Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relasi Kuasa Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan Lembaga Adat Dalam Pembangunan Kebudayaan Lokal: Studi di Kampung Adat Bena, Desa Tiwuruwu, Kabupaten Ngada, NTT Bruno Rey Sonby Pantola
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i9.2149

Abstract

This research analyzes the power relations between the Local Government, Village Government, and Customary Institutions in the development of local culture in Kampung Adat Bena, Tiwuriwu Village, Ngada Regency, NTT. A descriptive qualitative approach method was used with interviews, observations, and documentation studies. The results showed the need for harmonization of customary norms and formal regulations, as well as collaboration between related parties for sustainable preservation of local culture.
Tata Kelola Taman Baca Bagi Percepatan Literasi Masyarakat Di Desa Watoone Wera, Faustina Blandina; Niron, Eusabius Separera; Sonby Pantola, Bruno Rey
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4103

Abstract

Taman bacaan masyarakat adalah sarana ruang belajar dengan tujuan utama meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah taman bacaan masyarakat melalui pengetahuan dan pendidikan. Saat ini Taman bacaan masyarakat menjadi salah satu fokus pemerintah yang bertujuan sebagai wadah dalam meningkatkan minat baca masyarakat terutama di desa yang sering kali memiliki akses terbatas dalam memperoleh informasi. Melalui Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2023 menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki kewajiban dalam menyediakan sarana dan prasarana dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat desa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yaitu dengan metode sosialisasi. Hasil pengabdian menunjukan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan kesadaran pemerintah desa tentang peran pemerintah dalam menigkatkan kesadaran masyarakat tentang literasi melalui penyediaan taman baca.
Penyusunan Peraturan Desa (PERDES) Secara Partisipatif ELKA, MARIA ELISABETH SOMI SURA; Niron, Eusabius Separera; Pantola, Bruno Rey Sonby
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4493

Abstract

Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa membutuhkan kerangka hukum sebagai basis legitimasi dan legalitas. Perdes merupakan dasar hukum bagi pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, kemamanan dan ketertiban desa. Perdes disusun secara demokratis dan partisipatif. Masyarakat desa memiliki hak untuk mengusulkan atau memberikan masukan kepada Kepala Desa dan BPD dalam proses penyusunan Perde. Kegaiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Oringbele, Kecamatan Witihama-Kabupaten Flores Timur ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemerintah desa, BPD dan masyarakat dalam menyusun peraturan desa secara partisipatif sesuai masalah, kebutuhan dan potensi desa. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi dan praktek penyusunan Perdes. Dalam kegiatan pelatihan ini peserta diberikan kerangka pengetahuan tentang tugas pemerintah desa, BPD dan peran masyarakat dalam penyusunan peraturan desa; filosofi dan metode penyusunan Perdes serta pelibatan kaum perempuan dan kelompok rentan dalam penyusunan Perdes. Selain itu peserta pelatihan juga diberikan contoh-contoh Perdes yang bersifat wajib dan Perdes bersifat sosial yang menjadi praktek baik dari desa-desa lain di NTT. Selanjutnya peserta diberikan kesempatan untuk merancang Perdes sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan warga dengan metode ROCCIPI. Peserta pelatihan sangat aktif berdiskusi tentang struktur Perdes , kebutuhan dan masalah yang terjadi dalam desa serta solusi atas berbagai problem tersebut dengan mendesain Perdes secara partisipatif. Mereka sudah memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menyusun Perdes secara secara kolektif. Setelah kegiatan pelatihan ini peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun berbagai Perdes kedepannya demi terwujudnya tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa Oringbele yang maju, mandiri dan sejahtera.