Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SOSIAL DAN ETIKA KEMANUSIAAN DI ERA TEKNOLOGI Afrian Duta Rufangga; Anida Zakia; Bayu Setiyo Nugroho; Meila Inayati; Muhammad Erik David Erlangga; Indra Simanungkalit
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.4953

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah cara manusia berinteraksi, mengakses informasi, dan mengekspresikan dirinya diruang digital. Dalam konteks ini, literasi digital tidak hanya menjadi keterampilan teknis, tetapi juga menyangkut kemampuan individu untuk berpikir kritis, beretika, serta memiliki kepekaan sosial dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Artikel ini membahas peran penting literasi digital  dalam membentuk kesadaran sosial dan nilai-nilai kemanusiaan, khususnya dikalangan generasi muda. Literasi digital yang dikembangkan secara komprehensif dapat mendorong pengguna untuk tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga mampu memilah infromasi, menghargai perbedaan, serta membangun empati terhadap sesama. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini mengkaji berbagai penelitian yang menunjukkan keterkaitan antara kecakapan digital dan sikap sosial, termasuk tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi opini di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran literasi digital sangat krusial dalam menciptakan masyarakat digital yang beretika, inklusif, dan berkeadaban.
DAMPAK LITERASI DIGITAL TERHADAP EMPATI DAN SOLIDARITAS SOSIAL DI MEDIA SOSIAL Ria Amelia; Faza Nisrina Nu'ma; Lyra Virna; Muhammad Khayan; Mar Atus Salisatul Udhma; Indra Simanungkalit
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5140

Abstract

Transformasi digital telah mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial manusia, khususnya melalui media sosial. Artikel ini meneliti pengaruh literasi digital terhadap pembentukan empati dan solidaritas sosial dalam ruang digital. Literasi digital bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan mencakup kemampuan berpikir kritis, etis, dan sosial dalam menghadapi informasi digital. Studi pustaka menunjukkan bahwa individu dengan literasi digital tinggi lebih cenderung menunjukkan empati digital dan berpartisipasi dalam bentuk solidaritas sosial yang bermakna, dibandingkan dengan mereka yang literasi digitalnya rendah. Empati digital memfasilitasi pemahaman emosional lintas batas sosial, sementara solidaritas sosial digital memanifestasikan diri melalui partisipasi dalam gerakan sosial daring. Oleh karena itu, literasi digital yang menyeluruh menjadi fondasi penting dalam menciptakan ruang media sosial yang sehat, inklusif, dan empatik.
DARI KONSUMEN KE KREATOR: MENDORONG LITERASI DIGITAL DI KALANGAN PELAJAR INDONESIA Rani Meilanasari; Muhammad Miftahul Ilmi; Khauma Resandriya Labib; Rizky Nur Fauzi; Ahmad Fauzul Arifin; Indra Simanungkalit
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5267

Abstract

Angka literasi digital di kalangan pelajar Indonesia masih sangat rendah, dengan hanya 30% yang mampu membuat konten secara mandiri. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara akses dan penggunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keadaan literasi digital serta tantangan yang dihadapi mahasiswa saat beralih dari pengguna menjadi pembuat konten digital. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yang menganalisis tulisan terkait literasi digital dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kreatif. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa bertindak sebagai konsumen pasif, meskipun terlibat dalam pembuatan video, blogging, dan desain grafis dapat meningkatkan pemahaman mereka mengenai literasi digital. Kesimpulan penelitian ini menekankan perlunya dukungan dari orang tua dan lembaga pendidikan, serta perlunya pengintegrasian pendidikan keamanan siber dalam kurikulum. Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa pengembangan program pendidikan yang inklusif dan kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung peningkatan literasi digital di Indonesia.
Kesenjangan Keterampilan Kerja Sebagai Krisis Ekonomi: Kajian Naratif Terhadap Respon dan Kegagalan Kurikulum Nasional Indra Simanungkalit; Christian Arief Jaya; Satria Ridho Damara
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i2.17905

Abstract

Era disrupsi digital menuntut adaptabilitas sumber daya manusia yang tinggi, namun Indonesia justru menghadapi tingginya angka pengangguran akibat ketidaksesuaian kualifikasi lulusan pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia industri. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena kesenjangan keterampilan kerja sebagai krisis ekonomi serta mengevaluasi efektivitas respon kurikulum nasional. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian literatur seperti Google Scholar, SINTA, dan ERIC, dimana artikel yang dianalisis berjumlah 19 artikel yang terbit tahun 2016 hingga 2026, subjek yang analisis difokuskan pada literatur terkait kebijakan pendidikan dan implementasi kurikulum di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekonomi berakar dari defisit kemampuan berpikir tingkat tinggi dan rendahnya literasi digital lulusan yang tidak relevan dengan kebutuhan industri mutakhir. Faktor utama kegagalan tersebut mencakup keterlibatan industri yang sekadar tokenisme (sebatas MoU administratif), kelambanan birokrasi pendidikan, minimnya paparan kompetensi pendidik terhadap industri modern, serta sistem evaluasi yang masih berorientasi pada kemampuan di atas kertas. Kurikulum nasional masih gagal merespon krisis ekonomi karena adaptasi yang lambat dan kolaborasi yang belum substansial, sehingga ekosistem pendidikan lebih terfokus mencetak lulusan yang berfokus pada ujian teori daripada individu yang siap dan terampil bekerja.
Global Career Boost: Menyiapkan Mental Siswa LPK Magita Jaya Perkasa untuk Pasar Kerja Internasional: Global Career Boost: Strengthening Mental Resilience of Magita Jaya Perkasa Vocational Training Students for the International Job Market Pundani Eki Pratiwi; Sugiyarta Stanislaus; Talitha Lintang Pertiwi; Faiz Fatihul Alwan; Indra Simanungkalit
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8545

Abstract

LPK Magita Jaya Perkasa menghadapi tantangan dalam menyiapkan siswa untuk pasar kerja internasional, terutama dalam aspek kesiapan mental dan profesional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapan kerja siswa melalui pendekatan training dan group coaching. Program dilaksanakan pada 17–18 Juni 2025 di Kota Semarang dengan 43 peserta, berfokus pada tiga aspek utama: organizational awareness, attitude to work, dan adaptability. Metode experiential learning digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan keterampilan praktis. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 58 menjadi 71, menandakan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Survei kepuasan menunjukkan skor rata-rata 4 dari 5, mengindikasikan respon positif terhadap pelatihan dan pendampingan. Sesi group coaching juga memperkuat refleksi diri, kepercayaan diri, serta rencana aksi peserta dalam menghadapi tantangan kerja lintas budaya. Secara keseluruhan, program ini efektif meningkatkan kesiapan kerja siswa secara holistik dan menegaskan pentingnya integrasi pelatihan berbasis pengalaman dengan pendampingan reflektif bagi calon tenaga kerja global.