Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penggunaan Artificial Intelligence Markup Language (AIML) Untuk Menganalisa Kesalahan Menulis Bahasa Arab di MTs Bilingual Batu Joni Kawijaya
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 3 No. 03 (2023): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Agustus 2023
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v3i03.569

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa karena merupakan salah satu dari empat keterampilan bahasa Arab. Peneliti menemukan masalah dalam pembelajaran menulis terbimbing di Madrasah Aliyah Bilingual Batu, yaitu bahwa siswa belum mampu menulis bahasa Arab dengan kaidah yang benar dan kurangnya waktu latihan siswa untuk melatihnya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengembangkan aplikasi yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mendesain aplikasi Artificial Intelligence Markup Language (AIML) yang membantu guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran menulis terbimbing di Madrasah Aliyah Bilingual Batu. 2) Untuk mengetahui validitas aplikasi Artificial Intelligence Markup Language (AIML) di Madrasah Aliyah Bilingual Batu. 3) Untuk mengetahui efektifitas aplikasi Artificial Intelligence Markup Language (AIML) dalam mencapai tujuan pembelajaran menulis terbimbing di Madrasah Aliyah Bilingual Batu. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan, karena penelitian ini bertujuan untuk menhasilkan produk serta mengetahui tingkat validitasnya dari tenaga ahli dan tingkat keefektifan penerapannya di lapangan.Tenaga ahli dalam penelitian ini adalah seorang ahli materi di bidang bahasa Arab dan seorang ahli di bidang media. Untuk subjek tes sebanyak 45 siswa, dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket, dokumentasi dan test. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Langkah-langkah mendesain aplikasi Artificial Intelligence Markup Language (AIML) di Madrasah Aliyah Bilingual Batu adalah: mengidentifikasi masalah dan kebutuhan, dan mendesain aplikasi yang prosesnya terdiri dari mendesain kerangka aplikasi dan mendesain data aplikasi. Adapun spesifikasi dari aplikasi Artificial Intelligence Markup Language (AIML) adalah desain antar muka, pengaturan sistem, navigasi aplikasi, dan lingkungan basis data. 2) Tingkat validitas aplikasi yang didesain untuk menganalisis kesalahan menulis terbimbing di Madrasah Aliyah Bilingual Batu dari ahli materi bahasa adalah 83% atau dengan nilai baik, dari ahli media adalah adalah 75% atau dengan nilai baik. 3) Penggunaan aplikasi Artificial Intelligence Markup Language (AIML) di Madrasah Aliyah Bilingual Batu efektif dalam membantu siswa dan guru mencapai tujuan pembelajaran menulis terbimbing yang dibuktikan dengan nilai T hitung (3.197) lebih besar daripada nilai T tabel (2.021) pada tingkat signifikansi 5% dan nilai N-gain (0.46), hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima.
Pemberdayaan Anak di Sanggar Pusaka Bantul Melalui Game-Based Learning  dalam Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Puspitasari, Ema; Anwar , Mustofa; Umam , Lukman Habibul; Asih, Siti Wulan; Khoiri, Khabibul; Kawijaya, Joni; Hadijah; Mu’awanah, Nikmah
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/d1d3q688

Abstract

Pendekatan Game-based learning merupakan praktik pembelajaran yang mengintegrasikan unsur permainan yang interaktif dan menyenangkan. Akan tetapi, praktik pendekatan ini yang dielaborasi dengan teknologi dapat berdampak besar terhadap peningkatan kemampuan penguasaan kosakata anak. Tujuan pengabdian ini yaitu memberdayakan anak-anak di Sanggar Pusaka agar lebih aktif dalam mempelajari kategori kosakata baru dalam Bahasa Inggris. Metode pengabdian yang digunakan yaitu metode DEI (Dialogis, Ekspositori, Introgatif). Pelaksanaan pengabdian berupa pendampingan belajar pada anak usia 8 sampai 12 tahun, bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata serta motivasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Pendampingan ini meliputi empat tahap yakni observasi, perencanaan, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Tim pengabdian juga memfasilitasi keberlanjutan kegiatan ini melalui desain interaktif berupa latihan-latihan kosakata pada aplikasi kahoot yang dapat di akses secara mandiri atau berkelompok. Kata kunci:  Pemberdayaan anak, game-based learning, kosakata.
Penggunaan Media Audio Visual Al Arabiyah Baina Yadaik untuk Meningkatkan Keterampilan Kalam dan Istima’ Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Darul A’mal Lampung Khabibul Khoiri; Joni Kawijaya
An Naba Vol. 8 No. 1 (2025): An Naba : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Darul Fattah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51614/ze9am082

Abstract

This study discusses the use of audio-visual media al arabiyah baina yadaik to improve the skills of kalam and istima' for students of the arabic language education study program at the islamic institute of darul a'mal lampung. The background of this study is the lack of active arabic language practice in everyday life, students experience difficulties in dialogue and understanding arabic conversations, which are overall due to the lack integration of digital-based media in the establised curriculum, resulting in low student abilities in kalam and istima' skills. the method used in this study is field research supported by observations, interviews, and documents of students arabic language learning activities. the result of this study indicate a significant increase in the skills of kalam and istima' possessed by students after the implementation of audio-visual media al arabiyah baina yadaik, beacuse this media provides direct practical experience in the form of audio and visuals sourced from native arabs. the findings of this study provide scientific contributions to islamic religious universities in learning kalam and istima' to continuously upgrade in using digital technology as a learning medium.
The Tradition of Mutual Cooperation and Environmental Awareness of the Sumbergede Village Community, Sekampung District, East Lampung as Character Values ​​in Biology Learning Riski Rusmalinda; Joni Kawijaya
Public Service: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/service.v2i2.28

Abstract

Biology education should ideally not only convey scientific concepts but also instill character values and environmental awareness. However, in reality, school-based biology learning remains theoretical and lacks local context. The main issue addressed in this study is how to utilize local wisdom particularly the tradition of gotong royong (mutual cooperation) and the community's environmental awareness as a source for strengthening character education in biology learning. This research aims to identify character values within the social and ecological practices of the Sumbergede Village community, located in Sekampung Subdistrict, East Lampung, and to explore their potential integration into biology education. A descriptive qualitative approach was used through observation, interviews, and documentation techniques. The findings reveal that the community's gotong royong practices and ecological habits reflect values of responsibility, social care, and environmental conservation highly relevant to biology topics such as ecosystems, pollution, and biodiversity. Integrating these local values can serve as an effective strategy to foster students’ environmental awareness and character development
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Terintegrasi Whatsapp Gateway Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Arab Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Darul A’mal Lampung Joni Kawijaya; Riski Rusmalinda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2809

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) membuka peluang inovasi dalam pembelajaran bahasa Arab, khususnya keterampilan menulis (maharah kitabah). Penelitian ini bertujuan mengembangkan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) terintegrasi WhatsApp Gateway untuk mengatasi tantangan seperti rendahnya motivasi, umpan balik yang lambat, dan keterbatasan media interaktif dalam pembelajaran menulis Arab. Metode Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang digunakan untuk menciptakan purwarupa yang divalidasi melalui uji ahli dan uji coba terbatas pada 12 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini efektif meningkatkan kemampuan menulis Arab yang dibuktikan dengan nilai T hitung (6.612) lebih besar dari T tabel (2,093) dan N-Gain 0,5 (kategori sedang) dan persentase kelayakan 83% berdasarkan penilaian dosen. Analisis kuesioner menggunakan skala Likert mengungkapkan bahwa hasil nilai 71% oleh pakar dalam menilai desain antarmuka dan stabilitas sistem memenuhi kriteria kelayakan. Integrasi Artificial Intelligence (AI) dengan WhatsApp Gateway memungkinkan komunikasi timbal balik dan simulasi dialog, serta latihan terstruktur yang mudah diakses melalui platform familiar. Kesimpulannya, model ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa juga menawarkan solusi praktis berbasis teknologi untuk pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi keagamaan. Penelitian ini selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan keterampilan lain misalnya speech recognition untuk melengkapi empat keterampilan berbahasa secara holistik.
Use of the Digital Dictionary Jamak Taksir to Improve Arabic Writing Skills for Students of the Arabic Language Education Study Program, Darul A'mal Islamic Institute, Lampung Joni Kawijaya; Yusuf Mustofa
Al-Kalimat: Journal of Linguistic and Arabic Teaching Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/alkalimat.v1i2.13

Abstract

This research starts from the difficulty of Arabic language learners in mastering the plural of taxis which have irregular patterns. Early surveys showed 90% of college students had difficulty using the plural of the appraisal when writing, while 85% stated conventional dictionaries were less practical. The lack of digital learning resources that specifically discuss the plural of estimates is the main problem that this research tries to overcome. This research aims to develop an interactive web-based digital plural dictionary of taxir to improve writing skills (kitabah). Using the ADDIE method, this study involved 12 students of Arabic language education as subjects. Data were collected through tests, questionnaires, and interviews, then analyzed quantitatively descriptively. The results showed that this digital dictionary obtained a validation score of 4.3/5 from experts. The effectiveness test proved a significant increase in the average value from 57.92 (pre-test) to 81.67 (post-test) with a significance of 0.000. These findings indicate that digital dictionaries are effective in improving writing skills (kitabah). This research makes an important contribution to the development of technology-based Arabic language learning media. This research not only answers the practical needs of learners, but also opens up opportunities for innovation in Arabic language learning in the digital era. Researchers recommend further research so that there is development of additional features such as audio pronunciation and database expansion.
Evaluasi Pengalaman Belajar Mahasiswa Dalam Penggunaan Kamus Digital Jamak Taksir Pada Pembelajaran Kitabah Joni Kawijaya; Lukman Habibul Umam; Mulyono
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 2 No 1 (2026): Pemikiran Keislaman dan Dinamika Sosial
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2026.152

Abstract

The utilization of digital technology in Arabic language learning, particularly digital dictionaries for jamak taksir (broken plurals), significantly depends on user experience (UX). This study aims to evaluate students' learning experiences using a jamak taksir digital dictionary in kitabah (writing) instruction at IAI Darul A’mal Lampung. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected from 10 students via Likert-scale questionnaires and observations, then analyzed using SPSS. The results indicate that the user experience falls into the "Excellent" category, with an average score of 4.28 (85.6%). Specific scores include user satisfaction (4.35) and usefulness (4.40). Students found it easier to adapt, felt supported during the writing process, and showed increased confidence. Despite obstacles such as limited interactive features and varying digital literacy, these findings prove that UX is vital for effective learning media. Consequently, future digital media development must comprehensively consider user experience to enhance the quality of Arabic language pedagogy in religious higher education.
Rekonstruksi Pembelajaran Kitabah Berbasis Digital di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Darul A’mal Lampung Joni Kawijaya; Riski Rusmalinda
ANWARUL Vol 5 No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v5i4.7035

Abstract

Writing in Arabic (kitabah) remains a significant challenge, with only 31.1% of students able to produce formal texts with correct structure, while 68.9% struggle with diction selection and sentence construction. A preliminary study involving 22 fourth-semester students in the Arabic Language Education Program revealed a gap between instructional goals and classroom reality, largely due to monotonous conventional methods and one-way interactions lacking adequate feedback (70%). This study aims to examine the effectiveness of integrating e-learning and digital dictionaries using a mixed-method approach. Quantitative analysis was conducted through pre-test and post-test in the experimental group, while qualitative data were gathered via interviews and observations. Statistical results showed a significant improvement in the average score from 58.67 to 82.27 (Sig. 0.000), with a gain score of 0.63. Qualitatively, digital dictionary features enhanced learner autonomy and writing speed, while digital rubrics enabled instructors to provide more objective feedback. Nonetheless, the implementation faced challenges such as limited digital literacy and infrastructure readiness. The study concludes that technology integration is effective in improving students’ kitabah competence. The implications highlight the need for digital literacy training, the development of more inclusive platforms, and the refinement of AI-based assessment systems. Further research is recommended to evaluate the model's effectiveness across larger and more diverse institutional samples.
KAMUS DIGITAL JAMAK TAKSIR DALAM PEMBELAJARAN KITABAH BERBASIS TEKNOLOGI DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN Joni Kawijaya; Khabibul Khoiri; Yusuf Mustofa
Jurnal Dinamika Pendidikan Islam Vol 1 No 3 (2025): Fokus Tematik: Dinamika Pendidikan Islam
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/dynamics.2025.v1i3.151

Abstract

Kitabah (writing) instruction in Islamic higher education faces challenges due to the complexity of jamak taksir (broken plurals) and limited digital tool integration. This study evaluates the effectiveness of a jamak taksir digital dictionary in enhancing students' Arabic writing skills. Using a descriptive quantitative approach, data were collected from 20 Arabic Language Education students through Likert-scale questionnaires and observations, then analyzed via SPSS. Results indicate the digital dictionary is highly effective, earning an overall mean score of 4.23 (84.6%), categorized as "Excellent." Specific scores include ease of use (4.20), improved understanding (4.35), and learning efficiency (4.15). Observations showed 85% student active engagement, with 80% demonstrating improved accuracy in applying broken plurals. Despite minor hurdles like varying digital literacy, the findings prove that this digital medium significantly supports Arabic morphology mastery and student autonomy. Consequently, developing interactive digital tools is essential for modernizing Arabic language pedagogy in the digital era.
Differentiated Instruction Approach to Overcoming Heterogeneity in Initial Nahwu Ability of New Students in Arabic Language Education Study Program Joni Kawijaya; Yusuf Mustofa; Khabibul Khoiri
Innovate Inovation Teaching And Learning Vol 2 No 1 (2026): Innovation and Teaching Technology
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/innovate.2026.162

Abstract

Nahwu instruction in Islamic higher education faces challenges from heterogeneous student abilities and conventional teaching methods. This study analyzes Differentiated Instruction in addressing diverse initial nahwu skills among Arabic Education students at IAI Darul A'mal Lampung and measures its effectiveness. Using a qualitative case study with 32 participants, data were collected via diagnostic tests, observations, and interviews, then analyzed using the Miles and Huberman model. Findings indicate significant improvement, with average scores rising from 62.3 to 78.6. Approximately 84% of students showed significant progress, particularly those with low initial abilities, highlighting the effectiveness of content differentiation. Furthermore, process and product differentiation enhanced student engagement and motivation. The study concludes that Differentiated Instruction effectively creates adaptive, inclusive learning environments. Consequently, developing differentiated strategies and materials is essential for improving Arabic language learning quality in higher education.