Streptococcus mutans merupakan bakteri kariogenik yang menjadi penyebab utama karies gigi. Kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr), yang merupakan limbah hasil olahan buah nanas, mengandung senyawa flavonoid, tanin, fenol, dan enzim bromelin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan obat kumur dari ekstrak etanol kulit buah nanas dan menguji efektivitasnya sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Metode penelitian yang digunakan adalah , dengan ekstrak kulit buah nanas diformulasikan menjadi sediaan obat kumur pada konsentrasi 15%, 20%, dan 25%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH, dan viskositas melalui metode cycling test selama 6 siklus, serta uji aktivitas antibakteri dengan metode sumuran (difusi agar). Hasil penelitian menunjukkan sediaan obat kumur stabil dengan pH berkisar 5,5–7,0 (memenuhi syarat pH 5–7) dan viskositas 0,39–1,46 cps. Uji aktivitas antibakteri menghasilkan zona hambat sebesar 8,2 mm; 8,9 mm; dan 9,7 mm berturut-turut untuk konsentrasi 15%, 20%, dan 25%. Formula dengan konsentrasi 25% memberikan aktivitas antibakteri terbesar dengan zona hambat 9,7 mm yang dikategorikan sedang. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah nanas dapat diformulasikan menjadi sediaan obat kumur yang stabil dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, sehingga berpotensi sebagai alternatif pencegahan karies gigi.