Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Path Analysis of Food Literacy and eHealth Literacy on Diet Quality through Nutritional Self-Efficacy among Pregnant Women in Urban Indonesia: A Cross-Sectional Study Lina Fitriani; Supriadi Supriadi; Rosdiana Rosdiana; Andi Misna; Rochmawati Rochmawati
MEDICA (International Medical Scientific Journal) Vol. 8 No. 2 (2026): MEDICA (International Medical Scientific Journal)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/medica.v8i2.893

Abstract

Maternal diet quality during pregnancy remains critically suboptimal in Indonesia, contributing to the high prevalence of anemia and adverse pregnancy outcomes. This study aimed to analyze the direct and indirect effects of food literacy and eHealth literacy on diet quality through nutritional self-efficacy among pregnant women in urban Indonesia. A cross-sectional analytical study was conducted on 238 pregnant women in the second and third trimesters at Puskesmas Wara Selatan, Palopo City, South Sulawesi. Data were collected using four validated instruments: the Self-Perceived Food Literacy Scale, the eHealth Literacy Scale (comprising the core eHEALS items and a digital information access sub-dimension), the Nutrition Self-Efficacy Scale, and the Minimum Dietary Diversity for Women indicator via 24-hour dietary recall. Partial Least Squares Structural Equation Modeling with 5,000 bootstrap resamples was employed. Results showed that food literacy had the strongest direct effect on diet quality (β=0.689; p<0.001) and significantly predicted nutritional self-efficacy (β=0.453; p<0.001). eHealth literacy significantly influenced nutritional self-efficacy (β=0.484; p<0.001) but did not directly affect diet quality (β=0.162; p=0.254). Nutritional self-efficacy significantly predicted diet quality (β=0.140; p=0.036) and served as a partial mediator in the food literacy–diet quality pathway and a full mediator in the eHealth literacy–diet quality pathway. The model explained 48.5% of diet quality variance and 77.8% of nutritional self-efficacy variance. These findings confirm that nutritional self-efficacy constitutes a critical intervention point for optimizing maternal diet quality in urban primary healthcare settings.
Pendampingan Pemulihan Ibu Post SC (Sectio Caesarea) Berbasis Pemanfaatan Nutrisi Bahan Pangan Lokal di Wilayah Kerja Puskesmas Mapilli Supriadi Ufvy; Andi Misnawati; Sry Wahyuni
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/qcbs6159

Abstract

Sectio caesarea (SC) adalah tindakan pembedahan yang membutuhkan waktu pemulihan lebih panjang dibandingkan persalinan pervaginam, karena adanya kerusakan jaringan serta potensi komplikasi seperti infeksi, anemia, dan nyeri setelah operasi. Asupan nutrisi yang memadai memiliki peranan penting dalam mempercepat proses penyembuhan luka sekaligus memperbaiki kondisi kesehatan ibu pasca SC. Pemanfaatan bahan pangan lokal yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral dapat menjadi alternatif intervensi yang lebih terjangkau, mudah diperoleh, serta berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pemulihan bagi ibu pasca SC melalui optimalisasi nutrisi berbasis bahan pangan lokal guna mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan status gizi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi yang diberikan. Program ini melibatkan 15 ibu nifas pasca SC di wilayah kerja Puskesmas Mapilli. Adapun Pendekatan yang dilaukan adalah berbasis pangan lokal dilakukan melalui empat komponen utama, yaitu edukasi gizi terstruktur, perencanaan menu harian, monitoring luka dan status gizi, serta pelibatan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada ibu nifas pasca SC, yang ditandai dengan kenaikan skor pengetahuan dari 40% menjadi 80% dengan nilai signifikansi p=0,04. Seluruh peserta mampu memahami serta mengaplikasikan materi edukasi yang diberikan, sehingga diharapkan kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan dapat terpenuhi secara optimal. Pemenuhan nutrisi yang baik tidak hanya mendukung pemulihan fisik dan kesejahteraan psikologis ibu, tetapi juga menunjang kualitas produksi ASI bagi bayi. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam pelayanan kesehatan ibu di tingkat puskesmas sebagai strategi promotif dan preventif berbasis komunitas yang emmanfaatkan bahan pangan local yang akan lebih terjangkau.  
Structured Positive Affirmations and Third-trimester Pregnancy Anxiety: A Quasi-experimental Study Lina Fitriani; A Fatimah Jamir; Evi Rahayu; Supriadi Supriadi; Rochmawati Rochmawati
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol. 14 No. 2 (2026): Accredited Sinta 2
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v14i2.9247

Abstract

Anxiety affects approximately 10% of third-trimester pregnant women globally and contributes to adverse maternal outcomes, including pregnancy-induced hypertension, a recognized factor in Indonesia's maternal mortality. Positive affirmations represent an accessible non-pharmacological intervention combining cognitive restructuring with relaxation techniques. This research aimed to determine the effectiveness of structured positive affirmation interventions in reducing anxiety levels among third-trimester pregnant women at the UPTD Salugatta Health Center in Central Mamuju Regency in 2025. A quasi-experimental one-group pretest-posttest design enrolled 60 third-trimester pregnant women through purposive sampling between January and June 2025. Participants received standardized positive affirmations delivered four times daily over seven consecutive days. Anxiety levels were measured using the validated Hamilton Anxiety Rating Scale before and after intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test and multiple linear regression (α=0.05, 95% CI). Mean anxiety scores decreased significantly from 20.23±6.21 to 15.47±4.29, representing a 4.76-point reduction (95% CI=3.82–5.70; p<0.001, Cohen's d=0.89). Non-anxious participants increased from 0% to 67%, while severe anxiety was eliminated. Multivariate analysis revealed primigravida status (β=0.42, p<0.001), younger age (β=0.28, p=0.021), and higher education (β=0.24, p=0.032) as significant predictors of greater anxiety reduction, with the model explaining 52.4% of variance. In conclusion, in this single-group study, structured positive affirmation interventions were associated with a significant reduction in third-trimester pregnancy anxiety and a large effect size, supporting further evaluation—ideally with a controlled design—for integration into routine antenatal care.