Gomgom Simorangkir
Sekolah Tinggi Theologia HKBP Pematangsiantar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekologi: Basis Konseptual Menjaga dan Melindungi Alam Sebagai Pilar Pelestarian Lingkungan yang Berkelanjutan Gomgom Simorangkir; Martin Hasonangan Silaen; Silaen Grace Lizs Cross; Junita Batubara
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3129

Abstract

Tulisan ini mengkaji ekologi sebagai basis konseptual dalam menjaga dan melindungi alam sebagai pilar pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dengan pendekatan teologis dan ekologis. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara nilai-nilai spiritualitas ekologi dan tindakan nyata dalam menjaga alam. Spiritualitas ekologi mendorong manusia hidup selaras dengan ciptaan melalui prinsip kesakralan alam, keadilan ekologis, dan kesederhanaan hidup. Implementasinya terlihat dalam praktik liturgi ramah lingkungan, pendidikan dan katekese ekologis, aksi komunitas, dan advokasi publik terhadap kebijakan lingkungan. Integrasi spiritualitas ekologi dengan kearifan lokal, seperti sistem hutan larangan, sasi, dan subak, memperkuat kesadaran ekologis yang kontekstual, menghubungkan iman, budaya, dan lingkungan. Pelestarian alam bukan hanya tanggung jawab ekologis, tetapi juga panggilan iman untuk mewujudkan keutuhan ciptaan dan keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang, sekaligus memperkuat paradigma keberlanjutan yang berlandaskan nilai teologis, etis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekologi sebagai basis konseptual dalam menjaga dan melindungi alam sebagai pilar pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dari perspektif teologis dan ekologis.
Eksistensi Gereja Sebagai Tubuh Kristus di Era Globalisasi Gomgom Simorangkir; Riris Johanna Siagian
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3188

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran gereja sebagai Tubuh Kristus dalam menghadapi tantangan globalisasi, khususnya bagaimana gereja tetap relevan sekaligus mewujudkan kasih Allah di tengah masyarakat modern. Dalam era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterbukaan budaya, gereja menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan tanpa kehilangan jati dirinya sebagai persekutuan orang percaya (Ekklesia tou Theou). Gereja dipanggil untuk menjalankan tri-tugas panggilannya koinonia, diakonia, dan marturia secara utuh dan kontekstual agar tetap menjadi tanda kehadiran Kristus di dunia yang berubah cepat. Globalisasi membawa peluang bagi gereja untuk memperluas pelayanan, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa sekularisasi, hedonisme, dehumanisasi, dan relativisme moral. Oleh karena itu, gereja harus mampu menafsirkan kembali imannya secara kreatif dan teologis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia masa kini, tanpa kehilangan kebenaran Injil. Gereja diutus bukan untuk menolak perubahan, tetapi untuk mentransformasikannya menjadi sarana pewartaan kasih Kristus. Dalam konteks ini, gereja perlu mengembangkan diakonia yang bersifat transformatif, keterbukaan terhadap dialog lintas iman, serta sikap kritis terhadap dampak sosial dan ekologis globalisasi. Dengan demikian, eksistensi gereja sebagai Tubuh Kristus tetap terjaga sebagai komunitas iman yang hidup, dinamis, dan misioner di tengah arus global yang kompleks.