Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN DAN AGAMA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Siti Khumairah; Mumun; Latifah
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2025): November - April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integration of science and religion has become a key issue in the development of Islamic Education (PAI) curriculum in higher education. This integration aims to eliminate the dichotomy between religious knowledge and secular sciences, enabling Islamic understanding to be not only theological but also compatible with modern scientific developments. This study aims to analyze the concept of science–religion integration in PAI curricula, its implementation, and the challenges encountered by higher education institutions. The research approach is qualitative, employing a literature-based analysis from relevant scholarly sources. The findings reveal that integration can be strengthened through holistic paradigms, value-based curriculum design, and the use of scientific knowledge as an instrument to reinforce Islamic teachings. Implementation strategies include interdisciplinary learning, contextual teaching, and content delivery aligned with technological advancements. The integration significantly contributes to character formation, enhancement of religious literacy, and students’ adaptive abilities in facing global challenges. However, major obstacles include existing dichotomous thinking, limited interdisciplinary lecturer competencies, and weak synergy between religious and secular academic institutions. Therefore, universities need to design innovative and collaborative PAI curricula that respond to the dynamics of scientific development. 
PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF AGAMA Nia Anugrah Ramadhani Safitri; Sallsanabilla Ramadani; Latifah
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2025): November - April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of science and technology has become a dominant force shaping modern civilization. However, this progress cannot be separated from the ethical, moral, and spiritual dimensions emphasized by religion. This article aims to explore the relationship between science, technology, and religion from an integrative perspective, focusing on how religious values guide and give meaning to scientific advancement. The research method used is library research with philosophical and theological approaches. The results show that religions such as Islam, Christianity, Hinduism, and Buddhism view science as part of humanity’s search for divine truth. In Islam, for instance, knowledge (‘ilm) is regarded as a form of worship and moral responsibility. Technology is also seen as a means for public welfare rather than domination over nature. This study emphasizes the importance of integrating science and religion to achieve ethical and civilized progress. Thus, technological advancement should be directed toward human welfare, ecological balance, and spiritual development.
Konsep Manusia dan Perspektif Islam dalam Landasan Dasar Etika Kerja di Bidang Pelayanan Administrasi Kesehatan Thania Familasari; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1517

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep manusia dalam perspektif Islam sebagai landasan etika kerja di bidang pelayanan administrasi kesehatan. Dalam konteks pelayanan publik, khususnya administrasi kesehatan, manusia bukan hanya dilihat sebagai sumber daya kerja, melainkan sebagai khalifah yang memikul amanah untuk memberikan pelayanan yang profesional, adil, dan berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, dan pandangan ulama serta pakar etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep manusia dalam Islam mencakup tiga dimensi utama: spiritual (ruhiyyah), akal (‘aqliyyah), dan fisik (jasadiyyah), yang menjadi dasar pembentukan integritas kerja. Etika kerja Islam dalam pelayanan administrasi kesehatan berlandaskan nilai-nilai seperti amanah (tanggung jawab), ‘adl (keadilan), ihsan (profesionalitas dan empati), serta rahmah (kasih sayang). Dengan memahami hakikat manusia sebagai makhluk yang berakal dan bermoral, pelayanan administrasi kesehatan dapat diarahkan tidak hanya pada efisiensi prosedural, tetapi juga pada kepuasan spiritual dan kemanusiaan pasien. Artikel ini merekomendasikan internalisasi nilai-nilai Islam dalam sistem manajemen dan pendidikan tenaga administrasi kesehatan sebagai upaya membangun etos kerja yang humanis dan berkeadilan.
Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil dan Ibu Nifas dalam Perspektif Agama Husnul Islami; Fatimah Az-Zahra; Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1526

Abstract

Penelitian ini membahas hukum puasa bagi ibu hamil dan ibu nifas dalam perspektif syariat Islam. Ibu hamil dan nifas memiliki kondisi fisiologis dan psikologis khusus yang memengaruhi kemampuan mereka untuk menjalankan puasa secara penuh. Ibu hamil diberikan rukhsah (keringanan) untuk tidak berpuasa apabila khawatir kesehatannya atau janinnya terganggu, sedangkan ibu nifas wajib berbuka selama masa pemulihan pasca-persalinan. Kajian ini menggunakan pendekatan library research dengan metode kualitatif deskriptif, menelaah Al-Qur’an, Hadis, pendapat ulama, dan literatur fikih modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syariat Islam menekankan prinsip kemudahan (taysir), rahmat (rahmah), dan perlindungan nyawa (hifzh al-nafs), sehingga ibu tetap dapat memenuhi kewajiban ibadah tanpa membahayakan kesehatan. Penggantian puasa (qada) atau pembayaran fidyah menjadi mekanisme untuk menyeimbangkan kewajiban ibadah dengan kondisi nyata. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi ibu, keluarga, dan tenaga medis dalam mendukung pelaksanaan puasa yang aman, bijaksana, dan penuh hikmah
Konsep dalam Kemanusiaan: Tinjauan Komparatif Sikap, Etika, Moralitas, Akhlak dan Ihsan Yesa Rona Puspita; Paramitha; Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1527

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membedah dan membandingkan lima konsep krusial dalam studi perilaku manusia: Sikap, Etika, Moralitas, Akhlak, dan Ihsan. Kelima konsep ini sering digunakan secara bergantian, namun memiliki domain operasional, sumber otoritas, dan tingkat kedalaman yang berbeda dalam membentuk kualitas individu. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif dengan penekanan pada pemisahan batas-batas konseptual di antara terminologi-terminologi tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sikap berada pada ranah psikologis-behavioral, Moralitas dan Etika membentuk kerangka normatif sosial dan rasional, sedangkan Akhlak dan Ihsan merepresentasikan dimensi internalisasi dan spiritualitas tertinggi. Pemahaman yang jelas atas perbedaan dan interkoneksi kelima konsep ini sangat esensial untuk pembangunan etika praktis dan pembentukan karakter yang komprehensif.
HAKIKAT MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM Agustina Effendi; Latifah
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v3i2.1512

Abstract

Kajian mengenai hakikat manusia merupakan inti dari filsafat dan teologi Islam. Pemahaman yang komprehensif tentang eksistensi, kedudukan, dan tujuan penciptaan manusia sangat krusial untuk membentuk perilaku, moral, dan sistem kehidupan Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis pandangan Islam mengenai hakikat manusia, meliputi aspek penciptaan (khalq), kedudukan (khalifah dan 'abd), dimensi spiritual dan material, serta potensi dan tanggung jawabnya di dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi literatur (library research). Sumber data utama adalah Al-Qur'an dan Hadis, serta literatur-literatur keislaman, tafsir, dan karya ilmiah terkait yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025). Pembahasan mengenai bahwa manusia dalam Islam bersifat dwi-dimensi, terdiri dari jasad (materi) dan ruh (spiritual). Manusia diciptakan dengan kedudukan ganda sebagai 'Abdullah (hamba Allah) dan Khalifatullah (pemimpin di bumi), yang dibekali akal ('aql), hati (qalb), dan fitrah. Eksistensi manusia adalah sebuah amanah yang mengikatnya pada tanggung jawab moral dan ibadah. Kesimpulan artikel ini bahwa hakikat manusia dalam Islam adalah makhluk teosentris yang bertujuan untuk beribadah kepada Allah SWT (QS. Adz-Dzariyat: 56) dan memakmurkan bumi. Pemahaman atas hakikat ini menuntut adanya keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan material dan spiritual untuk mencapai falah (kebahagiaan dunia dan akhirat).
MARTABAT MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN: ANTARA KEIMANAN, KETAKWAAN DAN AMAL SALEH Mohammad Luthfi Ansary; Latifah
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v3i2.1513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep martabat manusia dalam perspektif Al- Qur’an dengan menekankan keterkaitan antara keimanan, ketakwaan, dan amal saleh sebagai dasar pembangunannya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, terutama QS. Al-Isrā’: 70, QS. Al-Hujurāt: 13, dan QS. At-Tīn: 4–6, serta ditunjang oleh karya tafsir klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa martabat manusia dalam Al-Qur’an tidak hanya bertumpu pada aspek penciptaan yang membawa kelebihan dan kemuliaan dibanding makhluk lainnya, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas internal manusia berupa keimanan dan ketakwaan. Keimanan memberikan orientasi spiritual dan teologis, ketakwaan menjadi standar moral dan etis dalam hubungan dengan Allah dan sesama, sementara amal saleh merupakan manifestasi nyata yang membuktikan kualitas tersebut dalam tindakan sosial. Dengan demikian, martabat manusia menurut Al-Qur’an bersifat dinamis: ia dapat meningkat melalui ketaatan dan amal kebaikan, atau menurun ketika manusia mengabaikan nilai-nilai ilahiah dan moral. Kajian ini menyimpulkan bahwa keimanan, ketakwaan, dan amal saleh merupakan tiga pilar utama pembentukan martabat manusia yang paripurna dalam perspektif Islam.