Ardyawati Wira Oktaviana
Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Remaja tentang Diabetes Melitus sebagai Dasar Pelaksanaan Edukasi Kesehatan Rosyidah Rosyidah; Liena Sofiana; Ummul Khair; Erni Gustina; Yuniar Wardani; Ahmad Ahid Mudayana; Suci Musvita Ayu; Ardyawati Wira Oktaviana; Ratna Muliyaningsih; Muhammad Miftah Rais
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25475

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang terus meningkat dan memerlukan upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi kesehatan. Pengetahuan remaja dan mahasiswa tentang diabetes melitus menjadi dasar penting dalam penyusunan materi edukasi yang tepat sasaran. Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa tentang diabetes melitus sebagai dasar pelaksanaan edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Desember di Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan dengan melibatkan 165 mahasiswa. Metode yang digunakan berupa pengisian kuesioner pengetahuan tentang diabetes melitus yang terdiri atas 15 item pertanyaan, kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan oleh Dinas Kesehatan. Data dianalisis secara deskriptif. Mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 141 orang (85,50%), sedangkan laki-laki sebanyak 24 orang (14,50%). Sumber informasi terbanyak berasal dari guru sebanyak 71 orang (43,00%). Tingkat pengetahuan peserta secara umum tergolong sangat baik, ditunjukkan oleh tingginya proporsi jawaban benar pada hampir seluruh item pertanyaan. Pengetahuan mahasiswa tentang diabetes melitus tergolong sangat baik, tetapi masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat. Edukasi kesehatan penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman secara lebih menyeluruh dan mendukung pembentukan perilaku hidup sehat. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengetahuan, Mahasiswa, Edukasi Kesehatan.  ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-communicable disease that continues to increase and requires early prevention efforts through health education. The knowledge of adolescents and university students about diabetes mellitus is an important basis for developing appropriate and targeted educational materials. To identify the level of students’ knowledge about diabetes mellitus as a basis for implementing health education. This activity was conducted on December 15 at Campus 3 of Universitas Ahmad Dahlan and involved 165 students. The method used consisted of administering a diabetes mellitus knowledge questionnaire with 15 items, followed by health education provided by the Health Office. The data were analyzed descriptively. Most participants were female, with 141 students (85.50%), while 24 students (14.50%) were male. The main source of information was teachers, reported by 71 students (43.00%). Overall, the participants’ level of knowledge about diabetes mellitus was very good, as shown by the high proportion of correct answers on almost all questionnaire items. Students’ knowledge about diabetes mellitus was generally very good, although several aspects still need improvement. Health education is important to enhance students’ understanding more comprehensively and to support the development of healthy lifestyle behaviors. Keywords: Diabetes Mellitus, Knowledge, Students, Health Education.
Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Cuci Tangan dan Gosok Gigi Elly Rosmawati; Siti Maulidya; Zaskia Al Isra Yunus; Nasrilia Rahmadina; Ardyawati Wira Oktaviana; Mufdhalifah Nusa; Nusul Akbar
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i2.627

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan langkah penting dalam mencegah penyakit menular pada anak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi edukasi praktik cuci tangan dan gosok gigi pada siswa SD YPK Getsemani Saporkren, Raja Ampat, menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode PAR digunakan untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa melalui tahapan perencanaan bersama, tindakan (pelaksanaan edukasi), observasi, dan refleksi. Kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, demonstrasi langkah-langkah cuci tangan pakai sabun dan teknik menyikat gigi yang benar, serta praktik langsung yang melibatkan siswa sebagai subjek aktif pembelajaran. Sebanyak 33 siswa kelas 3–6 mengikuti rangkaian kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan praktik higienis, terlihat dari kemampuan mereka mengulang langkah cuci tangan dan menyikat gigi secara mandiri. Antusiasme tinggi selama kegiatan mempertegas efektivitas pendekatan PAR yang menekankan pembelajaran partisipatif dan praktik langsung. Program ini memiliki signifikansi dalam memperkuat perilaku pencegahan penyakit pada anak, terutama di wilayah kepulauan dengan akses kesehatan terbatas, serta berpotensi menjadi model edukasi PHBS berkelanjutan di sekolah dasar lainnya.
Level of Knowledge, Attitude, and Family Support in Pulmonary TB Patients in Compliance with Taking Anti-Tuberculosis Drugs Lisa Pramugita; Liena Sofiana; Ardyawati Wira Oktaviana
Insights in Public Health Journal Vol 6 No 2 (2025): Insights in Public Health Journal
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2025.6.2.16889

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is a disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. TB is one of the top 13 causes of death in the world. This research aims to determine the level of knowledge, attitudes and family support for pulmonary TB sufferers in compliance with taking OAT in the Depok III Health Center working area, Sleman Regency. Methods: This research is descriptive research with quantitative descriptive methods. This research was conducted at the Depok III Community Health Center, Sleman Regency with a sample of 33 respondents. The sampling technique uses total sampling and univariate analysis to describe each research variable. Results: This study showed that of the 33 respondents with compliance in taking medication in the compliant category of 75.8%, the level of knowledge of pulmonary TB sufferers regarding compliance with taking OAT was highest in respondents with good knowledge and compliance with taking medication (42.4%), attitude Pulmonary TB sufferers who adhere most to taking OAT have a positive attitude and adhere to taking medication (39.4%). Meanwhile, family support for pulmonary TB sufferers in adherence to taking OAT was highest among respondents with good family support and adherents to taking medication (45.5%). Conclusions: Based on the research results, it can be concluded that the level of adherence to taking OAT in pulmonary TB sufferers is (75.8%) adherent to taking medication. Description of the knowledge of pulmonary TB sufferers regarding adherence to taking OAT. Most of them have good knowledge and are obedient to taking OAT. The attitude of pulmonary TB sufferers in taking OAT is mostly positive, but only 39.4% adhere to taking medication. Likewise, with the support of families of pulmonary TB sufferers in compliance with taking OAT, the majority have good family support and are adherent to taking medication.