (PRODUKTIF, EDUKATIF, KORPORATIF DAN ADAPTIF) MELALUI KEGIATAN KEMAH BHAKTI SOSIAL MASYARAKAT (KKBSM) PADA SEKOLAH DASAR DESA PULAU BIRANDANG, KAMPAR Ridho Ramadhan Arfi; Alexsander Yandra; Nurul Azzurah
Azam Insan Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurmas Azam Insan Cendikia
Publisher : Yayasan Azam Insan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62833/pkm.v5i1.271

Abstract

Program Kemah Bhakti Sosial Masyarakat (KKBSM) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswa Sekolah Dasar di Desa Pulau Birandang, Kabupaten Kampar, dengan fokus pada penguatan jiwa PEKA yang mencakup nilai produktif, edukatif, korporatif, dan adaptif. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran, keterampilan sosial, kemampuan bekerja sama, serta daya adaptasi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, permainan edukatif, diskusi kelompok, kegiatan sosial, dan praktik lapangan yang dirancang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Kegiatan melibatkan tim pengabdian, guru, serta masyarakat setempat sebagai mitra dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Evaluasi dilakukan melalui observasi selama kegiatan berlangsung serta umpan balik dari peserta dan pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya sikap produktif dalam belajar, perilaku edukatif dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan bekerja sama secara korporatif, serta kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan sosial yang beragam. Selain itu, kegiatan KKBSM mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan di kalangan siswa. Program ini juga mendapat respons positif dari pihak sekolah dan masyarakat karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Dengan demikian, Program Kemah Bhakti Sosial Masyarakat (KKBSM) terbukti menjadi sarana yang efektif dalam penguatan karakter PEKA pada siswa sekolah dasar.
Dampak Media Sosial Terhadap Partisipasi Politik Di Kalangan Remaja Ridho Ramadhan Arfi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Sakaai : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : AAI Pengda Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66919/sakaai.v1i1.11

Abstract

Media sosial telah menjadi sarana yang penting bagi remaja untuk berpartisipasi dalam politik. Namun, penggunaan media sosial juga memiliki dampak yang signifikan terhadap partisipasi politik remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak media sosial terhadap partisipasi politik di kalangan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak positif dan negatif terhadap partisipasi politik remaja. Dampak positif termasuk meningkatkan akses informasi politik, memfasilitasi diskusi politik, dan memperkuat identitas politik. Sedangkan dampak negatif termasuk meningkatkan polarisasi politik, menurunkan kualitas diskusi politik, dan meningkatkan kecenderungan untuk menghindari opini yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis studi literatur untuk mengidentifikasi dampak media sosial terhadap partisipasi politik di kalangan remaja. Studi literatur dilakukan dengan mencari dan mengumpulkan artikel, jurnal, buku, dan sumber-sumber lainnya yang terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak positif dan negatif terhadap partisipasi politik remaja. Teori yang digunakan Robert Rosenthal Rosenthal berkontribusi signifikan dalam pengembangan teknik meta-analisis dan metode kuantitatif lainnya. Dia juga dikenal karena karyanya tentang "Rosenthal effect" atau "Pygmalion effect." Dampak positif termasuk meningkatkan akses informasi politik, memfasilitasi diskusi politik, dan memperkuat identitas politik. Sedangkan dampak negatif termasuk meningkatkan polarisasi politik, menurunkan kualitas diskusi politik, dan meningkatkan kecenderungan untuk menghindari opini yang berbeda. Kesimpulannya, media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap partisipasi politik remaja. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memahami dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial dalam partisipasi politik. Selain itu, perlu juga upaya untuk meningkatkan literasi politik dan media sosial di kalangan remaja untuk memperkuat partisipasi politik yang sehat dan konstruktif.
Implementasi UU ITE dalam Meningkatkan Literasi Digital Etika Bermedia Sosial Oleh Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru Ridho Ramadhan Arfi; Elly Nielwaty
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 02 (2024): Jurnal Sakaai : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : AAI Pengda Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66919/sakaai.v1i02.32

Abstract

Implementasi UU ITE adalah penerapan dan penegakan aturan dalam UU tersebut untuk memastikan masyarakat memahami hukum digital. Sementara, literasi digital adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengevaluasi informasi digital secara efektif, termasuk komunikasi yang aman dan etis. Etika bermedia sosial mencakup prinsip perilaku yang baik di media sosial, seperti kejujuran dan penghargaan terhadap privasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam meningkatkan literasi digital dan etika bermedia sosial di Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfo) Kota Pekanbaru. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan studi literatur, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, serta artikel ilmiah yang relevan. Penelitian ini mengadopsi teori literasi digital dari Gilster dan teori etika komunikasi yang diusulkan oleh Steven Johnson sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh indikator kunci yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan implementasi UU ITE, yaitu: 1) Pengetahuan tentang UU ITE, 2) Jumlah kegiatan sosialisasi, 3) Perubahan perilaku pengguna, 4) Kualitas konten media sosial, 5) Umpan balik masyarakat, 6) Kolaborasi dengan stakeholder, dan 7) Evaluasi program. Temuan menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam literasi digital dan etika bermedia sosial, masih ada tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi Dinas Kominfo Pekanbaru untuk merancang program yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran hukum dan etika di kalangan masyarakat pengguna media sosial.
Peran Aplikasi SP4N Lapor dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas di Kota Pekanbaru Ridho Ramadhan Arfi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 02 (2025): Jurnal Sakaai : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : AAI Pengda Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66919/sakaai.v2i02.51

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menganalisis peran Aplikasi SP4N Lapor dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di Pekanbaru. Mengacu pada teori akuntabilitas publik dan transparansi dari Anthony Giddens, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Aplikasi SP4N Lapor berfungsi sebagai media penghubung yang efektif antara masyarakat dan pemerintah. Indikator-indikator dari buah pemikiran Anthony Giddens adalah 1.) Interaksi Sosial, yang ke 2.) Keterhubungan, yang ke 3.) Kemanusiaan dan Agensi, yang ke 4.) Refleksivitas, yang ke 5.) Trust (Kepercayaan), yang ke 6.) Norma dan Nilai Sosial. Indikator-indikator ini tidak secara eksplisit disebutkan oleh Giddens, tetapi dapat diinterpretasikan dari teori-teori yang dia bangun. Untuk menganalisis Aplikasi Aplikasi SP4N Lapor dalam konteks transparansi dan akuntabilitas, Anda bisa memanfaatkan kerangka pikir ini untuk menggali lebih dalam mengenai faktor yang mempengaruhi keduanya. Aplikasi SP4N Lapor diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik dan berharap pemerintah menjadi lebih responsif terhadap laporan masyarakat. Melalui analisis terhadap berbagai literatur, penelitian ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem pengaduan, termasuk infrastruktur teknologi, tingkat kesadaran masyarakat, serta kapasitas instansi pemerintah dalam menanggapi laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Aplikasi SP4N Lapor sangat tergantung pada komitmen pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat. Rekomendasi strategis diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi Aplikasi SP4N Lapor sebagai alat untuk mencapai transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik.