Sonny Rohimat
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Kepemimpinan Pendidikan Ki Hajar Dewantara Oleh Kepala Sekolah Lulusan Pendidikan Guru Penggerak Sonny Rohimat; Kurnia Alkafi; Machdum Bachtiar; Eneng Muslihah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4064

Abstract

Filosofi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara (KHD) yang tertuang dalam Trilogi Kepemimpinan menjadi relevan dalam kepemimpinan transformasional yang memegang peran krusial dalam membentuk arah dan keberhasilan lembaga pendidikan. Pemerintah menginternalisasi nilai-nilai ini melalui program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) untuk mencetak pemimpin pendidikan, termasuk kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dan mendeskripsikan refleksi kepala sekolah di Kota Serang yang berasal dari latar belakang guru penggerak dalam mengimplementasikan model kepemimpinan Ki Hajar Dewantara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui survei daring dan wawancara mendalam terhadap sejumlah kepala sekolah lulusan PGP di Kota Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai program PGP sangat efektif dalam membekali mereka dengan kompetensi praktis untuk mengimplementasikan filosofi KHD. Modul-modul seperti Budaya Positif, Nilai dan Peran Guru Penggerak, serta Pengambilan Keputusan menjadi pilar utama dalam penerjemahan konsep ke dalam praktik, seperti mempraktikkan coaching kepada guru, membentuk komunitas belajar untuk kolaborasi, dan mengelola sekolah secara transparan. Meskipun menghadapi tantangan berupa resistensi budaya organisasi lama yang hierarkis dan otoritatis, mereka menunjukkan integritas dan keteguhan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang berpihak pada murid dan memberdayakan komunitas. Studi ini menyimpulkan bahwa PGP berhasil melahirkan pemimpin pendidikan yang kompeten, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif yang berkelanjutan.
IGI SERANG CITY'S STRATEGY TO IMPROVE TEACHER COMPETENCE Maharani Windu Utami; Ratna Siti Maulida; Sonny Rohimat; Anis Zohriah; Abdul Muin
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7935

Abstract

Education in Indonesia faces challenges in the form of unequal teacher quality and limited access to self-development. This condition is one of the responsibilities of professional teacher organizations mandated by law, specifically Law Number 14 of 2025 concerning Teachers and Lecturers. This study aims to analyze the strategies implemented by the Indonesian Teachers Association (IGI) of Serang City, as a professional teacher organization, in improving teacher competency. This study uses a qualitative approach with a case study method, analyzing IGI Serang City's strategies from August 2023 to July 2025. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The results show that IGI Serang City implemented a comprehensive strategy focused on three main pillars: optimizing digital-based programs through regular webinars and online training reaching teachers from various regions; encouraging a culture of literacy and scientific publications by publishing three anthologies of teacher work; and maintaining direct interaction through offline activities such as workshops, training, and collaborations with various parties. This combination of online and offline strategies has proven effective in reaching a wider audience, offering flexibility, and building a productive learning community. The multidimensional strategy of IGI Serang City has not only succeeded in improving teachers' professional competence but also fostered a culture of sharing and scientific literacy, making it a relevant model for other teacher professional organizations.