Kurnia Mariatul Qiftih
Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Konseling Keluarga Berencana Terhadap Minat Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Kurnia Mariatul Qiftih; Rosmiati Rosmiati
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1044

Abstract

The Family Planning (FP) program is a strategic effort to control population growth and improve maternal and child health. Long-term contraceptive methods (LMPs), such as intrauterine devices (IUDs), implants, and sterilization, have been proven to be more effective and efficient than short-term methods. However, the use of LMPs remains relatively low. One factor contributing to the low use of LMPs is a lack of understanding and interest among couples of childbearing age due to limited information. This study aims to determine the effectiveness of family planning counseling on interest in using long-term contraceptive methods. The research method used was a quantitative approach with a pre-experimental design. The results showed that family planning counseling significantly increased interest in using LMPs. Therefore, high-quality and continuous family planning counseling is crucial for increasing the use of LMPs.
Edukasi Perawatan Luka Pasca Operasi untuk Mencegah Infeksi Suaib Suaib; Kurnia Mariatul Qiftih; Iin Fadhilah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1068

Abstract

Postoperative wound care is a crucial part of the healing process and infection prevention. Lack of knowledge among patients and families regarding proper wound care can increase the risk of surgical wound infections. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of patients and families in performing postoperative wound care independently and correctly. The activity included counseling, interactive discussions, demonstrations, and hands-on practice. The results of the activity indicated an increase in participants' understanding of the principles of postoperative wound care and infection prevention. This activity is expected to increase patient independence in wound care and reduce the risk of postoperative infection.
Efektivitas Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Kurnia Mariatul Qiftih; Cakrawati R Cakrawati R; Hijrah Hijrah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1499

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, serta kualitas hidup. Nyeri haid umumnya disebabkan oleh peningkatan produksi prostaglandin yang memicu kontraksi uterus berlebihan sehingga menimbulkan iskemia dan rasa nyeri. Selain terapi farmakologis, penggunaan kompres hangat merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, mudah dilakukan, dan memiliki biaya rendah untuk mengurangi intensitas nyeri. Tujuan: Menganalisis efektivitas kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group design. Sampel terdiri atas 60 remaja putri yang mengalami dismenore primer dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) serta kelompok kontrol (n=30). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi diberikan kompres hangat bersuhu 38–40°C selama 20 menit pada bagian abdomen bawah, sedangkan kelompok kontrol memperoleh edukasi kesehatan tanpa pemberian kompres hangat. Analisis data menggunakan uji paired t-test, independent t-test, dan ANCOVA dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Rerata skor nyeri pada kelompok intervensi menurun secara bermakna dari 6,83±1,12 menjadi 2,97±1,08 (p<0,001), sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami penurunan kecil dari 6,67±1,20 menjadi 5,83±1,15 (p=0,084). Analisis antar kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan setelah intervensi (p<0,001). Kesimpulan: Pemberian kompres hangat efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang mudah diterapkan di rumah maupun di lingkungan sekolah.