Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Budaya Literasi Melalui Pendampingan Pembuatan Pojok Literasi di SMPN 9 Buton Tengah Basri; Maudin; Muhamad Ridwan; Jufri; Irma Oihu; Niken Handayani; La Ode Fajrul Islam Sabti; Gabriel Fredi Daar
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 1 (2025): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i1.7716

Abstract

Budaya literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Namun, di wilayah 3T seperti Buton Tengah, literasi siswa masih tergolong rendah akibat minimnya sarana pendukung dan kurangnya keterlibatan guru dalam pengelolaan kegiatan literasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan budaya literasi melalui program pendampingan pembuatan pojok literasi yang layak dan menarik di SMPN 9 Buton Tengah. Metode pelaksanaan mencakup tahap perencanaan berupa observasi kebutuhan, penyusunan desain ruang baca, serta pelatihan guru terkait strategi literasi yang aplikatif. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kolaborasi aktif warga sekolah dalam membangun pojok literasi, pengadaan bahan bacaan yang sesuai, serta pendampingan guru dalam merancang dan mengimplementasikan program literasi kelas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pojok literasi yang dirancang secara estetis dan fungsional mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap aktivitas membaca. Selain itu, kapasitas guru dalam mengelola kegiatan literasi meningkat melalui pelatihan dan praktik langsung, yang mendorong mereka menjadi agen penggerak literasi sekolah. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komunitas belajar yang kolaboratif antara guru dan siswa. Secara keseluruhan, pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat budaya literasi berbasis partisipasi dan konteks lokal. Program ini dapat dijadikan model replikatif bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil lainnya yang menghadapi tantangan serupa dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.