Marisa Septiana Situmeang
Universitas Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

A PEIRCEAN SEMIOTIC ANALYSIS IN THE NETZWERK NEU A1 TEXTBOOK: CULTURAL REPRESENTATION OF THE “GUTEN APPETIT!" THEME Regina Ameilia; Nurhafiza Yusro; Marisa Septiana Situmeang; Rira Wahyu Manullang; Dita Aulia Sihombing; Fitri Ervina Tarigan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12398

Abstract

Foreign language textbooks function not only as instructional media but also as cultural texts that construct specific representations of social life. This study investigates how cultural meanings are embedded in the Guten Appetit! theme of the Netzwerk Neu A1 textbook through the semiotic framework of Charles Sanders Peirce. Employing a qualitative descriptive method, the research analyzes visual illustrations and textual elements using Peirce’s triadic model of representamen, object, and interpretant, as well as his classification of hypoicons (image, metaphor, and diagram). The results indicated that visual and verbal signs in the Guten Appetit! theme of the Netzwerk Neu A1 textbook represented German dining culture through icons, indexes, and symbols. These signs reflected social values such as politeness, orderliness, and communal interaction, showing that the textbook not only taught language but also conveyed cultural meanings to beginner learners. The findings contributed theoretically by extending the application of Charles Sanders Peirce's semiotic theory to the analysis of cultural representation in foreign language textbooks. Practically, the study showed that visual and verbal signs in simple themes such as Guten Appetit! conveyed deeper cultural meanings and could support learners' intercultural understanding in German language learning.
Analisis Wortarten dalam Dongeng Die Frohe Botschaft Sebagai Strategi Pembelajaran Kosakata Bahasa Jerman Marisa Septiana Situmeang; Erlika Tampubolon; Melica Sihombing
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wortarten merupakan pengelompokan kata berdasarkan fungsi gramatikal dalam bahasa Jerman yang membantu pembelajar memahami struktur kalimat dan penggunaan kosakata secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Wortarten dalam dongeng Die Frohe Botschaft serta menjelaskan manfaatnya dalam pembelajaran kosakata bahasa Jerman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Data diperoleh melalui proses membaca, mengidentifikasi, dan mengelompokkan kata berdasarkan sepuluh Wortarten, yaitu Nomen, Verb, Adjektiv, Pronomen, Artikel, Numerale, Adverbien, Präpositionen, Konjunktionen, dan Interjektionen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dongeng tersebut mengandung berbagai jenis Wortarten yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kosakata. Pengelompokan kata membantu mahasiswa memahami fungsi kata, struktur kalimat, serta penggunaan kosakata dalam konteks teks. Dengan demikian, analisis Wortarten dalam dongeng Die Frohe Botschaft dapat menjadi strategi pembelajaran kosakata bahasa Jerman yang efektif, sistematis, dan kontekstual.
Analisis Penerapan Metode Discovery Learning dalam Pembelajaran Bahasa Jerman Tema Schule Marisa Septiana Situmeang; Putri Angelina Sidabutar
Edukatif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v4i1.1863

Abstract

Pembelajaran Bahasa Jerman di Sekolah Menengah Atas masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan penguasaan kosakata dan keaktifan siswa, khususnya pada tema Schule, karena dominasi metode konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Discovery Learning sebagai alternatif pembelajaran yang lebih inovatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka, melalui pengumpulan data dari jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Discovery Learning mampu meningkatkan pemahaman kosakata, keaktifan, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, metode ini mendorong kemandirian belajar dan kemampuan siswa dalam mengaitkan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari. Namun, keberhasilan penerapan metode ini sangat bergantung pada perencanaan pembelajaran yang matang dan kesiapan guru dalam mengelola kelas. Dengan demikian, Discovery Learning dapat menjadi alternatif yang efektif untuk menciptakan pembelajaran Bahasa Jerman yang aktif, kreatif, dan bermakna, khususnya pada tema Schule.