Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kedudukan dan Kekuatan Hukum Akta Notaris Elektronik dalam Sistem Hukum Indonesia Sholehuddin; Moh. Hasan Zamzami; Moch. Firman Firdaus; Abdur Rohim
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jimkmc.v4i4.2194

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dalam praktik kenotariatan, termasuk munculnya konsep akta notaris elektronik sebagai bagian dari digitalisasi layanan hukum. Namun, keberadaan akta notaris elektronik masih menimbulkan permasalahan terkait kedudukan dan kekuatan hukumnya dalam sistem hukum Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan akta notaris elektronik berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengkaji kekuatan pembuktiannya dibandingkan dengan akta notaris konvensional dalam perspektif hukum pembuktian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta notaris elektronik belum memiliki kedudukan yang jelas sebagai akta otentik karena tidak sepenuhnya memenuhi syarat formil sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Jabatan Notaris. Meskipun Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik telah mengakui dokumen elektronik sebagai alat bukti yang sah, pengaturan tersebut belum cukup untuk memberikan status akta otentik terhadap akta notaris elektronik. Dari segi pembuktian, akta notaris konvensional memiliki kekuatan pembuktian sempurna dan mengikat, sedangkan akta notaris elektronik cenderung hanya memiliki kekuatan pembuktian terbatas dan bersifat relatif. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi dan pembaharuan regulasi guna memberikan kepastian hukum serta mengakomodasi perkembangan teknologi dalam praktik kenotariatan di Indonesia
Kepastian Hukum Hak Waris Anak Luar Kawin Dalam Perspektif Hukum Perdata Abdur Rohim; Khusnul Hitaminah; Muhamad Dluha
Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Vol 5, No 2 (2026): JPS (Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum)
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jps.v5i2.3178

Abstract

ABSTRACTThis study is motivated by the continuing legal uncertainty regarding the inheritance rights of children born out of wedlock under Indonesia’s civil law system. Although the Constitutional Court, through Decision No. 46/PUU-VIII/2010, has expanded recognition of the civil relationship between children born out of wedlock and their biological fathers, in practice, the implementation of this law has not been effective. The objective of this study is to analyze the legal certainty regarding the inheritance rights of children born out of wedlock from a civil law perspective and to examine dispute resolution mechanisms in the event of disagreements with other legitimate heirs. This study employs a normative legal research method using a legislative and conceptual approach, and utilizes primary, secondary, and tertiary legal sources analyzed qualitatively. The results indicate that although there has been normative progress through case law and administrative recognition, obstacles remain in the form of proving civil relationships, social resistance, and inconsistent judicial practices. In resolving inheritance disputes, John Rawls’s theory of justice is relevant because it emphasizes the principle of “justice as fairness,” namely equality of rights without discrimination based on birth status. In conclusion, harmonization of regulations and more inclusive legal standards of proof are needed to ensure substantive justice for children born out of wedlock. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya ketidakpastian hukum terhadap hak waris anak luar kawin dalam sistem hukum perdata di Indonesia. Meskipun Mahkamah Konstitusi melalui Putusan No. 46/PUU-VIII/2010 telah memperluas pengakuan hubungan perdata antara anak luar kawin dan ayah biologisnya, dalam praktiknya implementasi hukum tersebut belum berjalan secara efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kepastian hukum terhadap hak waris anak luar kawin dalam perspektif hukum perdata serta mengkaji mekanisme penyelesaian sengketa apabila terjadi perbedaan pendapat dengan ahli waris sah lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan normatif melalui yurisprudensi dan pengakuan administratif, masih ditemukan hambatan berupa pembuktian hubungan keperdataan, resistensi sosial, dan belum seragamnya praktik peradilan. Dalam penyelesaian sengketa waris, teori keadilan John Rawls relevan digunakan karena menekankan prinsip justice as fairness, yaitu kesetaraan hak tanpa diskriminasi status kelahiran. Kesimpulannya, diperlukan harmonisasi regulasi dan pembuktian hukum yang lebih inklusif untuk menjamin keadilan substantif bagi anak luar kawin.
Hak Hukum Anak Disabilitas di Sekolah Luar Biasa Negeri Kraksaan Yeni Ekawati; Abdur Rohim; Mohammad Anton Suryadi
Jus et Civitas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61974/jpm.v1i1.212

Abstract

This empirical legal research employs a socio-legal approach with qualitative methods to examine the implementation of legal rights for children with disabilities at SLB Negeri Kraksaan based on Law Number 8 of 2016 concerning Persons with Disabilities. Data were obtained from interviews with school principals, teachers, and parents of students with disabilities, as well as direct observations of school facilities and learning activities. Secondary data were collected from relevant legislation and school policy documents. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation, while data were analyzed qualitatively using an interactive analysis model. Findings show that the school has made efforts to fulfill basic accessibility, implement inclusive education practices, and involve parents, although challenges remain such as limited special education teachers, informal parental involvement, and cultural barriers.
The legal Position of Mediation in The t of Inheritance Disputes From The Perspectives Of Positife Law and Cusromari Nuri Taqwaniati; Mohammad Hendra; Abdur Rohim
Reglementary : Journal Of Law Vol. 1 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LPPM STIH ZAINUL HASAN KRAKSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61974/rjol.v1i1.216

Abstract

Inheritance land disputes are among the civil disputes that frequently give rise to legal problems because they involve land rights and family relationships among heirs. Mediation is one of the dispute resolution mechanisms recognized within the Indonesian legal system through Supreme Court Regulation Number 1 of 2016 and Law Number 30 of 1999. This study aims to analyze the role of mediation in resolving inheritance land disputes from the perspectives of positive law and customary law. The research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and case approaches. The legal materials consist of primary, secondary, and tertiary legal sources analyzed qualitatively. The analysis indicates that mediation holds an important position as a mechanism for resolving inheritance land disputes because it is supported by a clear legal framework and is consistent with the principles of deliberation and consensus recognized in customary law. Mediation also serves as a means of harmonizing positive law and customary law in achieving dispute resolution that promotes justice, legal certainty, and family harmony. Therefore, mediation can function as an effective instrument for resolving inheritance land disputes when supported by adequate regulations, competent mediators, and recognition of the legal values that exist within society.