Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembangunan Politik Jambi dibawah Kepemimpinan Fachrori Umar Ratna Dewi; Dori Efendi; Ahmad Baidawi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 5 No. 2 (2020): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah terjadinya gerakan reformasi 1998 yang berhasil menjatuhkan Soeharto. perubahan mendasar terjadi di Indonesia yaitu pemerintahan menuju pada sistem pemerintahan yang demokrasi. Melalui sistem yang demokratis inilah Pemilihan Umum bisa dilaksanakan secara terbuka, jujur dan adil dan terbentuknya aturan pemilihan kepala daerah secara langsung. Begitu juga yang terjadi di provinsi Jambi. Pemilihan kepala daerah secara langsung di Provinsi Jambi telah diselengarakan sejak tahun 2005 dan terpilihnya Zulkifli Nurdin sebagai gubernur pertama dalam pemilukada. Pada tahun 2010, terpilih Hasan Basri Agus dan 2016, terpilih Zumi Zola Zulkifli sebagai gubernur ketiga dalam pemilukada. Akan tetapi jabatan Zumi Zola tidak bertahan lama hanya sampai 2018 karena tersandung kasus korupsi ketok palu. Posisinya sebagai gubernur digantikan oleh wakil beliau yaitu Fahrori Umar. Permasalahan dari penelitian ini adalah Apakah dibawah kepemimpinan Fahrori Umar terjadi pembangunan politik? dan bagaimana bentuk pembangunan politik di bawah kepemimpinan Fahrori Umar? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sumber data dalam peneletian ini adalah data primer dan data sekunder dan melakukan penentuan informan dengan membuat tabel matrix informan. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dengan informan yang sudah dipilih dan mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan materi penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pembangunan politik dinawah kepemimpinan fachrori umar belum membawa kepada kemajuan politik di Provinsi Jambi. Faktor yang mempengaruhi dikarenakan terjadinya resisi kepemimpinan.
Pendampingan dan Pelatihan Peningkatan Usaha Serta Pendaftaran Sertifikasi Produk Pada UMKM di Kabupaten Sarolangun: Pengabdian Windarto; Wahyu Rohayati; Nyimas Dian Maisyarah; Dwi Suryahartati; Dori Efendi; Firya Oktaviarni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7386

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Izin Usaha dan Merek bagi UMKM. Salah satu penunjang kegiatan UMKM sehingga memudahkan pelaku usaha untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan kapasitas usahanya yakni dengan adanya legalitas usaha dan sertifikasi usaha. Pendampingan dan pelatihan peningkatan kapasitas usaha ini dimaksudkan untuk dapat memberikan edukasi bagi pelaku usaha untuk dapat membuat legalitas usaha sesuai dengan kebutuhan, mendaftarkan usaha sehingga memperoleh nomor induk berusaha melalui online single submission berbasis risiko, serta produk yang dihasilkan harus memenuhi kriteria dalam hal pengemasan agar memudahkan pelaku usaha meningkatkan penjualan produknya. Adapun metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini yaitu tahapan pertama memberikan edukasi sebagai pengetahuan awal dan menggiring pemahaman pelaku UMKM agar peduli terhadap legalitas usaha dan hasil produknya, tahapan kedua pendampingan pendaftaran legalitas dan sertifikasi usaha, dan tahapan ketiga memberikan pelatihan dalam pengemasan produk yang sesuai dan pelatihan Hak Kekayaan Intelektual yang wajib dimiliki dan didaftarkan pelaku usaha guna mendapatkan perlindungan dari produk yang dihasilkan. Hasil, melalui evaluasi kegiatan pendampingan dan pelatihan ini didukung penuh oleh ke dua desa mitra, dalam proses diskusi serta dalam kegiatan peserta dapat mengikuti kegiatan PPM dengan baik, dan hasil serta harapannya lainnya dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha UMKM pentingnya legalitas dan sertifikasi produk guna mempertahankan branding merek produk dalam peningkatan kapasitas produk.