Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of Varied Learning and Parental Collaboration in Improving the Quality of Learning Nurul Lailatul Fitriah; Siti Nurhasanah; Tulai Hahning Safitri; Nur Azizah
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/alfikru.v20i1.967

Abstract

Islamic Religious Education plays a crucial role in shaping students’ character, morals, and spirituality, making effective teaching strategies essential. However, current teaching practices are still characterized by monotonous methods and limited parental involvement. This study aims to analyze the implementation of varied teaching methods and parental collaboration in improving the quality of education at SD IT Al-Izhar Pekanbaru. The study employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers, the principal, and parents via purposive sampling. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while triangulation was used to ensure data validity. The findings indicate that varied learning through group discussions, educational games, and project-based learning can enhance student engagement and understanding. Parent-school collaboration was carried out through intensive communication, parenting programs, and home learning support. These strategies had a positive impact on students’ motivation, participation, and learning outcomes. Overall, the integration of varied learning approaches and active parent collaboration effectively improved the quality of learning.
Aliran Progresivisme dan Essensialisme Dalam Filsafat Pendidikan Islam Muhammad Habby Bullah; Mutiara Selviana; Siti Nurhasanah; Amril M; Liana Novita
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/acj5fs44

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan membandingkan dua aliran berpengaruh dalam filsafat pendidikan, yaitu progresivisme dan esensialisme, khususnya terkait penerapan serta signifikansinya dalam pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang membahas karakteristik utama, tujuan, dan prinsip-prinsip dasar dari kedua perspektif filsafat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progresivisme menekankan pembelajaran berbasis pengalaman, fleksibilitas dalam proses belajar, serta pengembangan potensi individu peserta didik melalui pendekatan yang berorientasi pada siswa. Sebaliknya, esensialisme lebih menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan dasar, kedisiplinan, dan pembentukan karakter melalui kurikulum yang tersusun secara sistematis. Kedua pendekatan ini memiliki peran penting dalam membentuk sistem pendidikan; progresivisme selaras dengan tuntutan pendidikan masa kini yang mengutamakan kreativitas dan kemampuan beradaptasi, sementara esensialisme tetap krusial dalam menjaga pengetahuan fundamental dan nilai-nilai moral. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan prinsip-prinsip progresivisme dan esensialisme dapat menghasilkan sistem pendidikan yang seimbang antara kebebasan belajar dan pengembangan karakter
Transformasi Pendidikan Islam di Era Generative AI: Antara Efektivitas Pembelajaran, Otoritas Keilmuan, dan Etika Akademik Altia Juna; Rini Selviani; Mifta Hussaida Hasibuan; Nikki Azyati; Siti Nurhasanah
Instructional Development Journal Vol. 7 No. 3 (2024): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran Pendidikan Islam, terutama dalam cara peserta didik mengakses informasi, membangun pengetahuan, dan menyelesaikan tugas akademik. Di satu sisi, GenAI menawarkan peluang untuk meningkatkan efektivitas, personalisasi, dan interaktivitas pembelajaran; di sisi lain, penggunaannya menimbulkan persoalan terkait keandalan informasi keagamaan, otoritas keilmuan, integritas akademik, ketergantungan teknologi, dan etika penggunaan kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi Pendidikan Islam di era GenAI dengan memetakan hubungan antara efektivitas pembelajaran, otoritas keilmuan, dan etika akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis tematik terhadap literatur ilmiah mengenai GenAI, pendidikan Islam, literasi digital, epistemologi Islam, dan etika akademik. Analisis diarahkan untuk mengidentifikasi peluang, risiko, serta prinsip pedagogis yang diperlukan dalam mengintegrasikan GenAI ke dalam pembelajaran Pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital tidak cukup diarahkan pada peningkatan efisiensi pembelajaran, tetapi perlu disertai penguatan peran guru sebagai pembimbing epistemik dan moral. Integrasi GenAI perlu didasarkan pada verifikasi informasi, penguatan otoritas sumber keilmuan, transparansi penggunaan AI, dan internalisasi nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta tabayyun. Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual transformasi Pendidikan Islam yang menempatkan teknologi sebagai instrumen pembelajaran, sementara nilai dan otoritas keilmuan tetap menjadi fondasi utama.