p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IPSIKOM
Adiyanto
Universitas Insan Pembangunan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Mustar Aman; Joni Iskandar; Ipang Sasono; Nuri Wiyono; Yunianto Agung Nugroho; Adiyanto; Suroso Nugroho
Insan Pembangunan Sistem Informasi dan Komputer Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ipsikom
Publisher : LPPM UNIVERSITAS INSAN PEMBANGUNAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/ipsikom.v13i1.414

Abstract

Pendidikan Sekolah Dasar merupakan suatu upaya untuk mencerdaskan dan mencentak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti, dan santun serta mampu menyelesaikan permasalahan dilingkungannya. Banyak orang tua yang memilih sekolah ini untuk pendidikan anak-anaknya karena keunggulan yang ditawarkan. Dalam pengambilan keputusan untuk sekolah yang baik dan tepat pasti bukanlah suatu hal yang mudah, hal tersebut karena banyaknya pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan untuk mendapat suatu pilihan sekolah yang tepat dan sesuai dengan keinginan orang tua dan anak, serta banyaknya pilihan Sekolah Dasar, sehingga membingunkan para orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pertimbangan dalam membantu masyarakat dalam pengambilan keputusan pemilihan Sekolah Dasar yang terbaik. Peneliti menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), karena merupakan metode yang memiliki struktur yang berhirarki serta memberikan kemudahan dalam menyederhanakan suatu permasalahan dari kriteria yang kompleks dengan berbagai pilihan alternatif yang ada, Hasil dari penelitian ini adalah berupa perangkat lunak yang mendukung konsep digital, sehingga dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dalam pemilihan Sekolah Dasar, sehingga menghasilkan hasil yang lebih konsisten serta yang dihasilkan adalah berdasarkan urutan ranking dari setiap alternatif yang ada. Perhitungan metode AHP ini terdapat empat kriteria yang menjadi tolak ukur dalam melakukan pemilihan sekolah yaitu, biaya, kualitas sekolah, capaian lulusan, serta bakat dan minat siswa.
KEAMANAN SIBER DALAM ERA INTERNET OF THINGS: TANTANGAN DAN SOLUSI TEKNOLOGI TERKINI Ferdi Kuswandi; Andi Rukmana; Adiyanto
Insan Pembangunan Sistem Informasi dan Komputer Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ipsikom
Publisher : LPPM UNIVERSITAS INSAN PEMBANGUNAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/ipsikom.v13i1.417

Abstract

The rapid expansion of the Internet of Things (IoT) has transformed industries but also heightened cybersecurity vulnerabilities. Cyber threats, including ransomware, data breaches, and distributed denial-of-service (DDoS) attacks, increasingly jeopardize critical infrastructure. Traditional security methods, such as encryption and firewalls, often fail to counter evolving AI-driven threats. This study introduces an AI-based security model that integrates deep learning and federated learning for real-time IoT threat detection and mitigation. The proposed system employs a hybrid CNN-LSTM architecture to analyze network traffic, while federated learning enhances detection accuracy and ensures data privacy. Experimental results demonstrate 92% detection accuracy, 4.2% false positive rate, and latency under 50 ms, outperforming conventional rule-based systems. Additionally, integrating AI with IoT protocols like MQTT and CoAP optimizes processing for low-power devices. The study highlights regulatory challenges, as 73% of industrial organizations lack AI-driven security policies. The proposed framework aligns with NIST SP 800-82 and GDPR, ensuring scalable and adaptive industrial cybersecurity solutions. These findings contribute to developing AI-driven security strategies, providing a foundation for enhancing IoT resilience against evolving cyber threats.