Zidni Ilman NZ
STIT Buntet Pesantren Cirebon

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Influence of Akidah Akhlak Learning and Digital Literacy on Students’ Anti-Cyberbullying Behavior Sopidi, Sopidi; Ilman NZ, Zidni; Bahrul Hayat, Ahmad; Mujadid, Muhamad; Sapari, Sapari
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 8 No 2 (2025): Muaddib: Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v8i2.33277

Abstract

Cyberbullying has emerged as a critical issue among adolescents, necessitating effective educational interventions. This study aims to analyze the effect of integrating Akidah Akhlak learning and digital literacy on students’ anti-cyberbullying behavior. The study employed a positivist quantitative approach using a quasi-experimental method with a Non-equivalent Control Group Design, as it utilized existing classes without random assignment of participants. The research was conducted at MTs NU Putra 2 Buntet Pesantren Cirebon and involved 47 students, consisting of 23 seventh-grade students as the experimental group and 24 eighth-grade students as the control group. The sampling technique applied was purposive sampling as well as total sampling, since the entire accessible population was included in the study. Data were collected using standardized and validated questionnaires to measure students’ attitudes and behaviors related to cyberbullying. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics with the assistance of SPSS version 26, including normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing using the Independent Sample t-test at a significance level of 5% (p < 0,05). The results revealed a significant difference in post-test scores between the experimental and control groups (Sig. 0,000 < 0,05), with the experimental group achieving a higher mean score (85,50) compared to the control group (72,15). It can be concluded that integrating spiritual values through Akidah Akhlak learning with digital literacy competencies is effective in strengthening students’ anti-cyberbullying behavior; therefore, schools are encouraged to systematically combine moral education with the enhancement of digital literacy.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS NILAI ISLAM DI LEMBAGA PENDIDIKAN: KAJIAN PUSTAKA KRITIS Neng Wardatushobariah; Resi Dazia; Zidni Ilman NZ
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/pemk6x33

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis implementasi manajemen berbasis nilai Islam di lembaga pendidikan melalui pendekatan kajian pustaka kritis. Pendekatan ini digunakan untuk mengevaluasi literatur yang relevan mengenai prinsip-prinsip dasar, bentuk penerapan, tantangan, serta strategi implementasi manajemen Islami. Data dikumpulkan dari berbagai sumber akademik terpercaya seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik, yang dianalisis secara tematik melalui pendekatan reflektif-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen berbasis nilai Islam mengintegrasikan nilai-nilai tauhid, amanah, keadilan, musyawarah, dan ihsan dalam seluruh fungsi manajerial lembaga pendidikan. Implementasi nilai-nilai ini dapat memperkuat karakter lembaga dan membentuk budaya kerja yang berakhlak. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan seperti lemahnya pemahaman konseptual, rendahnya budaya organisasi berbasis nilai, dan dominasi sistem manajemen sekuler. Kajian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kepemimpinan, pembinaan budaya organisasi Islami, serta dukungan kebijakan yang sistematis.
PENDIDIKAN MORAL DI TENGAH KRISIS ETIKA GENERASI MUDA Andika Pratama; Zidni Ilman NZ
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/zw2r0947

Abstract

This study examines the implementation of moral education in addressing the ethical crisis among the younger generation, particularly students at MTS Nurul Huda Banjar Agung Mataram. The ethical crisis, characterized by a decline in moral values, manners, and positive character among the younger generation, poses a serious challenge in the world of education. This study uses a qualitative approach with a case study method to analyze the moral education strategies implemented in the madrasah. Data were collected through observation and in-depth interviews with teachers and the principal. The results show that moral education at MTS Nurul Huda Banjar Agung Mataram is implemented through the integration of Islamic values in learning, the cultivation of noble character, teacher role modeling, and character-based extracurricular programs. However, there are still various obstacles, such as the influence of social media, peer groups, and minimal parental involvement. This study recommends the need for synergy between schools, families, and communities in strengthening moral education for the younger generation.
OPTIMALISASI BUDAYA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Zidni Ilman NZ
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/yhdbse39

Abstract

Budaya sekolah yang kuat dan positif memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lembaga pendidikan Islam, namun masih banyak tantangan dalam mengoptimalkan implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi budaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengidentifikasi mekanisme implementasinya di lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan pendekatan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang mengedepankan nilai-nilai religius, disiplin, kolaborasi, dan interaksi positif antara guru dan siswa berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar dan hasil akademik siswa. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa penguatan identitas religius, norma kolaboratif, dan rutinitas refleksi harian berfungsi sebagai elemen penting dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif. Secara praktis, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model budaya sekolah yang lebih holistik dalam pendidikan Islam dan menawarkan rekomendasi untuk peningkatan pelatihan guru serta peran kepala sekolah dalam mengintegrasikan budaya sekolah ke dalam praktik pedagogis. Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan yang terbatas pada beberapa lembaga, sehingga penelitian lebih lanjut dengan pendekatan kuantitatif dan sampel yang lebih luas sangat diperlukan.
MODERNISASI MANAJEMEN KURIKULUM DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN PENDIDIKAN MUHAMMAD ABDUH: ANALISIS KONSEP DAN IMPLIKASINYA Zidni Ilman NZ
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/zff98w66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan modernisasi manajemen kurikulum dalam perspektif pemikiran pendidikan Muhammad Abduh, serta implikasinya bagi praktik pengelolaan kurikulum di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif, yang memungkinkan penelitian untuk mengeksplorasi fenomena dalam konteks pendidikan Islam. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan 10 informan yang dipilih melalui purposive sampling dari madrasah dan pesantren di Jawa dan Sumatra. Temuan utama penelitian ini mencakup tiga tema: pertama, integrasi nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern; kedua, kendala dalam praktik manajerial kurikulum yang terperangkap dalam tradisi birokratis; dan ketiga, pembaruan metode pembelajaran berbasis teknologi yang masih terbentur oleh kesenjangan digital. Temuan ini mengonfirmasi pentingnya modernisasi manajerial yang lebih fleksibel, penguatan kapasitas kepemimpinan pendidikan, serta peningkatan kompetensi teknologi bagi guru untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum berbasis nilai-nilai agama dan sains. Penelitian ini berkontribusi dalam memperdalam pemahaman tentang penerapan pemikiran Muhammad Abduh dalam konteks kurikulum pendidikan Islam, dan memberikan saran untuk penelitian lebih lanjut tentang pengaruh pelatihan teknologi guru dalam pendidikan Islam di Indonesia.