Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Preferensi Peternak terhadap Bangsa Ternak Babi Rakyat: Studi Kasus di Desa Tasinifu Kecamatan Mutis Kabupaten Timor Tengah Utara Fransiska Hoar; Josua Sahala; Wolfhardus Vinansius Feka; Marselinus Banu; Maria Magdalena Kapitan; Maria Wilfrida Kolo; Vianey Deasni Seran
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 5 No. 1 (2026): April : JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v5i1.8645

Abstract

As an agricultural country, Indonesia is able to meet the demand for animal protein in the form of meat. Pigs are a potential business opportunity for some people because they are a promising livestock business. The study aims to determine the characteristics of livestock farmers and preferences for pig livestock in Tasinifu Village, Mutis District, North Central Timor Regency. This study was designed using a survey method. The technique for determining the research location used a purposive technique (intentionally) because Tasinifu Village is a village that has the highest pig population in Mutis District, TTU Regency. Data analysis was done using a quantitative descriptive method. The results of the study showed that livestock farmers were aged 18-40 years (31.67%), female farmers (55%), the highest level of education was elementary school (61.67%), the highest number of family dependents was 4-6 people (23.33%), livestock experience was 2-10 years (95%), dominant livestock ownership was 2-5 pigs with the majority of farmers working as farmers (97%), with land area owned 0-025/ha (66.67%). Pigs aged 5-7 months (41.67%), the most commonly raised breed is the Timor pig (75%), with female Calamine (58.33%), black skin (55%), and medium body weight (80%). The livestock raising sistem is intensive (80%), and the use of feed and agricultural waste (62%).
Pemberdayaan dan Integrasi Jagung-Sapi terhadap Peningkatan Produktivitas Ternak Sapi di Desa Atmen Kecamatan Insana Barat Josua Sahala; Marselinus Banu; Mardit Nikodemus Nalle; Jefrianus Neonnub; Oktovianus Rafael Nahak T. B.; Aristo Kurniawan Sio; Maria Magdalena Kapitan; Stefanus Rian Uskono; Sigit Bertus Missa; Ferninandus Nino
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 4 (2026): November: Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v5i4.8010

Abstract

Keterbatasan pakan pada musim kemarau menjadi kendala utama usaha sapi potong rakyat di Desa Atmen, Kecamatan Insana Barat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas Kelompok Tani Sanubari melalui integrasi jagung-sapi dengan mengolah biomassa jagung dan hijauan lokal menjadi silase serta memantau kondisi tubuh ternak. Program tahun 2026 dilaksanakan melalui survei kebutuhan, penyuluhan, pelatihan praktik, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi sebelum-sesudah pada lima indikator keberdayaan terkait silase. Rata-rata tingkat keberdayaan meningkat dari 39,0% menjadi 85,0%, atau naik 46,0 poin persentase dan 117,9% secara relatif. Peningkatan terbesar sebesar 50 poin persentase terjadi pada keterampilan pencacahan, pencampuran, dan fermentasi silase. Silase yang dihasilkan disimpan dalam drum tertutup sebagai cadangan pakan saat hijauan terbatas. Pemantauan lapangan menunjukkan penerimaan pakan yang baik dan perbaikan kondisi tubuh secara visual setelah penggunaan silase. Namun, catatan Body Condition Score (BCS) individual dan data bobot berulang belum tersedia secara lengkap sehingga perubahan BCS dan PBBH tidak dihitung secara statistik. Program ini memperkuat keterampilan produksi silase dan menjadi dasar bagi pemantauan BCS yang lebih terstandar pada kegiatan berikutnya.