Manungkalit, Maria
Faculty Of Nursing, Widya Mandala Catholic University Surabaya

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL NERS LENTERA

Perbedaan Efektifitas Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) 2012 dan Rendam Kaki Air Hangat dalam Menurunkan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi Ringan Manungkalit, Maria
JURNAL NERS LENTERA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.714 KB)

Abstract

Pendahuluan: Lansia rentan mengalami hipertensi karena penurunan elastisitas pembuluh darah akibat proses penuaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan efektifitas SKJ 2012 dan rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah lansia dengan hipertensi ringan. Metode: desain penelitian studi komparasi. Populasinya adalah semua lansia dengan hipertensi ringan di Panti Werdha (25 orang) dan di Posyandu Lansia Sejahtera (45 orang). Sampel dipilih dengan purposive sampling, besar sampel 32 orang yang terbagi dalam 2 kelompok. Variabel independen adalah SKJ 2012 dan rendam kaki air hangat sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah. Instrument terdiri dari sphygmomanometer dan lembar observasi. Data penelitian dianalisis menggunakan Levene Test, bila didapatkan beda maka uji dilanjutkan dengan One Sample T Test. Hasil: ada beda penurunan tekanan sistole pada responden yang mendapatkan intervensi SKJ 2012 dengan Rendam Kaki Air Hangat dengan p value 0.01, pada diastole ditemukan tidak ada beda nilai p value 0.208. Hasil uji One Sample t-test menunjukkan bahwa SKJ 2012 (t=6.344) lebih efektif untuk menurunkan tekanan darah sistole dibandingan dengan rendam kaki air hangat (t=5,839). Diskusi: SKJ 2012 memiliki pola aktivitas yang lebih banyak dibandingkan dengan rendam kaki air hangat. Dilatasi arteriol menurunkan curah jantung sehingga menurunkan denyut jantung dan daya kontraktilitas jantung mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan darah. Kesimpulan: Ada beda penurunan tekanan darah sistole intervensi SKJ 2012 dengan Rendam Kaki Air Hangat dan tidak ada beda penurunan tekanan diastole pada kedua intervensi. SKJ 2012 lebih efektif untuk menurunkan tekanan darah sistole dibandingan dengan rendam kaki air hangat.
Latihan Kultivasi Falun Dafa Dalam Mengontrol Tekanan Darah Orang Lanjut Usia (Lansia) Manungkalit, Maria
JURNAL NERS LENTERA Vol 1 (2013)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.046 KB)

Abstract

Hipertensi pada lansia dapat merupakan dampak dari proses penuaan yang terjadi pada sistem kardiovaskular. Latihan Kultivasi Falun Dafa (KFD) adalah salah satu penatalaksaanaan terapi nonfarmakologi pada lansia dengan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untk menganalisis latihan KFD dalam mengontrol tekanan darah lansia dengan hipertensi. Penelitian menggunakan quasy experiment dengan pretest-posttest control group design. Jumlah responden berjumlah 30 orang yang diambil dari populasi lansia dengan hipertensi. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 15 responden sebagai kelompok eksperimen (dengan intervensi KFD) dan 15 responden sebagai kelompok kontrol (tanpa intervensi KFD). Latihan KFD merupakan variabel independen sedangkan tekanan darah adalah variabel dependennya. Data dianalisis dengan paired t test dan independent t-test (p ≤ 0,05). Hasil paired t-test menunjukkan bahwa latihan KFD pada kelompok eksperimen menurunkan secara signifikan tekanan darah sistolik (p=0,0001) maupun tekanan darah diastolik (p=0,0001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi penurunan pada tekanan darah sistolik (p=0,190) maupun tekanan darah diastoliknya (p=0,503). Hasil independent t-test menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen post-intervensi dan kelompok kontrol post test ada beda yang signifikan, baik pada tekanan darah sistolik (p=0,001) maupun tekanan diastoliknya (p=0,0001). Dapat disimpulkan bahwa latihan KFD berpengaruh dalam mengontrol tekanan darah lansia dengan hipertensi.
HUBUNGAN LINGKAR PINGGANG DENGAN FAKTOR RISIKO DIABETES MELLITUS (TEKANAN DARAH, KADAR GULA DARAH DAN INDEKS MASSA TUBUH) PADA USIA DEWASA AWAL DI WILAYAH KECAMATAN GERIH KABUPATEN NGAWI (Correlation Between Waist Circumference and Diabetes Mellitus Ris Manungkalit, Maria; Kusnanto, .; Purbosari, Ana Dyah Ayu
JURNAL NERS LENTERA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.96 KB)

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan hormon insulin secara absolut. Mengukur nilai Lingkar Pinggang adalah salah satu cara mengukur distribusi lemak dalam tubuh. Apabila Lingkar Pinggang melebihi batas normal dapat menyebabkan kegemukan, jadi merupakan faktor utama timbulnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara Lingkar Pinggang dengan faktor resiko Diabetes mellitus (Tekanan Darah, Kadar Gula Darah dan Indeks Massa Tubuh) pada usia dewasa awal dengan 58 responden. Hasil: Hasil analisa korelasi menggunakan Pearson menunjukkan bahwa nilai korelasi Lingkar Pinggang dengan Tekanan Darah sistolik adalah 0,306 (p>0.05), nilai korelasi Lingkar Pinggang dengan Tekanan Darah Diastolik adalah 0,062 (p>0.05). Hasil korelasi Lingkar Pinggang dengan Kadar Gula Darah adalah 0,801 (p>0.05). Berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara Lingkar Pinggang dengan Tekanan Darah dan Kadar Gula Darah. Hasil korelasi Lingkar Pinggang dengan Indeks Massa Tubuh adalah 0,000 (p
Pengaruh Terapi Relaksasi Benson terhadap Kadar Gula Darah pada Lansia dengan Diabetes (The Effect of Benson Relaxation Therapy towards Blood Glucose Level in Elderly with Diabetes) Juwita, Linda; Prabasari, Ninda Ayu; Manungkalit, Maria
JURNAL NERS LENTERA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.466 KB)

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif. Komplikasi dari DM yakni hipoglikemia, diabetes ketoasidosis, sindrom hiperglikemik hiperosmolar nonketotik. Penderita DM rentan untuk mengalami penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh terapi Benson terhadap kadar gula darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus. Metode: Desain penelitian ini adalah quasy eksperimental. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre test post test control group design. Populasinya adalah semua lansia penderita DM di Posyandu Lansia Matahari Surabaya. Sampel dalam penelitian berjumlah 38 Orang masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol yaitu 19 orang, dengan kriteria menderita DM, usia 55 tahun, dan kooperatif. Hasil: Hasil penelitian kelompok kontrol yaitu p = 0.005 sedangkan kelompok perlakuan p = 0.001. Pembahasan: Stress yang menyebabkan hormon kortisol meningkat membuat glukosa lebih sulit untuk memasuki sel dan meningkatkan gula darah. Dalam relaksasi Benson, proses pernafasan yang tepat dilakukan, ini merupakan penawar stress. Kesimpulan: Relaksasi Benson dapat menurunkan kadar gula darah pada lansia dengan DM.