Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ProKlim: Institutional Data Inventory Assistance at Site Level Khuriyatul husna; Alexsander Yandra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i1.13371

Abstract

The Climate Village Program (ProKlim) is a national movement for community-based climate change control and aims to build a climate-resilient society. The determination of the area to be ProKlim is determined by the results of the assessment of the National Registry System for Climate Change Control (SRN PPI). The recorded areas make it easier for the Government to collect data regarding the addition of regions that are contributors in the Nationally Determined Contribution (NDC). Various benefits can be achieved by regions and communities that are included in the SRN and are nominated. But unfortunately many regions and communities do not know and understand what ProKlim is and its benefits are recorded in the PPI SRN. Therefore, education and assistance activities related to the data inventory needed in the SRN PPI are important to do. The method of implementing service activities is carried out in the form of education related to ProKlim and SRN PPI, Focus Group Discussions (FGD) and assistance in inventorying institutional data. The institutional aspect is the main concern of the service team because it has a weight of 40 percent of the assessment. So that institutional strengthening in terms of knowledge and assistance for managers of various ProKlim activities is very much needed. The success of climate change
Upgrading Teachers’ Professionalism through Class Observation-based-Publication Training Dian Rianita; Alexsander Yandra; Khuriyatul Husna; Adia Ferizko
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i2.13872

Abstract

It is well-known that a teacher's primary responsibility is as an educator and facilitator for his pupils. However, in order to become more professional, teachers also need to improve their academic qualifications and skills to keep up with changes in science and technology. In particular, they need to publish scientific articles that share the knowledge they use in the classroom. Therefore, the purpose of this community service project is to help the teachers at SMA Negeri 1 Tualang with their publication endeavors, including the crafting of articles based on the best practice of their class observations and the implementation of the open journal system (OJS) for their submission. The activity is conducted conceptually and practically to make a significant contribution by making it easier for participating teachers to carry out the process of creating best practice articles and submitting them autonomously.
Demokrasi di Tengah Pandemi COVID-19: Apa yang Didahulukan? Keselamatan atau Kepentingan Alexsander Yandra; Adrian Faridhi; Khuriyatul Husna
Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 21 No 1 (2022)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/njip.v21i1.255

Abstract

Indonesia as one of the countries that adhere to a democratic system continues to carry out direct regional head elections even though national health is a threat. The face-to-face campaign stage in the regional head election is one of the negative highlights of the Covid-19 incident because it is feared that it will cause a new cluster of Covid-19 cases. Therefore, this study will find and explore the problem of violating health protocols at the campaign stage carried out by candidates for regional heads. This study uses an approach with content analysis and phenomenology as methods. Data collection begins with the problem of violating health protocols at the campaign stage through news in 14 selected media. The results of the mapping in the form of trends and various polemics of violations are elaborated on cases of violations that occurred in the regions. The results of the study showed that violations of the health protocol were very high during the campaign period to violations of alleged criminal acts. Political contestation that occurred at the campaign stage during the pandemic did not become an obstacle for regional head candidates who took part in the election. So, it can be seen that the elections that took place during the pandemic were not in favor of the people because the political interests of regional head candidates were more important than public health as actors of democracy itself. Putting aside people's health is a bad record in the implementation of democracy.
Increasing Digital Literacy in Facing the 2024 Election in Patin Village - Kampar Dian Rianita; Alexsander Yandra; Khuriyatul Husna
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i5.16711

Abstract

The advent of digital technology has had a tremendous influence on many aspects of people's lives, including politics. The election season is a crucial time for individuals to absorb news on social media, which can lead to discontent and conflict among constituents. To address this issue, a community service project consisting of participatory activities to enhance digital literacy in Kampung Patin is conducted. People will be more equipped to engage in critical thinking while reading and receiving news and recognize and avoid hoaxes and fake news as a result. This project aims to assist the community in becoming more critical and encourage active reduction of erroneous information that can potentially destroy national unity.
Kebijakan Antikorupsi dan Dinamika Perlawanannya: Suatu Banalitas di Indonesia Iwan Tanjung Sutarna; Dwi Ari Santo; Khuriyatul Husna
Journal Law and Government Vol 1, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jlag.v1i1.13511

Abstract

Artikel ini berjudul kebijakan antikorupsi dan dinamika perlawanannya: suatu banalitas di Indonesia. Berupaya menjelaskan dinamika kebijakan antikorupsi di Indonesia. Sejak era orde lama sampai orde reformasi. Berbagai inisiatif dan kebijakan antikorupsi telah dijalankan, sepanjang itu pula perlawanan dalam berbagai bentuk dijalankan mereduksi kebijakan. Untuk memahami berbagai realitas itu, digunakan pendekatan kajian pustaka, menggali berbagai sumber literatur yang relevan dan terfokus pada upaya menjawab pertanyaan kajian. Melalui kajian ini dapat disimpulkan. Pertama, Inisiasi dan kebijakan antikorupsi telah dijalankan dalam berbagai era pemerintahan. Dalam berbagai bentuk kelembagaan. Kedua, inisiasi atas kebijakan antikorupsi sebagai panduan mendorong tata kelola dalam semua era pemerintahan dirintangi oleh kelompok kepentingan, disharmoni kelembagaan dan memiliki sedikit dukungan politik yang mengakibatkan kerentanan terjadap kerja-kerja antikorupsi. 
EDUKASI KESETARAAN GENDER DI SMK 1 MINAS KABUPATEN SIAK DALAM MEMBANGUN LINGKUNGAN YANG AMAN DAN KONDUSIF Ridho Ramadhan Arfi; Dian Rianita; Khuriyatul Husna; Alexsander Yandra
Azam Insan Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurmas Azam Insan Cendikia
Publisher : Yayasan Azam Insan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62833/pkm.v5i1.262

Abstract

Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan kesetaraan gender di SMK 1 Minas, Kabupaten Siak. Program pendidikan ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan pembelajaran interaktif, diskusi kelompok, dan materi komunikasi yang relevan dengan konteks remaja dan pendidik. Kegiatan-kegiatan ini menekankan pentingnya peran setiap orang dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bebas dari diskriminasi, dan kondusif bagi proses belajar-mengajar. Peserta program terdiri dari siswa, guru, dan staf sekolah, dengan fokus pada peningkatan kemampuan mengenali isu-isu diskriminasi berbasis gender, pengembangan sikap empati, serta penerapan perilaku responsif dalam interaksi sehari-hari. Metode evaluasi meliputi observasi partisipatif, kuesioner umpan balik, dan studi kasus yang dianalisis secara kolektif. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan literasi gender, perubahan sikap menuju perlakuan yang adil, serta pembentukan budaya sekolah yang menghormati privasi, keamanan, dan martabat semua individu. Manfaat program ini meliputi peningkatan kesiapan dalam menangani kekerasan berbasis gender, peningkatan rasa percaya diri di kalangan siswa perempuan dan laki-laki dalam berpartisipasi, serta peningkatan kualitas hubungan yang lebih harmonis di kalangan komunitas sekolah. Secara keseluruhan, inisiatif ini relevan untuk memperkuat integritas lembaga pendidikan dan berkontribusi pada upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi semua.
Analisis Kualitas Pelayanan Publik Berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Dalam Proses NUPTK Di Kantor Pendidikan Kecamatan Bengkalis Jefri; Khuriyatul Husna
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 7 No 1 (2026): JAPS April Sedang Berlangsung
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v7i1.454

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik dalam pengolahan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Pendidikan (NUPTK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (KSA), sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan merumuskan rekomendasi perbaikan pelayanan. Studi ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan NUPTK masih menghadapi kendala utama seperti proses verifikasi dokumen yang panjang, kurangnya transparansi informasi, ketergantungan pada operator sekolah, infrastruktur teknologi yang terbatas, alasan penolakan yang tidak jelas, saluran pengaduan yang tidak responsif, jumlah dan kompetensi sumber daya manusia yang terbatas, dan ketidakpastian mengenai biaya layanan. Kondisi-kondisi ini menciptakan kesenjangan antara harapan dan persepsi masyarakat. Kontribusi Studi ini memberikan kontribusi praktis bagi Dinas Pendidikan dalam mengevaluasi kualitas layanan NUPTK berdasarkan elemen IKM dan memperkaya literatur administrasi publik yang berkaitan dengan kualitas layanan administrasi pendidikan.
Representasi Eksploitasi Anak dalam Media Massa dan Kebijakan Perlindungan Anak di Indonesia: Analisis Wacana Kritis Ridho Mahesa; Dian Rianita; Khuriyatul Husna
Jurnal Niara Vol. 19 No. 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/6rx5xq30

Abstract

Eksploitasi anak merupakan persoalan sosial yang semakin kompleks di era digital, terutama melalui media sosial, platform daring, dan komersialisasi identitas anak dalam ruang publik digital. Fenomena ini hadir dalam bentuk eksploitasi ekonomi dan seksual, dan berkembang ke ranah digital melalui konten daring, perekrutan melalui media sosial, hingga komersialisasi anak dalam ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi eksploitasi anak dalam media massa daring serta konstruksi perlindungan anak dalam kebijakan publik di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Discourse Analysis (CDA) Norman Fairclough yang menekankan analisis pada dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data penelitian diperoleh melalui purposive sampling terhadap lima judul berita eksploitasi anak pada media daring Kompas.com untuk periode Juli - Desember 2025 dan dalam kaitannya dengan dokumen kebijakan berupa Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi wacana, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa cenderung merepresentasikan eksploitasi anak melalui narasi kriminalitas, moralitas, dan sensasionalisme digital. Anak dikonstruksikan sebagai korban pasif dan rentan, sedangkan pelaku direpresentasikan sebagai aktor kriminal individual tanpa menampilkan akar struktural seperti kemiskinan, patriarki, dan kapitalisme digital. Pada sisi kebijakan, negara direpresentasikan sebagai aktor dominan dalam perlindungan anak melalui pendekatan hukum dan kontrol sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian CDA dengan menghubungkan representasi media, relasi kuasa, dan implementasi kebijakan perlindungan anak dalam konteks ruang publik digital.