Evita Puspita Dewi
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Ciri-Ciri Pembelajaran Tematik Ideal Di Sekolah Dasar Analysis of the Characteristics of Ideal Thematic Learning in Elementary Schools Ratna Kholifatul; Evita Puspita Dewi; Ahmad Arum Jalaludin; Mutiara Fastawa Aqidah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1596

Abstract

Pembelajaran berbasis tema di sekolah dasar mempunyai beberapa keistimewaan yang membedakannya dengan metode pembelajaran lainnya. Usia sekolah / 6-12 tahun disebut usia sekolah, karena anak bersekolah di TKsebagai lembaga persiapan sekolah. Disebut masa dewasa belajar, karena anak sudah berusaha mencapai sesuatu, namun perkembangan kegiatan bermain hanya untuk kesenangan dalam mempraktikkan kegiatan itu sendiri.Inilah yang disebut masa matang sekolah, karena anak sudah menginginkan keterampilan baru yang dapat ditawarkan sekolah (Nasution Noehi, 1993: 44).  Menurut Banett dkk, ciri-ciri anak usia sekolah dasar adalah sebagai berikut. (1) Mereka secara alami memiliki keingintahuan dan minat yang kuat terhadap dunia di sekitar mereka. (2) Suka bermain dan lebih suka bersenang-senang. (3) Saya suka mengatur diri untuk menghadapi berbagai permasalahan, mempelajari situasi dan mencoba usaha baru. (4) biasanya bersemangat dan siap berprestasi karena tidak ingin mengalami ketidakpuasan dan menolak kegagalan. (5) Belajar secara efektif ketika Anda merasa nyaman dengan situasinya. (6) Belajar dengan melakukan, mengamati, menginisiasi dan mengajar anak lain (Mulyani Sumantri dan Nana Syaodih, 2000: 12).
MEMAHAMI DASAR-DASAR BILANGAN: JENIS, NILAI TEMPAT, DAN OPERASI HITUNG Imamatul mustafiah; Evita Puspita Dewi; Nita Dwi Rahayu April; Bayu Putra Winata; Azamul Fadhly Noor Muhammad
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 16 No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v16i2.7707

Abstract

Pemahaman konsep dasar bilangan merupakan fondasi penting dalam pembelajaran matematika, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Konsep ini mencakup jenis-jenis bilangan, nilai tempat, serta operasi hitung dasar yang menjadi prasyarat bagi penguasaan materi matematika lanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis dasar-dasar bilangan berdasarkan hasil penelitian dan pendapat para ahli. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku ajar, jurnal ilmiah, dan dokumen kurikulum yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman yang baik terhadap konsep bilangan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir logis, ketelitian, serta keberhasilan belajar matematika siswa. Oleh karena itu, pembelajaran dasar-dasar bilangan perlu dirancang secara sistematis, kontekstual, dan berkesinambungan.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN RADEC (READ, ANSWER, DISCUSS, EXPLAIN, CREATE) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI EKOSISTEM DAN JARING – JARING MAKANAN DI SD MUHAMMADIYAH BANYURADEN, SLEMAN Evita Puspita Dewi; Taufik Muhtarom
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8734

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar, padahal kemampuan tersebut menjadi salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran (RADEC) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS materi ekosistem dan jaring-jaring makanan di SD Muhammadiyah Banyuraden, Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sebanyak 43 siswa dilibatkan sebagai subjek penelitian yang terbagi ke dalam kelas eksperimen (21 siswa) dan kelas kontrol (22 siswa). Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji Independent Samples t-test serta perhitungan Normalized Gain (N-Gain). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rerata posttest kelas eksperimen mencapai 81,338, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh 77,36. Akan tetapi, hasil uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,126 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 52,59% pada kelas eksperimen (kurang efektif) dan 36,16% pada kelas kontrol (kategori tidak efektif). Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran RADEC mampu memberikan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang lebih baik dibandingkan pembelajaran pada kelas kontrol, tetapi peningkatan tersebut belum berbeda secara signifikan.