Ahmad Arum Jalaludin
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMEROLEHAN BAHASA ANAK ( Studi Kasus Bahasa Pertama Anak ) Tantri Pramadita; Fingka Wahyu Anggraini; Ahmad Arum Jalaludin; Riznaini Ika Utami; Muhardila Fauziah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i2.677

Abstract

Kaitan pemerolehan Bahasa anak dengan sosial anak adalah dengan tujuan utama untuk berinteraksi antara anak dengan Masyarakat sekitar dan dapat di terima oleh Masyarakat sekitarnya. Ranah pemerolehan Bahasa anak dalam lingkup keluarga kecil atau bersumber dari ibu yang biasa disebut Bahasa ibu. Menurut Sigel dan Cocking (dalam Rusyini,2008) Pemerolehan Bahasa anak adalah pemerolehan atau proses yang terjadi di dalam indivdu anak-anak guna menyesuaikan kaidah Bahasa yang sederhana antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan anak dalam lingkup Bahasa anak. Penelitian ini menggunakan metode naratif kualitatif dengan sampel penelitian anak usia dini yang berusia 6 tahun dan yang telah memasuki Pendidikan paud. Teknik yang digunakan dalam mengolah data dan mendapatkan data adalah observasi dan wawancara kepada orang tua dan anak secara langsung (face to face). Hasil penelitan ini menunjukkan kaitan pemerolehan Bahasa anak dengan kualitas anak menunujukan perkembangan kognitif dan mampu mengekspresikan pikiran dan dapat menciptakan hubungan Masyarakat dengan kualitas dasar Bahasa anak yag dapat diperolehnya seperti,membaca, menulis, berbicara, dan menyimak.
Identifikasi kesulitan belajar siswa sekolah dasar dalam memahami konsep hukum newton 3 pada mata pelajaran IPA Hesti Iswandayani; Ahmad Arum Jalaludin; Gita Apriliana; Wahyu Kurniawati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.21852

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesulitan belajar siswa sekolah dasar dalam memahami konsep Hukum Newton 3 pada mata pelajaran IPA. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif karena peneliti hanya sekedar mendeskripsikan fenomena yang terjadi dan tidak memberikan perlakuan khusus terhadap objek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan langkah-langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian kesulitan belajar siswa kelas VI SD Randusari Kotagedhe disebabkan oleh faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar meliputi; (a) kesulitan dalam memahami dan mengingat bahasa ilmiah/istilah asing; (b) kesulitan dalam memahami konsep; (c) minat siswa yang kurang terhadap pembelajaran; (d) motivasi belajar yang rendah; (e) metode yang monoton dan media/alat pembelajaran yang kurang menarik; dan (f) kecerdasan siswa yang beda-beda. Faktor- faktor tersebut yang menyebabkan kesulitan belajar pelajaran IPA dasar bagi siswa sekolah dasar. Kata Kunci: Hukum Newton, IPA, Kesulitan Belajar
ANALISIS PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN Tiara Aulia Mufidha; Ratna Kholifatul; Divanny Aulia Hanif; Ahmad Arum Jalaludin; Lady Maysuri Ma’rufi; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1541

Abstract

Perekonomian Indonesia rentan terhadap krisis multi dimensi yang terus menghantui negara kita. Sejauh ini, tampaknya belum ada tanda-tanda negara kita akan selamat dari krisis ini. Hal ini berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu. Beban hidup sangat berat terutama bagi kelompok masyarakat  kurang  mampu secara ekonomi. Hal ini terlihat dari segala macam kebutuhan hidup yang semakin tidak terjangkau. Misalnya, pendidikan  merupakan salah  satu dari permasalahan negara yang belum  ditemukan solusi yang tepat. Jika kita mencermati dan menelusuri perkembangan pendidikan, terutama dari segi historis biaya pendidikan, kita menemukan bahwa biayanya semakin mahal. Selain itu, kondisi kehidupan masyarakat kurang beruntung di kalangan masyarakat miskin semakin hari semakin tidak aman. Hal ini terutama berlaku bagi masyarakat yang tidak dapat memperoleh pendapatan tetap karena PHK atau alasan lainnya. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya berlaku di sekolah dan universitas negeri dan swasta. Misalnya, pada tingkat pendidikan dasar, pemerintah memberikan dana  bantuan operasional sekolah (BOS) kepada sekolah dasar dan menengah negeri, yang jumlahnya tidak mencukupi untuk menutupi biaya pendidikan sebagian besar  masyarakat kelas menengah ke bawah. Khususnya biaya operasional pokok  ditanggung oleh orang tua siswa.
Analisis Ciri-Ciri Pembelajaran Tematik Ideal Di Sekolah Dasar Analysis of the Characteristics of Ideal Thematic Learning in Elementary Schools Ratna Kholifatul; Evita Puspita Dewi; Ahmad Arum Jalaludin; Mutiara Fastawa Aqidah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1596

Abstract

Pembelajaran berbasis tema di sekolah dasar mempunyai beberapa keistimewaan yang membedakannya dengan metode pembelajaran lainnya. Usia sekolah / 6-12 tahun disebut usia sekolah, karena anak bersekolah di TKsebagai lembaga persiapan sekolah. Disebut masa dewasa belajar, karena anak sudah berusaha mencapai sesuatu, namun perkembangan kegiatan bermain hanya untuk kesenangan dalam mempraktikkan kegiatan itu sendiri.Inilah yang disebut masa matang sekolah, karena anak sudah menginginkan keterampilan baru yang dapat ditawarkan sekolah (Nasution Noehi, 1993: 44).  Menurut Banett dkk, ciri-ciri anak usia sekolah dasar adalah sebagai berikut. (1) Mereka secara alami memiliki keingintahuan dan minat yang kuat terhadap dunia di sekitar mereka. (2) Suka bermain dan lebih suka bersenang-senang. (3) Saya suka mengatur diri untuk menghadapi berbagai permasalahan, mempelajari situasi dan mencoba usaha baru. (4) biasanya bersemangat dan siap berprestasi karena tidak ingin mengalami ketidakpuasan dan menolak kegagalan. (5) Belajar secara efektif ketika Anda merasa nyaman dengan situasinya. (6) Belajar dengan melakukan, mengamati, menginisiasi dan mengajar anak lain (Mulyani Sumantri dan Nana Syaodih, 2000: 12).