Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) Dalam Pembelajaran Matematika Pada Guru SD Dahlan Wahyudi; Winda Syam Tonra; Nurma Angkotasan; Wilda Syam Tonra; Indah Luthfiyah Kasim
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.14692

Abstract

Penggunaan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran matematika dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Sehingga kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SMK dalam merancang pembelajaran yang inovatif dan kreatif dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR). Dalam metode penelitian ini, terdapat 2 metode yang dilakukan yaitu yang pertama metode presentasi dan diskusi, sedangkan untuk metode kedua yaitu metode demonstrasi dan pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan menghasilkan guru sekolah dasar yang mampu merancang media pembelajaran yang inovatif menggunakan teknologi AR dengan aplikasi Assembler Edu.
VARIASI ECO-ANXIETY PADA MASYARAKAT PESISIR: BERDASARKAN USIA DAN GENDER Indah Luthfiyah Kasim; Amalia S.J Kahar
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i2.6985

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat eco-anxiety masyarakat pesisir berdasarkan jenis kelamin dan usia. Metode penelitian menggunakan survei kuantitatif dengan 117 responden. Analisis deskriptif menunjukkan mayoritas responden perempuan (78,6%) dengan skor eco-anxiety rata-rata lebih tinggi (Mean = 13,43, SD = 7,03) dibanding laki-laki (Mean = 12,64, SD = 5,91). Berdasarkan usia, skor tertinggi terdapat pada kelompok usia 41–55 tahun (Mean = 14,03, SD = 6,49), diikuti kelompok 21–30 tahun (Mean = 13,52, SD = 7,03), sedangkan kelompok 31–40 tahun memiliki skor terendah (Mean = 11,35, SD = 6,47). Temuan ini menunjukkan perempuan dan kelompok dewasa lanjut cenderung memiliki tingkat eco-anxiety lebih tinggi. Hal ini dapat dijelaskan oleh tingkat paparan informasi isu lingkungan, kesadaran terhadap perubahan iklim, dan tanggung jawab sosial yang lebih besar pada kelompok tersebut. Hasil penelitian menjadi dasar untuk intervensi psikoedukasi terkait kesehatan mental masyarakat pesisir.