Ratna Kholifatul
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI LITERATUR: PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP PEMAHAMAN OPERASI HITUNG CAMPURAN SISWA SEKOLAH DASAR Yunita Lestari; Ratna kholifatul; Sulis Wahyu Ningsih; Azamul Fadhly Noor Muhammad
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elementary school students’ understanding of mixed arithmetic operations remains a challenge in mathematics learning. One effort to address this issue is through the use of contextual learning media that connect mathematical content with real-life situations and students’ everyday experiences. This study aims to examine the effect of contextual learning media on elementary school students’ understanding of mixed arithmetic operations through a literature study. The method employed was a literature review by analyzing various scientific sources, including journal articles, books, and relevant research findings published within a certain period. The results of the review indicate that the use of contextual learning media improves students’ conceptual understanding of mixed arithmetic operations, helps students relate abstract concepts to real-world situations, and enhances students’ learning motivation and active participation. In addition, contextual media contribute to reducing conceptual errors and improving mathematics learning outcomes. Based on the findings of the literature review, it can be concluded that contextual learning media have a positive and significant effect on elementary school students’ understanding of mixed arithmetic operations and are therefore recommended for optimal implementation in elementary school mathematics learning. Keywords: Contextual Learning Media, Mixed Arithmetic Operations, Conceptual Understanding, Mathematics
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA PADA MATA PELAJARAN IPA Lintang Nur Azizah; Mutiara Fastawa Aqidah; Ratna Kholifatul; Wahyu Kurniawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i1.705

Abstract

Sains adalah suatu bidang ilmu yang secara sistematis mengatur dan membahas  gejala-gejala alam  berdasarkan  hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan manusia.  IPA tidak  hanya bersifat konseptual, tetapi juga memerlukan penerapan pembelajaran IPA yang praktis. Tanpa kita sadari, kegiatan  yang kita lakukan setiap harinya termasuk IPA. Dengan kata lain, kita dapat mengatakan bahwa  ada orang dalam hidup kita. Contoh Ipa dalam kehidupan  sehari-hari adalah perubahan bentuk suatu benda.  Padahal, perubahan wujud materi terjadi karena  pengaruh energi panas (kalor).Artikel ini membahas tentang pemahaman wujud zat dan perubahannya. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman tentang wujud zat dan perubahannya. Materi atau zat dikelompokan menjadi zat tunggal (murni) dan campuran. Zat murni terdiri dari tidak yakin dan senyawa. tidak yakin merupakan zat murni yang paling sederhana. Sedangkan senyawa gabungan dari dua atau lebih tidak  yakin yang terbentuk melalui reaksi kimia. Suatu zat bisa berupa gas, cair, atau padat. Saat benda padat berubah menjadi cair, maka disebut meleleh atau melebur dia juga mencair. Jika benda cair berubah menjadi padat, maka disebut pembakaran. Ada keunikan diantara zat tersebut. Ada beberapa zat yang sama juga dapat ditemukan dalam bentuk yang berbeda. Udara bisa kita temukan dalam bentuk gas(uap), cair(udara), atau padat.
ANALISIS PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN Tiara Aulia Mufidha; Ratna Kholifatul; Divanny Aulia Hanif; Ahmad Arum Jalaludin; Lady Maysuri Ma’rufi; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1541

Abstract

Perekonomian Indonesia rentan terhadap krisis multi dimensi yang terus menghantui negara kita. Sejauh ini, tampaknya belum ada tanda-tanda negara kita akan selamat dari krisis ini. Hal ini berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu. Beban hidup sangat berat terutama bagi kelompok masyarakat  kurang  mampu secara ekonomi. Hal ini terlihat dari segala macam kebutuhan hidup yang semakin tidak terjangkau. Misalnya, pendidikan  merupakan salah  satu dari permasalahan negara yang belum  ditemukan solusi yang tepat. Jika kita mencermati dan menelusuri perkembangan pendidikan, terutama dari segi historis biaya pendidikan, kita menemukan bahwa biayanya semakin mahal. Selain itu, kondisi kehidupan masyarakat kurang beruntung di kalangan masyarakat miskin semakin hari semakin tidak aman. Hal ini terutama berlaku bagi masyarakat yang tidak dapat memperoleh pendapatan tetap karena PHK atau alasan lainnya. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya berlaku di sekolah dan universitas negeri dan swasta. Misalnya, pada tingkat pendidikan dasar, pemerintah memberikan dana  bantuan operasional sekolah (BOS) kepada sekolah dasar dan menengah negeri, yang jumlahnya tidak mencukupi untuk menutupi biaya pendidikan sebagian besar  masyarakat kelas menengah ke bawah. Khususnya biaya operasional pokok  ditanggung oleh orang tua siswa.
Analisis Ciri-Ciri Pembelajaran Tematik Ideal Di Sekolah Dasar Analysis of the Characteristics of Ideal Thematic Learning in Elementary Schools Ratna Kholifatul; Evita Puspita Dewi; Ahmad Arum Jalaludin; Mutiara Fastawa Aqidah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1596

Abstract

Pembelajaran berbasis tema di sekolah dasar mempunyai beberapa keistimewaan yang membedakannya dengan metode pembelajaran lainnya. Usia sekolah / 6-12 tahun disebut usia sekolah, karena anak bersekolah di TKsebagai lembaga persiapan sekolah. Disebut masa dewasa belajar, karena anak sudah berusaha mencapai sesuatu, namun perkembangan kegiatan bermain hanya untuk kesenangan dalam mempraktikkan kegiatan itu sendiri.Inilah yang disebut masa matang sekolah, karena anak sudah menginginkan keterampilan baru yang dapat ditawarkan sekolah (Nasution Noehi, 1993: 44).  Menurut Banett dkk, ciri-ciri anak usia sekolah dasar adalah sebagai berikut. (1) Mereka secara alami memiliki keingintahuan dan minat yang kuat terhadap dunia di sekitar mereka. (2) Suka bermain dan lebih suka bersenang-senang. (3) Saya suka mengatur diri untuk menghadapi berbagai permasalahan, mempelajari situasi dan mencoba usaha baru. (4) biasanya bersemangat dan siap berprestasi karena tidak ingin mengalami ketidakpuasan dan menolak kegagalan. (5) Belajar secara efektif ketika Anda merasa nyaman dengan situasinya. (6) Belajar dengan melakukan, mengamati, menginisiasi dan mengajar anak lain (Mulyani Sumantri dan Nana Syaodih, 2000: 12).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING SISWA DI SD NEGERI BANYUBIRU 1 MAGELANG Ratna Kholifatul; Heru Purnomo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.16129

Abstract

This study aimed to examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model with a Deep Learning approach on the creative thinking skills of fourth-grade students at SD Negeri Banyubiru 1 Magelang in learning the perimeter and area of plane figures. This research employed a quantitative method with an experimental design. The participants consisted of 20 students from Class IV A of SD Negeri Banyubiru 1. Data were collected through tests and observations. The research instruments included pre-test and post-test questions on creative thinking skills and observation sheets. The assessed aspects of creative thinking were fluency, flexibility, originality, and elaboration. Data were analyzed using normality, homogeneity, linearity, and hypothesis testing (t-test) with the assistance of SPSS software.The findings showed that the significance value (Sig. 2-tailed) was 0.000, which was lower than the significance level of 0.05. Therefore, the alternative hypothesis (Ha) was accepted, while the null hypothesis (H₀) was rejected. These results indicate that the Problem-Based Learning model with a Deep Learning approach had a significant effect on students’ creative thinking skills. Following the implementation of the learning model, students demonstrated improvements in generating ideas, proposing various alternative answers, finding diverse solutions, and elaborating their ideas in greater detail. Thus, the Problem-Based Learning model with a Deep Learning approach had a positive and significant effect on students’ creative thinking skills in mathematics learning at SD Negeri Banyubiru 1. Keywords: Problem-Based Learning, Deep Learning, Creative Thinking Skills, Mathematics.