Transformasi digital melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, namun membutuhkan investasi finansial yang besar dan perencanaan anggaran yang matang. Keberhasilan implementasi RME tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan teknologi dan sumber daya manusia, tetapi juga oleh kemampuan finansial rumah sakit dalam mendukung investasi serta operasional jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan finansial rumah sakit dalam mengadopsi RME serta mengevaluasi peran capital budgeting dalam memitigasi risiko keuangan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah 40 artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2020–2026 dari berbagai basis data terakreditasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan finansial merupakan aspek multidimensional yang meliputi kemampuan menyediakan investasi awal, menjaga keberlanjutan biaya operasional, mengelola arus kas, dan meningkatkan efisiensi siklus pendapatan. Penerapan metode penganggaran modal seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Return on Investment (ROI) terbukti membantu pengambilan keputusan investasi secara lebih efektif dengan mempertimbangkan manfaat finansial maupun nonfinansial. Selain itu, integrasi RME dengan sistem klaim kesehatan digital mampu mempercepat proses verifikasi dan pencairan klaim BPJS Kesehatan sehingga mendukung stabilitas keuangan rumah sakit. Disimpulkan bahwa sinergi antara kesiapan finansial, perencanaan capital budgeting, dan integrasi sistem digital merupakan faktor utama dalam mewujudkan implementasi RME yang berkelanjutan. Oleh karena itu, rumah sakit perlu mengembangkan sistem jembatan data otomatis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan finansial.