Delina Herdian Septiani
Sekolah Vokasi IPB University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Financial Literacy Factors And Financial Attitudes In Influencing Student Financial Behavior Hani Fitria Rahmani; Delina Herdian Septiani; Muhammad Alam Mauludina
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 12 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v12i1.4364

Abstract

The financial behavior of students shows a tendency toward consumption, leading to poor financial management. This study aims to analyze the influence of financial literacy and financial attitudes on the financial behavior of accounting students at IPB University. A quantitative method with descriptive and associative approaches was employed. A sample of 74 active students was selected using purposive sampling. The results show that both financial literacy and financial attitudes have significant partial and simultaneous effects on financial behavior. Financial literacy contributes 49.5% and financial attitude 24.9%, with both explaining 74.4% of behavioral variance. These findings emphasize the importance of integrating financial knowledge and attitudes to foster responsible financial behavior. The findings imply the need for structured financial literacy curriculum and programs aimed at developing positive financial attitudes in higher education.
Analisis Fishbone Diagram Kesulitan Penggunaan Aplikasi Keuangan dan Perhitungan HPP pada UMKM Mulyaharja Delina Herdian Septiani; Lesia Fatma Ginoga; Novi Rosyanti; Asty Khairi Inayah Syahwani; Resti Jayeng Ramadhanti
Ekonomi & Bisnis Vol 25 No 1 (2026): Jurnal Ekonomi & Bisnis Juni 2026
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/eb.v25i1.8310

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, masih banyak UMKM yang menghadapi kendala dalam mengadopsi pengelolaan keuangan digital, yang berdampak pada ketidaklengkapan pencatatan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan penggunaan aplikasi keuangan serta mengevaluasi implikasinya terhadap pencatatan Harga Pokok Produksi (HPP) pada UMKM di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala penggunaan aplikasi keuangan dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu Man, Method, Machine, Measurement, dan Environment, dengan faktor dominan berupa rendahnya literasi digital, ketiadaan prosedur pembukuan digital yang terstandarisasi, serta keterbatasan pelatihan. Kondisi tersebut menyebabkan pencatatan biaya produksi yang tidak lengkap, khususnya biaya tenaga kerja dan overhead, sehingga informasi HPP yang dihasilkan kurang akurat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital, penyusunan SOP pembukuan sederhana yang terintegrasi dengan evaluasi dasar HPP, serta penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan keuangan digital UMKM. Kata kunci:  aplikasi keuangan, diagram fishbone, HPP, literasi digital, UMKM
GREEN TAXATION, TAX STRUCTURE, AND COLLECTION EFFICIENCY FOR ECONOMIC GROWTH: MODERATING ROLE OF INFORMATION TECHNOLOGY Hani Fitria Rahmani; Muhammad Alam Mauludina; Delina Herdian Septiani
Jurnal Akuntansi Dan Bisnis Indonesia (JABISI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Akuntansi Dan Bisnis Indonesia (JABISI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/jabisi.v7i1.2071

Abstract

This study examines the effects of green tax policy, tax structure, and tax collection effectiveness on economic growth, with information technology as a moderating variable. The research addresses fluctuations in economic growth in Indonesia that are associated with inefficiencies in tax policy design and implementation. A quantitative cross-sectional approach was applied using data from 150 Pratama Tax Service Offices. The findings indicate that green tax policy, efficient tax structure, and effective tax collection significantly contribute to economic growth. Furthermore, information technology strengthens these relationships by enhancing administrative efficiency and taxpayer compliance. This study contributes to the literature by integrating fiscal policy and digital transformation perspectives within an endogenous growth framework. Practically, the results imply that policymakers should optimize green tax instruments, simplify tax structures, improve tax administration effectiveness, and accelerate digital transformation in taxation systems to achieve sustainable economic growth. These findings highlight the importance of aligning fiscal and technological strategies in developing countries.
Sustainable Agropreneurship: Transformasi Santri Pesantren Al-Qudwah Tasikmalaya Menuju Wirausaha Hijau dan Berkelanjutan Hani Fitria Rahmani; Delina Herdian Septiani; Muhammad Alam Mauludina; Kharisma Fitri Hapsari; Ratih Pratiwi; Eka Merdekawati; Rizky Hadiansah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-JPM
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/jpm.v4i1.138

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas santri Pesantren Al-Qudwah Tasikmalaya dan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cikalang dalam bidang agropreneurship dan literasi keuangan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, perancangan modul, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan pengemasan produk pertanian menjadi kemasan premium dengan label “Produk Santri Al-Qudwah” yang lebih higienis dan bernilai jual tinggi. Selain itu, literasi keuangan peserta juga meningkat, ditandai dengan kemampuan menggunakan buku kas sederhana dan meningkatnya kesadaran risiko finansial seperti pinjaman online dan judi online. Kegiatan ini bermanfaat dalam membentuk ekosistem kewirausahaan hijau berbasis pesantren dan desa, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).