Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Effect of Work Motivation of Madrasah Principals on Teacher Performance in Madrasah Aliyah Negeri 3 Batanghari Provinsi Ansori Ansori; Luqmanul Hakim Hawasyi; Usman Handoyo
At-Tasyrih: jurnal pendidikan dan hukum Islam Vol. 7 No. 1 (2021): At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan dan Hukum Islam
Publisher : P3M IAI Nusantara Batang Hari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.07 KB) | DOI: 10.55849/attasyrih.v7i1.85

Abstract

In principle, teachers have a high enough potential to be creative in order to improve their performance. these influencing factors include factors that arise from within the teacher's person, such as the teacher's spersonality, or factors that arise from outside the teacher's person, including motivation. Therefore, every leader in an educational institution needs to have certain strategies to improve performance. Based on the results of observations made by the author on teachers at Madrasah Aliyah Negeri 3 Batanghari, there are various kinds that affect teacher performance, which the author considers to be a problem and is very worthy of further research on. "The Effect of Work Motivation of Madrasah Principals on Teacher Performance in Madrasah Aliyah Negeri 3 Batanghari".
Strengthening Student Character through Yasinan Tradition: The Role of Local Wisdom in State of Madrasah Ibtidaiyah (MIN) Ansori Ansori; Muhammad Sofa Saifillah al-Faruq; Muhammad Yusup; Heru Setiawan; Iwan Aprianto
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol. 8 No. 2 (2025): March 2025
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v8i3.1120

Abstract

This study aims to analyze how the Yasinan tradition in MIN 4 Batang Hari contributes to instilling character values in students. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data was obtained through interviews with teachers and students, direct observation, and documentation of Yasinan's activities. The results of the study show that Yasinan activities are an effective means of shaping students' character, such as discipline, order, and other Islamic values. Teachers play a role model in guiding students, but there are several obstacles, such as lack of parental attention and the influence of social media that can affect student behavior. Therefore, synergy is needed between Madrasah and parents to optimize the formation of student character through sustainable religious activities.
Proyek Intervensi Organisasi Siti Nuraini; Firmansyah Putra Ramadhan; Ansori Ansori
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jimp.v3i1.2089

Abstract

An organizational intervention project is a planned change strategy aimed at increasing organizational effectiveness through improvements to its structure, systems, and work culture. This study aims to analyze the synchronization between organizational development theory and its implementation in a case study of an educational institution. The method used is a descriptive qualitative approach using literature review and case study analysis techniques. Data were obtained from Indonesian journals and books from the past ten years that discuss organizational development, technostructural interventions, and change communication. The results indicate that interventions initiated with a comprehensive organizational diagnosis, implemented in a participatory manner, and supported by effective internal communication can improve academic performance, administrative efficiency, and foster a collaborative work culture. These findings align with organizational development theory, which emphasizes the importance of systematic and sustainable change. Furthermore, Islamic value perspectives, such as the principles of deliberation, trustworthiness, and responsible leadership, strengthen the ethical foundation for implementing organizational interventions. Thus, planned and values-based organizational intervention projects not only improve managerial effectiveness but also create sustainable and meaningful change for all organizational members.
Manajemen Perubahan Dan Mitigasi Resistensi Wilda Alfika; M Bahrul Ulum; Ansori Ansori
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jimp.v3i1.2098

Abstract

This study aims to analyze the concept of change management and resistance mitigation strategies in organizations through an integrative literature review approach. The study is motivated by the importance of organizational capability in responding to technological developments, public demands, and dynamic environmental changes. The method used is an integrative literature review based on academic books, national journal articles, and relevant scientific publications. The findings indicate that change management is a planned process undertaken by organizations to move from the current condition to a more effective and adaptive state. Resistance often emerges from individuals and organizational systems during the change process. Resistance mitigation can be implemented through effective communication, stakeholder participation, transformational leadership, training programs, and organizational culture strengthening. Therefore, successful organizational change depends on the ability to manage resistance systematically and sustainably.
Pengumpulan Dan Analisis Data Budaya Laura Salsa Savira; Dimas Adi Putra; Ansori Ansori
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jimp.v3i1.2117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pengumpulan dan analisis data budaya dalam penelitian sosial dan budaya melalui pendekatan tinjauan literatur integratif. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai proses pengumpulan dan analisis data dalam penelitian budaya yang berorientasi pada pemaknaan fenomena sosial. Metode yang digunakan adalah integrative literature review dengan sumber data berupa buku akademik, artikel jurnal nasional, dan publikasi ilmiah yang relevan. Literatur dipilih berdasarkan relevansi tema, kredibilitas sumber, dan keterkaitan dengan penelitian budaya. Analisis dilakukan melalui identifikasi literatur, klasifikasi tema, sintesis konsep, dan interpretasi temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengumpulan data budaya merupakan proses memperoleh informasi mengenai nilai, norma, simbol, tradisi, dan praktik sosial yang berkembang dalam masyarakat. Analisis data budaya dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi, interpretasi makna, dan penarikan kesimpulan secara kontekstual. Keberhasilan penelitian budaya sangat dipengaruhi oleh kemampuan peneliti memahami konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi suatu fenomena. Dengan demikian, pengumpulan dan analisis data budaya menjadi bagian penting dalam menghasilkan pemahaman yang mendalam terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Dinamika Tim Dan Kolaborasi Sarmiyanti Sarmiyanti; Iplah Muhlisin; Yunita Dea Putri; Ansori Ansori
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jimp.v3i1.2121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika tim dan kolaborasi dalam organisasi pendidikan dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja sama tim serta strategi penguatan sinergi tim. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah seperti jurnal nasional, buku metodologi penelitian, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik dinamika tim, komunikasi organisasi, dan kolaborasi dalam lembaga pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas kolaborasi tim dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi kepemimpinan, komunikasi, kepercayaan, serta kemampuan mengelola konflik, sedangkan faktor eksternal mencakup dukungan organisasi, sumber daya, dan lingkungan kerja. Selain itu, strategi penguatan kerja sama tim dapat dilakukan melalui kepemimpinan yang efektif, komunikasi yang terbuka, pembagian peran yang jelas, pengembangan sumber daya manusia, budaya organisasi kolaboratif, serta kegiatan team building. Seluruh faktor dan strategi tersebut saling berhubungan dalam membentuk sinergi tim yang efektif, produktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Perbedaan Individual Dan Observasi Perilaku Ansori Ansori; Indini Saputri; Mawaddah Warohmah; Gilang Anjari
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jimp.v3i1.2148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan individual dan observasi perilaku dalam konteks perilaku dan budaya organisasi. Perilaku individu dalam organisasi dipengaruhi oleh karakteristik psikologis dan demografis seperti kepribadian, motivasi, nilai, persepsi, usia, pendidikan, serta pengalaman kerja. Perbedaan karakteristik tersebut menyebabkan variasi dalam cara individu berinteraksi, mengambil keputusan, dan merespons situasi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis jurnal dan buku ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap perbedaan individual sangat penting dalam pengelolaan sumber daya manusia, sedangkan observasi perilaku menjadi metode efektif untuk memahami perilaku nyata individu dalam lingkungan kerja. Observasi memungkinkan identifikasi dinamika kelompok, interaksi sosial, serta implementasi budaya organisasi secara faktual. Keterkaitan antara perbedaan individual dan observasi perilaku memberikan landasan strategis bagi organisasi dalam merancang kebijakan, sistem evaluasi, dan pengembangan budaya kerja yang adaptif dan produktif. Dengan demikian, integrasi kedua aspek tersebut berperan penting dalam meningkatkan efektivitas organisasi secara berkelanjutan.
Lubuk Larangan sebagai Etnopedagogi Pendidikan Agama Islam Berbasis Kearifan Lokal Mustopa; Erdiyan Saputra; Mona Novita; Ansori; Endah Sri Hartati
IEC: Journal of Educational Innovation Vol 2 No 3 (2026): Juni
Publisher : PT Cendekia Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the Lubuk Larangan tradition as an ethnopedagogical resource for Islamic Religious Education (IRE) grounded in local wisdom in Bungo Regency, Jambi Province, Indonesia. A qualitative approach with a case study design enriched by ethnographic perspectives was employed to explore the interrelationship between cultural practices, Islamic values, and community life. The research was conducted in two villages where the Lubuk Larangan tradition remains actively practiced. Ten informants, consisting of customary leaders, religious leaders, Islamic Religious Education teachers, and community members, were purposively selected. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and document analysis, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The trustworthiness of the findings was ensured through source and method triangulation, member checking, and thick description. The findings reveal that Lubuk Larangan embodies Islamic educational values encompassing aqidah (faith), sharia (Islamic law), and akhlaq (morality), which are internalized through communal cultural practices. The tradition fosters religious character, social responsibility, environmental stewardship, and collective ethics based on deliberation and public welfare. These findings demonstrate that Lubuk Larangan serves as a meaningful ethnopedagogical resource for developing contextual, reflective, and culturally responsive Islamic Religious Education rooted in local wisdom.
MULTIKULTURALISME DALAM PERSPEKTIF ISLAM: PENGERTIAN, URGENSI, DAN ANALISIS Eva Maya Sari; Nini Maswati; Muktar Asroni; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.13160

Abstract

ABSTRACT Indonesia's highly diverse society, characterized by differences in ethnicity, culture, language, and religion, continues to face challenges such as intolerance, social polarization, radicalism, and hate speech, indicating that diversity has not yet been managed inclusively. This condition highlights the need to examine multiculturalism from an Islamic perspective as a conceptual foundation for fostering harmonious social life. This study aims to analyze the concept of multiculturalism in Islam, examine its significance for plural societies, and explore the historical, theological, and contextual foundations supporting its implementation. This research employed a qualitative library research approach. Data were collected from the Qur'an, Hadith, academic books, and scholarly journal articles published between 2016 and 2026 and were analyzed using content analysis. The findings identified six major themes: the concept of multiculturalism, Islamic fundamental values, the significance of multiculturalism, historical perspectives, theological perspectives, and contemporary challenges. The study concludes that diversity is regarded as sunnatullah and should be managed through the principles of al-ta'aruf, al-tasamuh, al-'adalah, and ukhuwah insaniyah. Furthermore, the integrative analysis demonstrates that Islamic multiculturalism provides a relevant framework for strengthening religious moderation, social cohesion, and multicultural Islamic education in promoting a peaceful, inclusive, and just society. ABSTRAK Keberagaman masyarakat Indonesia yang ditandai oleh perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama masih dihadapkan pada berbagai persoalan seperti intoleransi, polarisasi sosial, radikalisme, dan ujaran kebencian yang menunjukkan belum optimalnya pengelolaan keberagaman secara inklusif. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya kajian mengenai multikulturalisme dalam perspektif Islam sebagai landasan konseptual dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep multikulturalisme dalam perspektif Islam, mengkaji urgensinya bagi masyarakat plural, serta menelaah landasan historis, teologis, dan kontekstual yang mendukung penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, buku, dan artikel ilmiah periode 2016–2026, kemudian dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama, yaitu konsep multikulturalisme, nilai dasar Islam, urgensi multikulturalisme, perspektif historis, perspektif teologis, dan tantangan kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa keberagaman dipandang sebagai sunnatullah yang dikelola melalui prinsip al-ta'aruf, al-tasamuh, al-'adalah, dan ukhuwah insaniyah. Analisis integratif juga menegaskan bahwa multikulturalisme Islam memiliki relevansi dalam memperkuat moderasi beragama, kohesi sosial, serta pendidikan Islam multikultural untuk mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadilan.
KONSEP, BATASAN, DAN JALUR PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS Sari Ramadani Basa; Defni Bukhari; Ansori Ansori; Iwan Aprianto
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.13162

Abstract

ABSTRACT Islamic education carries a strategic role in shaping individuals who are faithful, knowledgeable, and morally upright. Yet, the currents of modernization, secularization, and digital disruption have pushed its meaning toward mere ritual instruction, often sidelining its function in character formation and the integration of knowledge and practice. This problem underlines the need for a comprehensive study that fully integrates three dimensions commonly discussed separately: the concept, scope, and pathways of Islamic education, so that understanding of it remains holistic rather than partial. This study aims to describe the concept of Islamic education encompassing tarbiyah, ta’lim, and ta’dib; to explain the scope of Islamic education in terms of its domain, principles, and characteristics; and to identify its pathways from both classical and contemporary international perspectives. A qualitative library research method was employed, examining Qur’anic verses, Prophetic hadith, and national and international scholarly literature thematically, analyzed through content analysis. The findings indicate that the concept of Islamic education originates from the Qur’an, hadith, and ijtihad, with the primary goal of forming insan kamil (the perfect human being); the scope of Islamic education covers aqidah, worship, and morality grounded in tawhid, the integration of knowledge and practice, and physical-spiritual balance; and the pathways of Islamic education consist of formal education (madrasah, pesantren, Islamic higher education), non-formal education (majelis taklim, religious courses), and informal education (family education), all of which are complementary. The study concludes that synergy among these pathways is key to the success of Islamic education in confronting modernization and digitalization without losing its Islamic identity, while also enriching the discourse of Islamic education within a global context. ABSTRAK Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak, namun kajian mengenai konsep, batasan, dan jalur pendidikan Islam masih banyak dibahas secara parsial sehingga belum menunjukkan keterkaitan antarketiganya dalam satu kerangka yang utuh. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep pendidikan Islam, menjelaskan batasannya, serta mengidentifikasi jalur pendidikan Islam berdasarkan Al-Qur'an, Hadis, dan perkembangan diskursus pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur'an, hadis, serta literatur ilmiah nasional dan internasional yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui pengodean, kategorisasi, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam dibangun melalui keterpaduan tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib yang mengarah pada pembentukan insan kamil. Batasan pendidikan Islam mencakup ruang lingkup akidah, ibadah, dan akhlak yang diselenggarakan berdasarkan prinsip tauhid, integrasi ilmu dan amal, keseimbangan jasmani dan rohani, serta nilai-nilai ilahiyah. Implementasi pendidikan Islam berlangsung melalui jalur formal, nonformal, dan informal yang saling melengkapi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep, batasan, dan jalur pendidikan Islam membentuk kerangka integratif yang dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kajian maupun praktik pendidikan Islam.