Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efforts to provide digital literacy in school library SDIP Ummul Mukminin Salwa Khairunnisa; Hafsah Nugraha
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 3 No. 1 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, April 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v3i1.280

Abstract

The rapid development of digital technology requires school libraries to play an active role in strengthening students’ digital literacy. This study aims to examine how school libraries enhance students’ digital literacy amid the rapid growth of information technology. This research adopts a qualitative approach using an intrinsic case study method conducted at SDIP Ummul Mukminin, Bandung. Data were collected through comprehensive interviews with librarians and educators, as well as direct observation of the library’s conditions. The findings indicate that digitalization efforts have begun through the provision of computer facilities and digital learning modules. However, digital transformation has not yet been implemented optimally, as collection management and circulation services are still conducted manually and are not supported by digital collections, such as e-books and interactive learning platforms. In addition, students’ digital literacy is strengthened through the integration of Islamic values and ethical principles taught by teachers and librarians. This study emphasizes that the development of digital libraries requires the contextual integration of technology, the enhancement of librarians’ competencies, the diversification of digital collections, and a sustained commitment from all school stakeholders.   Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut perpustakaan sekolah untuk berperan aktif dalam mendukung penguatan literasi digital murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perpustakaan berperan dalam memperkuat kemampuan literasi digital murid di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus intrinsik di SDIP Ummul Mukminin, Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara komprehensif bersama pustakawan dan tenaga pendidik, serta observasi langsung terhadap kondisi perpustakaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya digitalisasi telah mulai dilakukan melalui penyediaan fasilitas komputer dan modul digital. Namun, transformasi digital belum berjalan secara optimal karena pengelolaan koleksi dan layanan peminjaman masih dilakukan secara manual serta belum didukung oleh ketersediaan koleksi digital seperti e-book dan platform pembelajaran interaktif. Selain itu, literasi digital pada murid diperkuat dengan penanaman nilai-nilai dan etika keislaman yang diajarkan oleh guru dan pustakawan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan perpustakaan digital memerlukan integrasi teknologi yang kontekstual, peningkatan kompetensi pustakawan, diversifikasi koleksi digital, serta komitmen berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan sekolah. Kata Kunci: integrasi teknologi; literasi digital; perpustakaan sekolah dasar
Systematic Literature Review: Kesenjangan Implementasi Kurikulum Koding Dan AI Antara Perkotaan Dan Daerah Dewi Yanti; Salwa Khairunnisa; Aurylia Taffana; Nasywa Putri Ramadhina
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.1149

Abstract

Perkembangan kebijakan Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 membawa tantangan baru bagi sistem pendidikan Indonesia, khususnya terkait kesenjangan implementasi antara wilayah perkotaan dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan implementasi KKA pada tiga dimensi utama: ketersediaan infrastruktur teknologi, kesiapan dan kompetensi guru, serta literasi digital peserta didik. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA melalui pencarian literatur pada tiga pangkalan data utama, yaitu Google Scholar, SINTA, dan Scopus, dengan rentang publikasi tahun 2021 - 2026. Hasil kajian menunjukkan kesenjangan yang signifikan pada ketiga dimensi tersebut. Dari sisi infrastruktur, sekolah perkotaan rata-rata memiliki 30 - 150 unit komputer dengan koneksi internet stabil, sementara sekolah di daerah 3T hanya memiliki 14 - 50 unit dengan akses internet dan listrik yang belum memadai. Dari sisi kesiapan guru, sebanyak 70% guru di daerah tertinggal belum pernah mengikuti pelatihan coding dan AI. Sementara itu, literasi digital peserta didik di daerah 3T juga masih terbatas akibat minimnya paparan teknologi sejak dini. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan KKA berisiko memperlebar kesenjangan digital jika tidak disertai intervensi afirmatif yang bersifat kontekstual, bertahap, dan menyeluruh pada aspek infrastruktur, pengembangan kompetensi guru, serta peningkatan literasi digital peserta didik di seluruh wilayah Indonesia. Kata Kunci: Daerah 3T, Kesenjangan Digital, Kurikulum Koding dan AI, Kesiapan Guru, Literasi Digital