Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Strategy To Prevent Bullying Acts In Elementary School Students At SDN 2 Lamangga Baubau City Safaruddin Yahya; Muhamad Ridwan; Maudin; La Hanuddin; Rahmat Haniru; La Jidi; Wa Disa; Nurma
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 2 No. 4 (2024): DECEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the role of the principal and all levels of teachers in the SD Negeri 2 Baubau school environment in preventing students from carrying out bullying behavior towards each other, whether intentional bullying, verbal or non-verbal. Bullying is the cause of decreased student learning achievement and results in low levels of student self-confidence. This research is field research with a qualitative approach with data collection methods, namely research field observations, interviews and documentation.  The subjects studied were students in grades V and VI at SDN 2 Lamangga. The results of the research show that the school implemented five strategic steps as an effort to prevent bullying in the school environment, including; 1) provide an explanation to students regarding the impact of bullying which will be experienced directly by the victim, 2) build the perception that all students are equal in social status, 3) Provide punishment for bullying behavior directly, 4) Give rewards to students for speaking politely, 5) instill a sense of caring for fellow students.
The Influence of Using the Murottal Method in Improving the Reading of Mad Laws in Surah Ar-Rahman Maudin; Muhamad Ridwan; Rusli; Basri
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 3 No. 3 (2025): SEPTEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the effect of the murottal method on improving fifth-grade students’ understanding of madd rules in Surah Ar-Raḥman at SDN 3 Katobengke. Madd rules constitute an essential component of tajwid and require auditory sensitivity and consistent practice to distinguish correct elongation length in Qur’anic recitation. A quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The participants were 28 students from Grade 5 selected through total sampling. Data were collected using test and non-test techniques. Test instruments included a written pretest and posttest assessing students’ ability to identify madd locations, classify madd types, and determine appropriate elongation length, as well as an oral recitation performance test evaluated with an analytic rubric measuring accuracy of madd duration, fluency, and tempo consistency. Non-test data were gathered through classroom observation sheets documenting instructional implementation and student engagement, supported by recitation recordings as documentation. Data analysis involved descriptive statistics and inferential testing using a paired-samples t-test, preceded by assumption checks for normality. Learning improvement was also examined using N-gain to categorize individual progress. The results indicate a significant increase in students’ written test scores and oral recitation performance after the implementation of murottal-based instruction. Observational data further reveal improved student participation, greater awareness of madd segments, and increased self-correction behaviors during practice. The most substantial gains were found in identifying mad ṭabī‘ī and distinguishing madd forms associated with hamzah, while some difficulties persisted in waqf-dependent madd types (e.g., arid li-s-sukun). Overall, the study concludes that the murottal method effectively enhances students’ tajwīd competence in madd rules by providing accurate recitation models and structured repetitive practice, and it recommends targeted reinforcement for waqf-related rules and sustained practice beyond classroom sessions.
Literature Review of Islamic Cultural History Learning Media on the Implications of Contextual Learning in Madrasah La Jusu; Maudin; Madi
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 3 No. 2 (2025): JUNE, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The subject of Islamic Cultural History (Sejarah Kebudayaan Islam/SKI) holds a strategic position in madrasah education, as it not only conveys historical knowledge but also instills values, shapes character, and strengthens Islamic identity. However, SKI learning at the Madrasah Aliyah level still faces challenges, particularly in the use of conventional media that lack contextual relevance to the needs of 21st-century learners. This study aims to identify the types of instructional media that have been used in SKI teaching and evaluate their relevance to the pedagogical needs of madrasah students. The method employed is a systematic literature review (library research) with a qualitative approach using thematic analysis of scholarly sources published over the past ten years. The study identified three key media types that are both relevant and effective: audiovisual media (films), question cards, and the Canva application. These media have been found to enhance student engagement, strengthen historical understanding, and integrate Islamic values into learning in a contextual and engaging manner. This study recommends the development of SKI instructional media that is adaptive to digital literacy, value-based, and aligned with the characteristics of madrasah students, thereby promoting more transformative and meaningful learning.
URGENSI PENGUASAAN MATERI AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA KELAS VIII MTs LAPANDEWA KABUPATEN BUTON SELATAN Sulasri; Maudin; Rusli
SYATTAR Vol. 5 No. 1 (2024): Jurna Syattar: Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang urgensi penguasaan materi Aqidah Akhlak dalam membentuk kepribadian siswa kelas VIII MTs Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Tiga masalah dalam penelitian ini, yakni: 1) Bagaimana penguasaan materi Aqidah Akhlak pada siswa MTs Lapandewa Kabupaten Buton; 2) bagaimana kepribadian siswa MTs Lapandewa Kabupaten Buton Selatan; 3) bagaimana urgensi penguasaan materi Aqidah Akhlak dalam membentuk kepribadian siswa MTs Lapandewa Kabupaten Buton Selatan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan dalam upaya mengumpulkan data, peneliti menggunakan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisa data menggunakan analisa data kualitatif, yakni: kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran Aqidah Akhlak adalah cukup baik, yang dibuktikan dengan nilai siswa yang melampaui KKM mata pelajaran Aqidah Akhlak; 2) Kepribadian siswa cukup baik, sebagai wujud dari penguasaan materi Aqidah Akhlak; 3) Penguasaan siswa pada materi qidah Akhlak memiliki urgensi terhadap pembentukan akhlak siswa Kelas VIII MTs Lapandewa Kaindea Kabupaten Buton Selatan
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SDS IT Khoiru Ummah Aci; Basri; Maudin
SYATTAR Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal: Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peranan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi kenakalan siswa di SDS IT Khoiru Ummah Kabupaten Buton. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu bentuk-bentuk kenakalan siswa, faktor-faktor penyebab kenakalan, serta strategi yang dilakukan guru PAI dalam menanggulanginya. Kenakalan siswa menjadi persoalan penting karena pembelajaran agama sering dipersepsikan monoton dan kurang menarik, sehingga berpengaruh terhadap sikap dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 22 orang yang dipilih dari populasi sebanyak 148 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kenakalan siswa di SDS IT Khoiru Ummah terdiri atas kenakalan ringan seperti terlambat datang ke sekolah dan tidak masuk tanpa keterangan, serta kenakalan berat berupa perkelahian antarsiswa. Faktor penyebab kenakalan meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat, termasuk pengaruh negatif kemajuan teknologi. Guru PAI berperan aktif melalui strategi preventif, seperti kegiatan keagamaan dan kerja sama dengan orang tua, serta strategi kuratif melalui pendekatan personal dan pembinaan moral siswa.
Pengembangan Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Implementasi Ebooks Muhammad Yusnan; Farisatma; La Ode Fajrul Islam Sabti; Jufri Agus; Abdul Rahim; Jufri; Rusli; Maudin
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 2 No. 1 (2024): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v2i1.7005

Abstract

Penggunaan ebooks juga mendukung keberlanjutan, karena mengurangi ketergantungan pada buku cetak dan berdampak positif pada lingkungan. Dengan fitur interaktif ini, ebooks menjadi alat yang efektif untuk mengasah keterampilan digital sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Masyarakat. Ebooks memungkinkan akses setara ke materi pendidikan, bahkan untuk siswa di daerah terpencil atau yang memiliki keterbatasan fisik. Dengan opsi seperti pembesaran teks, pembacaan suara otomatis, dan penerjemahan, ebooks memudahkan siswa dengan kebutuhan khusus untuk tetap bisa belajar dengan nyama. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk mengembangkan Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Implementasi Ebooks. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan analisis situasi di SD Negeri 3 Katobengke. Langkah ini dilakukan melalui survei awal untuk mengetahui tingkat literasi digital guru, kendala yang dihadapi, dan ketersediaan infrastruktur seperti perangkat teknologi dan akses internetHasil pengabdian ini menunjukan bahwa kegiatan Pengembangan Literasi Digital Guru SD Negeri 3 Katobengke melalui Implementasi Ebooks, pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan keterampilan digital guru dalam memanfaatkan ebooks untuk pembelajaran. Hal ini mendorong perubahan metode pengajaran yang lebih kreatif dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Meskipun demikian, perlu adanya perbaikan infrastruktur teknologi dan pendampingan berkelanjutan agar program ini dapat berjalan optimal.
Edukasi Akhlak Tercela Melalui Media Video Kartun Animasi Pada Anak di TPQ Al – Ikhlas Kota Baubau Nurul Khatimah; Resna Yanti; Ainul Yakin Oktaviani; Madi; Sulastri; Rusli; Muhamad Ridwan; Maudin
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 2 No. 2 (2024): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v2i2.7030

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai akhlak tercela kepada anak-anak di TPQ Al-Ikhlas Kota Baubau melalui media video kartun animasi. Media animasi dipilih karena daya tarik visualnya yang tinggi dan kemampuannya menyampaikan pesan moral dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Program ini melibatkan 15 anak usia 6–12 tahun, dengan lima sesi pemutaran video animasi yang membahas berbagai topik akhlak tercela, seperti berbohong, sombong, dan malas. Setelah menonton video, dilakukan diskusi interaktif untuk memperkuat pemahaman anak-anak terhadap pesan moral yang disampaikan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai akhlak tercela, diikuti dengan perubahan perilaku positif. Anak-anak lebih sadar akan dampak perilaku buruk dan termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, program ini memberikan dampak signifikan dalam mendukung pembentukan karakter anak yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Optimalisasi Budaya Literasi Melalui Pendampingan Pembuatan Pojok Literasi di SMPN 9 Buton Tengah Basri; Maudin; Muhamad Ridwan; Jufri; Irma Oihu; Niken Handayani; La Ode Fajrul Islam Sabti; Gabriel Fredi Daar
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 1 (2025): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i1.7716

Abstract

Budaya literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Namun, di wilayah 3T seperti Buton Tengah, literasi siswa masih tergolong rendah akibat minimnya sarana pendukung dan kurangnya keterlibatan guru dalam pengelolaan kegiatan literasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan budaya literasi melalui program pendampingan pembuatan pojok literasi yang layak dan menarik di SMPN 9 Buton Tengah. Metode pelaksanaan mencakup tahap perencanaan berupa observasi kebutuhan, penyusunan desain ruang baca, serta pelatihan guru terkait strategi literasi yang aplikatif. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kolaborasi aktif warga sekolah dalam membangun pojok literasi, pengadaan bahan bacaan yang sesuai, serta pendampingan guru dalam merancang dan mengimplementasikan program literasi kelas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pojok literasi yang dirancang secara estetis dan fungsional mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap aktivitas membaca. Selain itu, kapasitas guru dalam mengelola kegiatan literasi meningkat melalui pelatihan dan praktik langsung, yang mendorong mereka menjadi agen penggerak literasi sekolah. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komunitas belajar yang kolaboratif antara guru dan siswa. Secara keseluruhan, pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat budaya literasi berbasis partisipasi dan konteks lokal. Program ini dapat dijadikan model replikatif bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil lainnya yang menghadapi tantangan serupa dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Media Edukasi Nilai Islam Anak Usia Dini Melalui Lomba Mewarnai dalam Safari Ramadhan di Wabula La Jusu; Maudin; Resna Yanti; Herawati; Tobing; Nur Aisya
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 1 (2025): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i1.8051

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan media edukasi nilai Islam bagi anak usia dini melalui kegiatan lomba mewarnai dalam rangka Safari Ramadhan di Kecamatan Wabula. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pendekatan pendidikan nilai yang kontekstual, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, khususnya di lingkungan masyarakat yang memiliki tradisi keagamaan kuat namun masih terbatas dalam pemanfaatan media edukatif kreatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan kegiatan edukatif, pelaksanaan lomba mewarnai, serta evaluasi reflektif bersama masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa aktivitas mewarnai berbasis nilai Islam mampu meningkatkan pemahaman awal anak terhadap nilai-nilai keagamaan seperti kebersihan, kasih sayang, dan kebersamaan, serta mendorong keterlibatan aktif anak dan orang tua dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini juga memperkuat peran masyarakat sebagai mitra pendidikan dan meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pembinaan karakter sejak usia dini. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan model pendidikan nilai Islam yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi pada kegiatan keagamaan berbasis komunitas di wilayah lain. 
Penguatan Pendidikan Karakter Siswa melalui Program Edukasi Berbasis Sekolah di SDN 2 Buton Tarno; Juharmin Suruambo; La Ode Fajrul Islam Sabti; Muhamad Ridwan; Maudin
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i2.8057

Abstract

Penguatan pendidikan karakter merupakan salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan dasar, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan budaya digital yang semakin kompleks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui program edukasi berbasis sekolah di SDN 2 Buton. Pendekatan yang digunakan adalah edukatif-partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan lingkungan sekolah sebagai satu kesatuan ekosistem pembelajaran. Program dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan kegiatan, implementasi pembelajaran berbasis nilai, serta evaluasi dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sekolah mampu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman guru terhadap pentingnya integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah. Program ini juga mendorong terbentuknya iklim sekolah yang lebih kondusif dan partisipatif dalam mendukung pembentukan karakter siswa. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan karakter yang kontekstual dan berkelanjutan. Model yang dihasilkan berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lain dengan karakteristik serupa, serta menjadi rujukan dalam pengembangan program pendidikan karakter berbasis sekolah di tingkat pendidikan dasar.