Dikdik Firman Sidik
Universitas Persatuan Islam

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Artificial Intelligence in Education: A Sociological Review of Its Role in Fostering Quality and Equity Aep Saepuloh; Moh. Dulkiah; Dikdik Firman Sidik
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.8839

Abstract

This study employs a qualitative narrative review of literature published between 2010 and 2024. Sources were selected based on relevance to AI in education and engagement with sociological concepts such as equity, digital divide, and social interaction. The data were analyzed using thematic analysis and interpreted through sociological frameworks, including Bourdieu’s theory of capital, Bernstein’s pedagogic control, and Vygotsky’s social learning theory. The findings indicate that AI contributes to improved instructional quality through personalized learning, enhanced engagement, and efficient feedback mechanisms. AI also expands educational access, particularly for learners in remote areas. However, its implementation remains uneven, with disparities in infrastructure, digital access, and teacher readiness. Additionally, increased reliance on AI may reduce face-to-face interaction and shift pedagogical authority toward algorithmic systems. The study reveals that AI functions as a dual-pathway mechanism: it enhances educational quality and access while simultaneously reinforcing existing social inequalities. Its impact is shaped by institutional capacity, digital capital, and pedagogical practices, highlighting that AI is not a neutral tool but a sociotechnical construct embedded in broader social structures. AI has the potential to support equitable and high-quality education, but only when supported by inclusive policies, adequate infrastructure, and strong teacher capacity. A sociologically informed approach is essential to ensure that AI integration promotes educational equity rather than deepening existing disparities.
Akurasi Penulisan Istilah Arab Dalam Edukasi Lingkungan Berbasis Islam: Implikasi Terhadap Literasi Ekologis Masyarakat Syaqila Ainun Mardia; Dikdik Firman Sidik
Envirology Vol. 2 No. 2 (2024): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v2i2.294

Abstract

Pendidikan lingkungan berbasis Islam memanfaatkan berbagai istilah Arab yang mengandung nilai-nilai ekologis untuk membangun kesadaran dan perilaku peduli lingkungan masyarakat. Namun, masih ditemukan ketidaktepatan dalam penulisan dan transliterasi istilah Arab pada berbagai media edukasi yang berpotensi menyebabkan distorsi makna dan menurunkan efektivitas kinerja pesan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi penulisan istilah Arab dalam pendidikan lingkungan berbasis Islam serta mengkaji dampaknya terhadap literasi ekologis masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan kaidah penulisan bahasa Arab, transliterasi Arab-Latin, pendidikan lingkungan ekologi dalam perspektif Islam, dan literasis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakakuratan penulisan istilah Arab dapat mempengaruhi pemahaman masyarakat terhadap konsep-konsep ekologis Islam, seperti khalifah, mizan, amanah, islah, dan fasad, yang menjadi dasar etika lingkungan dalam ajaran Islam. Sebaliknya, penggunaan istilah Arab yang ditulis secara tepat dan konsisten mampu memperkuat pemahaman nilai-nilais, meningkatkan efektivitas komunikasi lingkungan, serta mendorong terbentuknya kesadaran dan tanggung jawab lingkungan yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keakuratan penulisan istilah Arab merupakan faktor penting dalam keberhasilan pendidikan lingkungan berbasis Islam dan berkontribusi terhadap penguatan literasi ekologis masyarakat secara berkelanjutan.
Digitalisasi Pembelajaran Tajwid Ayat-Ayat Lingkungan sebagai Media Peningkatan Kesadaran Ekologis Mahasiswa Galang Idzhar; dikdik firman sidik
Envirology Vol. 4 No. 1 (2026): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v4i1.300

Abstract

Krisis lingkungan global yang ditandai dengan perubahan iklim, polusi, deforestasi, dan degradasi ekosistem menuntut pendekatan pendidikan yang mampu membangun kesadaran ekologis pada generasi muda, termasuk mahasiswa. Dalam konteks pendidikan Islam, Al-Qur'an memuat berbagai ayat yang mengajarkan keseimbangan alam, melarang kerusakan lingkungan, serta menegaskan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Namun, pembelajaran tajwid selama ini cenderung berfokus pada aspek teknis pelafalan tanpa mengintegrasikan makna ekologis dari ayat-ayat yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi digitalisasi pembelajaran tajwid yang berbasis ayat-ayat lingkungan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran ekologis mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai literatur terkait pendidikan digital, pembelajaran tajwid, pendidikan lingkungan, dan eko-teologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran tajwid dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa melalui penggunaan aplikasi interaktif, multimedia, gamifikasi, dan platform pembelajaran daring. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid, pendekatan ini juga memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam ayat-ayat lingkungan. Digitalisasi pembelajaran tajwid memungkinkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan reflektif, sehingga berkontribusi pada pengembangan perilaku ramah lingkungan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran tajwid digital berbasis pembelajaran eko-Qur'ani sebagai inovasi dalam pendidikan Islam berkelanjutan di perguruan tinggi.
Penguatan Keterampilan Menulis Artikel Ilmiah Bagi Mahasiswa: Studi Literatur Tentang Literasi Akademik Dan Keberlanjutan Aldi Aditia Aditia; dikdik firman sidik
Envirology Vol. 3 No. 2 (2025): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v3i2.322

Abstract

Kemampuan menulis artikel ilmiah merupakan salah satu kompetensi akademik yang sangat penting bagi mahasiswa,. Kemampuan tersebut tidak hanya mendukung keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengomunikasikan gagasan, hasil penelitian, serta solusi terhadap berbagai permasalahan lingkungan secara ilmiah. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, keterampilan menulis (Mahārah al-Kitābah) memiliki peran strategis karena menuntut penguasaan struktur bahasa, penyusunan paragraf yang sistematis, serta penggunaan kaidah nahwu, sharaf, dan imlā' secara tepat. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih menghadapi kendala dalam menyusun artikel ilmiah berbahasa Arab, terutama pada aspek struktur paragraf, kohesi dan koherensi, ketepatan gramatikal, serta penggunaan kaidah penulisan ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan keterampilan menulis artikel ilmiah melalui pendekatan studi literatur dengan menelaah berbagai penelitian mengenai Mahārah al-Kitābah, struktur artikel ilmiah, kaidah kebahasaan Arab, serta literasi akademik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan menganalisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguasaan Mahārah al-Kitābah yang didukung oleh pemahaman terhadap struktur paragraf, kaidah nahwu, sharaf, imlā', serta prinsip kohesi dan koherensi mampu meningkatkan kualitas artikel ilmiah mahasiswa. Selain itu, integrasi tema lingkungan dalam pembelajaran menulis bahasa Arab dapat memperkuat literasi akademik sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Pemanfaatan strategi pembelajaran yang inovatif, teknologi digital, serta latihan menulis berbasis publikasi ilmiah juga terbukti mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas. Dengan demikian, penguatan keterampilan menulis artikel ilmiah berbahasa Arab tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga mendukung pengembangan literasi lingkungan yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Analisis Tasrif Kosakata Lingkungan dalam Al-Qur’an untuk Pendidikan Keberlanjutan Solihin; Dikdik Firman Sidik
Envirology Vol. 3 No. 2 (2025): ENVIROLOGY
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/envirology.v3i2.325

Abstract

Krisis ekologis global kontemporer akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan menuntut rekonstruksi paradigma etis yang melampaui sekadar solusi teknokratis. Islam memiliki fondasi teologis yang kuat terhadap pelestarian alam, namun pemaknaan teks suci sering kali terjebak dalam batas normatif tanpa menyentuh akar linguistiknya. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep etika ekologis dalam Islam secara komprehensif melalui analisis morfologis (tasrif) dan semantis terhadap lima kosakata kunci dalam Al-Qur'an dan Hadis. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka analisis semantik Toshihiko Izutsu dan perubahan morfologi bahasa Arab, penelitian ini membedah makna fundamental dari istilah al-Arḍ (bumi), al-Mā’ (air), al-Mīzān (keseimbangan), al-Fasād (kerusakan), dan al-Isrāf (pemborosan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima kosakata tersebut membentuk satu kesatuan teologi ekosentris yang integratif. Bumi dan air diposisikan sebagai amanah transendental serta hak publik milik bersama yang secara yuridis menolak praktik privatisasi dan eksploitasi kapitalistik sepihak. Sementara itu, krisis lingkungan diidentifikasi sebagai akibat langsung dari perilaku al-fasād (kerusakan) dan al-isrāf (konsumsi berlebih) manusia yang merusak tatanan al-mīzān kosmis yang telah diciptakan Allah dalam porsi yang seimbang. Sebagai bentuk implementasi taktis, pelestarian lingkungan dalam perspektif Islam memerlukan sinergi dari dua instrumen utama, yaitu penegakan regulasi kebijakan publik pro-lingkungan berbasis prinsip maqasid syariah demi keadilan air, serta internalisasi nilai ekopedagogi spiritual ke dalam kurikulum keagamaan dan manajemen lembaga pendidikan Islam guna membangun kecerdasan ekologis (ecological literacy) kolektif bagi generasi mendatang