Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Media Sosial dalam Pengembangan Komunikasi Bisnis terhadap Efektivitas Pemasaran UMKM di Era Digital Aulia Fadhilah Fatin; Aldella Mey Khalisa Astuti; Catur Wahyudi
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v5i2.3605

Abstract

Media sosial memegang peranan krusial dalam upaya pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menyediakan sarana promosi produk yang ekonomis serta efektif. Implementasi teknologi digital secara signifikan mendorong penggunaan media sosial, yang berujung pada peningkatan kesadaran merek, interaksi yang lebih baik dengan konsumen, serta perluasan jangkauan pasar. Fitur-fitur yang tersedia, seperti penargetan pasar yang spesifik dan analisis perilaku konsumen, memungkinkan UMKM untuk menyempurnakan strategi pemasaran mereka, memperkuat loyalitas pelanggan, dan merespons dinamika pasar guna mendukung perkembangan dan keberlanjutan usaha dengan alokasi modal yang relatif terbatas. Investigasi ini dirancang untuk mengevaluasi dampak pemanfaatan media sosial terhadap strategi pemasaran UMKM, secara khusus mengamati efektivitas pemasaran, fungsi komunikasi bisnis melalui platform media sosial, serta berbagai rintangan dan konsekuensi yang dihadapi oleh para pengusaha UMKM. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, dengan mengandalkan tinjauan pustaka sistematis sebagai landasan analisis mendalam mengenai peran media sosial dalam pengembangan komunikasi bisnis dan dampaknya terhadap efektivitas pemasaran UMKM di era digital. Studi ini mengindikasikan bahwa platform media sosial berkontribusi signifikan terhadap optimalisasi strategi pemasaran untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Implementasi media sosial yang terencana, mencakup frekuensi posting konten yang teratur, dialog aktif dengan konsumen, dan penggunaan fitur komunikasi dua arah, berpotensi memperluas cakupan pasar dan memupuk persepsi positif terhadap merek, sekaligus menumbuhkan hubungan dan keyakinan konsumen. Berkaitan dengan hal tersebut, UMKM dianjurkan untuk mengembangkan rencana pemasaran yang terpadu dan didukung oleh analisis data, termasuk pemanfaatan alat analisis untuk mengidentifikasi target audiens dan menjaga konsistensi materi yang disampaikan. Selain itu, UMKM perlu mengalokasikan sumber daya untuk pengembangan keterampilan dalam pemanfaatan media sosial dan teknologi digital guna mengasah kapabilitas mereka dalam pengelolaan platform tersebut.
Digital Asset Monetization: Pengaruh Intangible Assets dan Sales Growth terhadap Kinerja Pasar pada Perusahaan Sektor Teknologi di Indonesia Aulia Fadhilah Fatin; Aldella Mey Khalisa Astuti; Nakia Azhar; Meli Marliana Rizkiah; Riska Putri Yuniar; Richard Awua Nsiagyimah; Makmur Sujarwo
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intangible assets dan sales growth terhadap kinerja pasar pada perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perkembangan ekonomi digital telah mendorong perusahaan teknologi untuk mengoptimalkan aset tidak berwujud seperti perangkat lunak, hak kekayaan intelektual, merek, serta inovasi digital sebagai sumber penciptaan nilai perusahaan. Di sisi lain, pertumbuhan penjualan menjadi indikator penting yang mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memanfaatkan peluang pasar dan meningkatkan kepercayaan investor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan emiten teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan data pasar dari platform keuangan periode 2021–2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling dan data dianalisis menggunakan regresi data. Variabel independen yang digunakan adalah intangible assets dan sales growth, sedangkan variabel dependen adalah kinerja pasar yang diproksikan dengan Price to Book Value (PBV). Penelitian ini didasarkan pada Signaling Theory yang menjelaskan bahwa informasi mengenai aset tidak berwujud dan pertumbuhan penjualan dapat menjadi sinyal positif bagi investor dalam menilai prospek perusahaan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris mengenai peran monetisasi aset digital dalam meningkatkan kinerja pasar perusahaan teknologi di Indonesia.