Munawarah Munawarah
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 16 TAHUN 2021TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS RUMAH TANGGA DI DESA BATANG KULUR TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Aidi Nor; Munawarah Munawarah; Irza Setiawan
Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU) Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/datu.v1.i1.468

Abstract

Sampah adalah sisa kegiatan sehari - hari manusia terdiri atas sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga baik itu yang dapat terurai maupun tidak dapat terurai. Permasalahan yang dihadapi diantaranya masih banyaknya sampah liar yang dibuang sembarangan, Belum adanya pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat, Kurangnya kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan, Kurangnya sosialisasi dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten kepada masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga di Desa Batang Kulur Tengah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Implementasi Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga Di desa Batang Kulur Tengah Kab. Hal ini dapat dilihat dari indikator transmisi (penyaluran komunikasi) baik dilaksanakan. Staf atau petugas di desa Batang Kulur Tengah sudah memadai dan baik. Kemudian faktor-faktor yang Implementasi Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga Di Desa Batang Kulur Tengah Kab. Faktor penghambat yang meliputi kejelasan, informasi, fasilitas, kognisi (sikap), Arahan dan tanggapan belum baik. Adapun saran dari peneliti adalah bagi pemerintah daerah khususnya diharapkan agar segera sosialisasi terhadap perda ini baik sosialisasi secara langsung maupun media yang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat. Bagi pemerintah desa, diharapkan agar lebih bisa berperan aktif dalam membantu masyarakat tentang arti pentingnya pengelolaan sampah. Bagi Masyarakat, diharapkan agar untuk lebih sadar mengenai pengelolaan sampah yang dibuang.
KUALITAS PELAYANAN NIKAH DALAM PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN NIKAH (SIMKAH) DI KUA KECAMATAN BATUMANDI KABUPATEN BALANGAN Nurul Hidayah; Munawarah Munawarah; Agus Sya’bani Arlan
Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU) Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/datu.v1.i1.469

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan pada KUA di kecamatan maka Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam telah berkomitmen meningkatkan kapasitas KUA melalui perbaikan pelayanan berbasis Informasi Teknologi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan nikah dalam penerapan SIMKAH masih kurang baik. Pertama pada reliability (kehandalan), pemberian pelayanan yang tepat dan benar cukup baik. Pada indikator ketepatan waktu masih kurang baik. Kedua, pada tangibles (bukti langsung) yaitu indikator sarana dan prasarana masih belum memadai untuk menunjang pelayanan. Pada indikator SDM sudah mencukupi dan berkemampuan dalam mengoperasikan SIMKAH. Ketiga, pada responsiveness (pertanggungjawaban) yaitu indikator kecepatan pelayanan masih kurang baik. Indikator respon pegawai masih kurang baik karena tidak ada yang menggantikan pelayanan ketika pegawai tidak ada ditempat dan pegawai yang kurang respon terhadap masyarakat. Keempat, pada assurance (jaminan) yaitu indikator keramahan sudah baik. Kelima, pada emphaty (empati) yaitu indikator perhatian terhadap pengguna layanan sudah baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah ketepatan waktu, sarana dan prasarana dan respon pegawai. Upaya yang dilakukan antara lain pemahaman dan pelatihan serta inisiatif pegawai itu sendiri.
EFEKTIVITAS PROGRAM KELAS IBU HAMIL DAN BALITA DALAM PENURUNAN STUNTING DI KECAMATAN DAHA SELATAN (STUDI KASUS DESA PANDAN SARI & DESA PIHANIN RAYA) Safa Kamila; Munawarah Munawarah; Mahdalina Mahdalina
Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU) Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/datu.v1.i1.470

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui Program Kelas Ibu Hamil dan Balita Dalam Penurunan Stunting di Kecamatan Daha Selatan (Studi Kasus Desa Pandan Sari & Desa Pihanin Raya) dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe deskriptif Sumber data yang digunakan peneliti adalah teknik purpusive sampling. Efektivitas Program Kelas Ibu Hamil dan Balita Dalam Penurunan Stunting di Kecamatan Daha Selatan (Studi Kasus Desa Pandan Sari & Desa Pihanin Raya)sudah cukup baik dilihat dari: Pertama, informasi program cukup efektif dengan Penggunaan gruop whatsapp sebagai saluran komunikasi. Kedua, kesesuaian program cukup efektif karena adanya dukungan yang memadai.Ketiga, ketepatan program cukup efektif karena ibu hamil dan para orang tua anakmerasa terbantu. Keempat, cepat tanggap cukup efektif karena adanya koordinasi dan kerja sama. Kelima, pelaksanaan program cukup efektif karena sesuai target dan sasaran. Keberhasilan program sudah baik karena pendekatan yang berkelanjutan. Ketujuh, Dampak dan Kedelapan manfaat cukup efektif karena berubahnya pola pikir orangtua setelah dan sebelum mengikuti program tersebut. Faktor yang mempengaruhi adalah pengetahuan program belum efektif, serta partisipasi para orang tua masih rendah. Dan kesesuaian waktu belum efektif karena tidak terjadwal dengan baik. Saran dalam penelitian ini adalah: mendorong partisipasi aktif dari masyarakat dalam kegiatan penurunan angka stunting di Desa Pandan Sari & Desa Pihanin Raya.