Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Intervensi Edukasi Kesehatan Reproduksi Melalui Media Video Terhadap Pengetahuan HIV/AIDS Pada Remaja Icha Rahmalia Indri; Fitri Dyna; Deswinda Deswinda; Dini Maulinda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6762

Abstract

Prevalensi kasus HIV pada remaja pada tahun 2025 mencapai sekitar 2.700 kasus dan dipengaruhi oleh perilaku berisiko serta rendahnya tingkat pengetahuan mengenai penularan dan pencegahan penyakit tersebut, sehingga diperlukan strategi edukasi kesehatan yang efektif melalui media yang menarik seperti video. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi edukasi kesehatan reproduksi berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan HIV/AIDS pada remaja. Metode yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pre-test dan post-test without control. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 5 Pekanbaru, dengan jumlah sampel sebanyak 64 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan HIV/AIDS yang telah diuji kelayakannya, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum intervensi sebesar 18,97 dan meningkat menjadi 20,80 setelah pemberian intervensi video. Analisis statistik memperlihatkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi melalui media video efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Oleh karena itu, program edukasi berbasis video direkomendasikan untuk dijadikan kegiatan rutin di sekolah sebagai upaya promotif dan preventif guna memperkuat pemahaman, sikap, serta kesiapsiagaan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS secara berkelanjutan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui Media Buku Saku terhadap Pengetahuan tentang Pencegahan Cacingan pada Anak di SDN 45 Pekanbaru Kanastasya Maqfirah; Desti Puswati; Deswinda Deswinda; Dini Maulinda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6812

Abstract

Cacingan masih menjadi masalah kesehatan pada anak sekolah dasar yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat yang belum optimal. Infeksi cacing dapat menyebabkan anemia, gangguan pertumbuhan, penurunan status gizi, serta menurunnya konsentrasi dan prestasi belajar anak. Upaya pencegahan tidak hanya melalui pengobatan, tetapi juga perlu disertai peningkatan pengetahuan sejak dini melalui pendidikan kesehatan yang efektif dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Salah satu media yang dapat digunakan adalah buku saku yang disusun dengan bahasa sederhana, ilustrasi menarik, dan mudah dibawa sehingga memudahkan anak dalam memahami dan mengulang materi pembelajaran secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui media buku saku terhadap tingkat pengetahuan tentang pencegahan cacingan pada siswa SDN 45 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan rancangan one group pre-test post-test without control. Sampel berjumlah 58 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi diberikan selama empat hari berturut-turut. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 14,26 menjadi 17,55 dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan melalui media buku saku berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan cacingan pada siswa sekolah dasar.
Hubungan Gaya Hidup Sehat dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Karin Aprilia; Desti Puswati; Dini Maulinda; Afrida Sriyani Harahap
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6814

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi adalah gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup sehat dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Januari 2026 dengan jumlah responden sebanyak 118 lansia yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data gaya hidup sehat dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kejadian hipertensi ditentukan melalui pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital (OMRON HEM-7121J). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki gaya hidup sehat yaitu 70 responden (59,7%) dan tidak mengalami hipertensi sebanyak 81 responden (68,6%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p < 0,05 menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup sehat dengan kejadian hipertensi pada lansia. Lansia dengan gaya hidup tidak sehat lebih banyak mengalami hipertensi dibandingkan dengan lansia yang menerapkan gaya hidup sehat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup sehat dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya agar mengembangkan penelitian ini dengan menambah jumlah responden dan memperluas lokasi penelitian agar hasil yang diperoleh lebih representatif.
Analisis Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Profesi Ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Milla Nur Fitri; Desti Puswati; Dini Maulinda; Gita Adelia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6900

Abstract

Pada mahasiswa profesi ners, tuntutan akademik yang padat disertai kewajiban praktik klinik yang intensif menuntut kemampuan pengelolaan diri yang baik. Apabila kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal, kondisi ini dapat meingkatkan kecenderungan munculnya prokratinasi akademik, yaitu perilaku menunda pengerjaan tugas akademik yang berdampak negatif terhadap capaian belajar, kondisi psikologis, serta pembentukan sikap profesional mahasiswa. Tujuan penelitian untuk menganalisis prokrastinasi akademik mahasiswa profesi ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis deskriptif. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 188 orang. Data dikumpulkan dengan  kuisioner prokrastinasi akademik, Hasil pengujian menunjukkan seluruh item pernyataan valid dengan nilai r hitung > 0,30 serta memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,853. Analisis data univariat dengan hasil mayoritas mahasiswa berada pada kategori prokrastinasi akademik rendah sebesar 40,4%. Berdasarkan analisis pada setiap aspek, mahasiswa tidak menunjukkan penundaan memulai dan mengerjakan tugas (51,1%), 51,6% mahasiswa tidak mengalami kelambanan dalam mengerjakan tugas akademik, 53,7% sesuai antara rencana dan pelaksanaan tugas, serta 52,7% cenderung tidak mengalihkan perhatian pada aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik pada mahasiswa profesi ners didominasi kategori rendah, di mana mayoritas mahasiswa tidak menunda, tidak mengalami kelambanan, memiliki kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tugas, serta tidak cenderung melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan. Institusi pendidikan disarankan untuk mempertahankan pembinaan manajemen waktu dan regulasi diri mahasiswa.
Perbedaan Edukasi Media Video Animasi dan Demonstrasi Terhadap Keterampilan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Anak Pra-Sekolah Di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Pekanbaru Putri Yani Hulu; Dini Maulinda; Gita Adelia; Yureya Nita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6968

Abstract

Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan praktik sanitasi dasar yang penting dalam pencegahan penyakit infeksi pada anak Pra-sekolah, namun penerapannya di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan tingkat penerapan CTPS sesuai standar sebesar 47,5%, sehingga diperlukan edukasi kesehatan sejak usia dini dengan media pembelajaran yang sesuai karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan edukasi media video animasi dan metode demonstrasi terhadap keterampilan CTPS pada anak Pra-sekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experiment menggunakan rancangan Pre-test Post-test Nonequivalent Control Group Design, dengan sampel 32 anak Pra-sekolah yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan pembagian proporsional dan instrumen berupa lembar observasi keterampilan CTPS. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan CTPS pada kelompok video animasi adalah 2,38 (SD 0,500) pada Pre-test dan 6,50 (SD 0,516) pada Post-test, sedangkan pada kelompok demonstrasi sebesar 3,13 (SD 0,885) pada Pre-test dan 8,06 (SD 0,929) pada Post-test. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon pada kedua kelompok menunjukkan p < 0,001 yang berarti terdapat peningkatan keterampilan CTPS bermakna, sedangkan uji Mann–Whitney menunjukkan p < 0,001 yang menandakan adanya perbedaan keterampilan CTPS Post-test antara kedua kelompok, dengan kelompok demonstrasi memiliki keterampilan CTPS yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi media video animasi dan metode demonstrasi efektif meningkatkan keterampilan CTPS pada anak Pra-sekolah, dengan metode demonstrasi lebih optimal serta disarankan pengembangan variasi media edukasi dan evaluasi keberlanjutan keterampilan CTPS.
Hubungan Praktik Pemberian Makanan dengan Status Gizi (BB/U) pada Anak Usia Prasekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Pekanbaru Ovila Dania Putri; Dini Maulinda; Desti Puswati; Yureya Nita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6972

Abstract

Masalah gizi pada anak usia prasekolah merupakan isu kesehatan kompleks yang berkaitan dengan tingginya angka kematian anak di bawah lima tahun secara global maupun peningkatan prevalensi wasting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik pemberian makanan dengan status gizi (BB/U) pada anak usia prasekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross- sectional. Waktu penelitian dilaksanakan mulai tanggal 15 – 18 Desember 2025. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi anak dan orang tua di lokasi penelitian yang berjumlah 104 responden, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Feeding Practice and Structure Questionnaire (FPSQ-28) dan pengukuran antropometri berat badan. Hasil penelitian secara univariat menunjukkan bahwa mayoritas anak (66,3%) menerima praktik pemberian makan non-responsif, sementara sebagian besar anak (80,8%) memiliki status gizi baik. Berdasarkan uji statistik Chi-Square, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara praktik pemberian makanan dengan status gizi anak. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa praktik pemberian makan yang tidak responsif dapat meningkatkan risiko terjadinya status gizi kurang pada anak usia prasekolah. Disarankan bagi orang tua untuk meningkatkan responsivitas terhadap isyarat makan anak guna menjaga status gizi yang optimal.
Hubungan Literasi Digital Dengan Perilaku Pencegahan Seks Pranikah Pada Remaja Di SMA Negeri 5 Pekanbaru Lola Nur Awalia Rahmadani; Fitri Dyna; Deswinda Deswinda; Dini Maulinda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7010

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memudahkan remaja dalam mengakses berbagai jenis konten digital, termasuk informasi terkait seksualitas yang tidak selalu sejalan dengan nilai kesehatan, norma sosial, dan budaya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko perilaku seksual pranikah apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Literasi digital menjadi faktor penting yang membantu remaja dalam memilah, memahami, menganalisis, serta mengevaluasi informasi secara kritis sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan mencegah perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi digital dengan perilaku pencegahan seks pranikah pada remaja di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI, dengan jumlah sampel sebanyak 281 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner literasi digital dan kuesioner perilaku pencegahan seks pranikah yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi digital dalam kategori baik sebanyak 171 responden (61,2%) dan perilaku pencegahan seks pranikah dalam kategori tinggi sebanyak 159 responden (56,6%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara literasi digital dengan perilaku pencegahan seks pranikah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program literasi digital dan promosi kesehatan reproduksi berbasis media digital di lingkungan sekolah untuk mendukung perilaku preventif remaja.
Hubungan Pengetahuan Dengan Pemeriksaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Tita Hilvadani; Fitri Dyna; Dini Maulinda; Yureya Nita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7080

Abstract

Infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang serius karena berisiko tinggi menularkan infeksi dari ibu ke anak. Pemeriksaan triple eliminasi merupakan upaya penting untuk mendeteksi dan mencegah penularan ketiga infeksi tersebut sejak dini. Namun, cakupan pemeriksaan triple eliminasi belum sepenuhnya optimal, salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Payung Sekaki dengan jumlah 84 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu hamil dan lembar ceklis untuk mengetahui status pemeriksaan triple eliminasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (82,1%) dan hampir seluruh ibu hamil telah melakukan pemeriksaan triple eliminasi (95,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemeriksaan triple eliminasi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil perlu terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan cakupan pemeriksaan triple eliminasi sebagai upaya pencegahan penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak.
Efektivitas Guided Imagery terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi dengan Kelompok Kontrol di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru Lidia Lilis Tandela Br Sidabutar; Desti Puswati; Dini Maulinda; Yeni Devita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7098

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Pengelolaan hipertensi mencakup pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis melibatkan agen antihipertensi seperti diuretik, beta blocker, dan calcium channel blocker. Selain terapi farmakologis, penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis, salah satunya adalah teknik guided imagery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas guided imagery terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test with control group. Sampel berjumlah 44 responden yang dibagi menjadi 22 responden kelompok intervensi dan 22 responden kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Kelompok intervensi diberikan terapi guided imagery selama 15 menit dalam 3 kali pertemuan, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi teknik guided imagery. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perubahan dalam kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai mean rank kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yang menunjukkan bahwa guided imagery efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Berdasarkan hasil tersebut, guided imagery dapat dijadikan sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi pada lansia.