Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Policy Specialisation: A Meta-Analysis of Abil Hasan's Thoughts Al-Mawardi in the Book of "Ahkam us-Shulthaniyah" Jasmadi; Chairul Bariah; Erna Fitriani Hamda; Lasri Lasri; Juaris Juaris; Muhammad Yusuf Zulkifli; Ilham Ilham
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v3i2.118

Abstract

Policy specialisation is a concept developed in the application of knowledge and technical skills in a particular field to design and implement effective policies. This research has an urgency on the need to understand and apply the principles of policy specialisation in modern times, as well as to explore the relevance of classical thought in contemporary policy theory. The purpose of the research is to analyse the concept of policy specialisation and map the relevance of these principles with the thoughts of Abil Hasan Al-Mawardi in his book "Ahkam us-Shulthaniyah". This research uses a meta-analysis method with a literature study approach (Library Research) by reviewing various literature including classic works and contemporary research, in data collection is done by synthesising data from various secondary sources, such as books, journal articles, and policy reports, as well as primary data from historical documents. The results showed that 1) indicators of the principles of policy specialisation including technical expertise, specific issues, and division of tasks, in line with Abil Hasan Al-Mawardi's thoughts in "Ahkam us-Shulthaniyah" are still in line with many of the principles covered in the concept of Policy Specialisation. Al-Mawardi strongly emphasises the technical expertise of stakeholders in state administration, both a clear division of roles in government and consistency in the application of laws and policies; 2) Meta-analysis of Al-Mawardi's thought shows that although his work was written in the 11th century many of the principles of state administration put forward in the book "Ahkam us-Shulthaniyah" can be applied in contemporary policy design. Al-Mawardi's contribution provides the foundation (Policy Specialisation) of policy specialisation in public administration, especially in governance that requires high coordination and consistency. This research confirms that the integration between classical theory and modern policy can enrich the understanding and implementation of public policy and provide a solid basis for the development of contemporary policy theory and practice.
PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM STUDI ISLAM KONTEMPORER: PENGEMBANGAN KOLABORASI ANTARA ULAMA DAN INTELEKTUAL MUSLIM Jasmadi; Adnin AS; Muhammad Yusuf zulkifli
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Iktibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v3i1.119

Abstract

Pendekatan interdisipliner telah menjadi semakin penting dalam menjawab permasalahan kompleks yang dihadapi oleh komunitas Islam kontemporer. Penelitian ini didasari dari kesenjangan paradigma secara epistimologis, Ulama (tradisional) yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang teks-teks agama dan hukum Islam, namun kurang familiar dengan metodologi ilmiah dan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Sebaliknya, intelektual muslim di universitas cenderung menguasai metodologi ilmiah tetapi kurang mendalami studi keislaman tradisional yang mengakibatkan terbatasnya dialog dan integrasi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan kontemporer. Fokus penelitian ini yaitu 1) Bagaimana pengembangan kolaboratif ulama dan intelektual muslim melalui pendekatan interdisipliner dalam studi Islam kontemporer; 2) bagaimana dampak pengembangan kolaboratif ulama dan intelektual muslim dalam studi islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kolaboratif ulama dan intelektual muslim melalui pendekatan interdisipliner dalam studi islam kontemporer; dampak pengembangan kolaboratif ulama dan intelektual muslim dalam studi Islam kontemporer. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Adapun Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pengembangan kolaborasi antara ulama (tradisional) dan intelektual muslim melalui pendekatan interdisipliner dalam studi islam kontemporer tidak hanya memperkuat integrasi ilmu pengetahuan, akan tetapi juga mendorong inovasi dalam pendidikan dan penelitian; 2) Pendekatan interdisipliner memiliki dampak yang berpotensi besar untuk memperkuat fondasi intelektual komunitas Islam dan mempromosikan perkembangan keilmuan yang lebih inklusif dan berkelanjutan dalam membangun serta memecahkan masalah umat islam kontemporer.