Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Hubungan Masyarakat dalam Membangun Citra dan Kepercayaan Publik di Lembaga Pendidikan Khoirul Alim; Rika Putri Yanti; Iwan Aprianto; Mahdayeni Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5611

Abstract

Program Hubungan Masyarakat (humas) memiliki peran strategis dalam membangun citra positif dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi. Lembaga pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara proses pembelajaran, tetapi juga sebagai institusi publik yang harus mampu menjalin hubungan harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran program humas dalam membangun citra dan kepercayaan publik di lembaga pendidikan melalui pemahaman konsep dasar, tujuan, serta peran dan fungsi humas. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah relevan yang membahas humas dan komunikasi organisasi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program humas yang dirancang secara sistematis, berbasis komunikasi dua arah, serta berorientasi pada kepentingan publik mampu meningkatkan citra kelembagaan dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Tujuan utama program humas di lembaga pendidikan tidak hanya sebatas penyampaian informasi, tetapi juga mencakup pembangunan relasi, pengelolaan opini publik, serta penciptaan pemahaman dan dukungan terhadap kebijakan dan program pendidikan. Dengan demikian, humas berfungsi sebagai mediator, fasilitator komunikasi, dan pengelola reputasi lembaga pendidikan. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pengelola lembaga pendidikan dalam mengoptimalkan program humas sebagai bagian dari strategi manajemen pendidikan yang berkelanjutan.
Konsep Pemeliharaan dan Hubungan Industrial Sebagai Alat Pengukuran Dampak Msdm Di Lembaga Pendidikan Ardaini Ardaini; Hadiyanto Zulbasri; Khoirul Alim; Ansori Ansori; Muhammad Yusup
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5612

Abstract

Pemeliharaan sumber daya manusia dan hubungan industrial yang harmonis merupakan elemen penting dalam keberhasilan manajemen sumber daya manusia (MSDM), khususnya di lembaga pendidikan. Praktik pemeliharaan SDM yang baik, seperti pemberian kesejahteraan, pengembangan kompetensi, serta perlindungan hak tenaga pendidik dan kependidikan, perlu didukung oleh hubungan industrial yang sehat antara manajemen dan tenaga kerja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pemeliharaan dan hubungan industrial sebagai alat pengukuran dampak MSDM di lembaga pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah kajian konseptual dengan menelaah literatur ilmiah terkait pemeliharaan SDM, hubungan industrial, dan pengukuran kinerja MSDM. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemeliharaan SDM dan hubungan industrial dapat dijadikan indikator strategis dalam menilai efektivitas MSDM, karena berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja, komitmen organisasi, kinerja tenaga pendidik, serta stabilitas lingkungan kerja. Selain itu, integrasi kedua konsep tersebut dalam kerangka pengukuran dampak MSDM mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai keberhasilan kebijakan dan praktik MSDM di lembaga pendidikan. Dengan demikian, pemeliharaan SDM dan hubungan industrial tidak hanya berfungsi sebagai aspek operasional, tetapi juga sebagai instrumen evaluatif dalam pengambilan keputusan manajerial. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi konseptual bagi pengelola lembaga pendidikan dalam mengembangkan sistem pengukuran dampak MSDM yang berkelanjutan dan berbasis hubungan kerja yang harmonis.