Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menuju Model Dialog Kristen yang Inklusif: Integrasi Teologis dari Analisis Perbandingan Agama untuk Pelayanan dan Pendidikan Kristiani Damai Devyana Lande Maure; Victor Deak
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/1pgavw59

Abstract

Penelitian ini mempelajari bagaimana membuat model dialog Kristen yang inklusif dalam konteks pluralisme agama di Indonesia dengan menggunakan pendekatan teologis dan analisis perbandingan agama. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, dengan melihat literatur tentang berbagai sumber teologi, jurnal ilmiah, dan kajian dialog antaraagama. Penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan antara kesetiaan kepada Kristus dan keterbukaan terhadap orang lain adalah cara yang dapat digunakan untuk membangun percakapan Kristen yang inklusif. Dialog dianggap sebagai ekspresi kasih, penghormatan, dan kesaksian gereja di tengah masyarakat yang heterogen, bukan perjanjian iman atau sinkretisme. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai universal seperti kasih, toleransi, keadilan, solidaritas, dan perdamaian dapat berguna untuk membangun relasi lintas agama tanpa menghilangkan identitas teologis masing-masing agama. Berdasarkan temuan ini, model dialog kristosentris, dialogis, humanis, dan kontekstual dibangun. Model ini berguna dalam pelayanan gereja dan pendidikan Kristiani karena dapat membangun kerukunan sosial, meningkatkan rasa saling menghargai, dan menunjukkan kasih Kristus dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai agama. Akibatnya, gereja dan institusi pendidikan Kristen harus mengadopsi pendekatan dialogis yang konstruktif untuk membantu mewujudkan kehidupan bersama yang damai, harmonis, dan berkeadaban di tengah keberagaman agama yang ada di Indonesia.
Implementasi Pendampingan Remaja Berbasis Alkitabiah untuk Penguatan Karakter Kristiani di Gereja Lokal Fanni Boen; Satya Ywana; Victor Deak
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1916

Abstract

Youth mentoring programs represent an important strategy in church ministry to strengthen Christian character among adolescents who face various moral, social, and spiritual challenges in the modern era. However, many churches still lack structured mentoring models that are grounded in biblical values and implemented in a systematic manner. This community service program aims to implement a biblical-based youth mentoring model as an effort to strengthen Christian character and spiritual maturity among adolescents within the context of a local church. The program was conducted through several mentoring activities, including small group spiritual guidance, Bible reflection sessions, interactive discussions, and active involvement of youth in church ministry activities. The implementation involved youth mentors, church leaders, and adolescent participants who took part in the mentoring activities in a participatory manner. The results indicate that a relational and dialogical mentoring approach grounded in biblical values can increase youth participation in church activities, strengthen their faith identity, and foster the development of Christian character such as responsibility, leadership, and spiritual commitment. In addition, the program helps the church develop a more structured and contextual approach to youth spiritual formation. Therefore, a biblical-based youth mentoring model can serve as a strategic approach for churches in nurturing a generation of young believers who reflect Christlike character and contribute positively to the life of the church and society.
Tinjauan Pendidikan Agama Kristen terhadap Sofisme Spiritual: Distorsi Nilai-Nilai Kekristenan dalam Pelayanan Bermotif Finansial Victor Deak; Markus Suwandi; Solihin Bin Nidin
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): MARET
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v5i2.303

Abstract

Fenomena komersialisasi pelayanan rohani dalam gereja kontemporer menunjukkan adanya kecenderungan penggunaan retorika religius untuk membenarkan praktik pelayanan yang berorientasi pada keuntungan finansial. Dalam kajian teologi praktis, fenomena ini umumnya dibahas dalam kerangka etika pelayanan atau kritik terhadap teologi kemakmuran. Namun, pendekatan tersebut belum secara khusus mengkaji praktik tersebut sebagai bentuk sofisme spiritual, yaitu distorsi epistemologis-teologis yang memanfaatkan bahasa dan simbol religius untuk tujuan pragmatis. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif Pendidikan Agama Kristen dengan mengkonstruksi konsep sofisme spiritual sebagai kategori analitis dalam memahami penyimpangan pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan teologis-filosofis yang dipadukan dengan analisis fenomenologis terhadap praktik pelayanan gereja kontemporer. Data diperoleh melalui analisis literatur teologi dan filsafat klasik, serta dokumentasi publik seperti khotbah, promosi pelayanan rohani, dan narasi praktik pelayanan yang menunjukkan indikasi komersialisasi spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sofisme spiritual termanifestasi melalui tiga pola utama: manipulasi retorika teologis untuk membenarkan orientasi material, penggunaan simbol-simbol religius sebagai alat legitimasi otoritas rohani, serta transformasi pelayanan menjadi relasi transaksional antara pelayan dan jemaat. Fenomena ini tidak hanya menciptakan ketidaksesuaian antara doktrin dan praktik gereja, tetapi juga menimbulkan distorsi epistemologis dalam pemahaman iman dan melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi gereja.