Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Metode Certainty Factor dalam Sistem Pakar untuk Deteksi Kerusakan Mesin Vibration Continuous Monitoring Amrullah; Akbar Idaman; Muit Sunjaya; Febry Aurlani
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 5 No. 1 (2026): EDISI JANUARI 2026
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/jursi.v5i1.12479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar berbasis metode Certainty Factor dalam mendeteksi kerusakan pada mesin Vibration Continuous Monitoring. Mesin ini digunakan untuk memantau getaran pada mesin industri, yang jika tidak terdeteksi dapat menyebabkan kerusakan lebih parah dan mengurangi efisiensi operasional. Metode Certainty Factor digunakan untuk mengukur tingkat kepastian dalam diagnosis kerusakan berdasarkan gejala yang terdeteksi. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan ahli, dan studi literatur untuk membangun basis aturan dan menghitung nilai CF untuk setiap gejala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pakar ini mampu mendeteksi kerusakan dengan tingkat kepastian yang tinggi, dengan beberapa jenis kerusakan memiliki nilai CF di atas 90%. Dengan menggunakan sistem ini, proses diagnosis kerusakan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, mengurangi ketergantungan pada kehadiran teknisi ahli dan mengoptimalkan pemeliharaan mesin. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam penerapan kecerdasan buatan di bidang pemeliharaan mesin industri, yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional.
LINGUISTIC HEDGING STRATEGIES IN DONALD TRUMP’S PEACE FORUM SPEECH: A DISCOURSE ANALYSIS Zhafran Fatih Ananda; Puteri Anugrah Septianingsih; Febry Aurlani
Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Vol 10, No 1: June 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ll.v10i1.13150

Abstract

This study examines hedging strategies in a contemporary diplomatic speech delivered by Donald Trump, focusing on how epistemic stance is calibrated in a high-stakes political context. Drawing on Hyland’s (1998, 2005) metadiscourse framework, the study employs qualitative discourse analysis alongside frequency-based identification of hedging devices. The analysis identifies 34 instances of hedging, with lexical judgmental verbs such as I think, and I believe constituting the dominant category (62%), followed by modal auxiliaries including may and might. The findings show that hedging is systematically clustered in discourse segments addressing future negotiations and geopolitical uncertainty, while more assertive constructions are used when referring to past achievements. This patterned alternation suggests a form of controlled epistemic modulation, defined in this study as the deliberate calibration of commitment strength in response to contextual volatility and diplomatic risk. Rather than signaling weakness or indecision, hedging in the analyzed speech functions as a rhetorical resource for balancing authority and negotiability, contributing to the construction of a diplomatic yet assertive leadership persona. The study offers a refined perspective on metadiscourse by highlighting the central role of lexical hedging verbs in political stance management and proposing a nuanced account of epistemic modulation in contemporary diplomacy.
Integrasi Multi Factor Evaluation Process (MFEP) Untuk Prioritisasi Kanal Pemasaran Digital UMKM Akbar Idaman; Muit Sunjaya; Tar Muhammad Raja Gunung; Febry Aurlani
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 5 No. 2 (2026): EDISI MARET 2026
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/jursi.v5i2.12328

Abstract

Penelitian ini mengintegrasikan Multi Factor Evaluation Process (MFEP) sebagai kerangka evaluasi multikriteria untuk prioritisasi kanal pemasaran digital UMKM pada konteks Indonesia yang ditandai keterbatasan anggaran, SDM, dan kompetensi digital. Lima kriteria inti digunakan, yaitu Reach–Fit, efisiensi biaya/CPA, potensi konversi, kecepatan dampak (time-to-result), serta kemudahan eksekusi & pengukuran. Data mencakup 13 alternatif kanal yang dinilai pada skala 1–5 dan dibobotkan sesuai skema penelitian. Capaian utama menunjukkan 7 kanal melampaui ambang kelulusan TNE ≥ 3,50, yaitu: TikTok Ads (3,95), Facebook Local Awareness Ads (3,85), Influencer Mikro (3,85), Instagram Feed Ads Conversion (3,60), WhatsApp Click-to-Chat (3,55), Instagram Reels Organic + Light Ads (3,50), dan Marketplace Ads (3,50); kanal lain berada pada rentang 2,85–3,30 dan direkomendasikan sebagai pendukung/optimalisasi. Hasil ini menegaskan bahwa keputusan yang menimbang kelima kriteria lebih konsisten, hemat, dan actionable dibanding pemilihan berbasis intuisi, karena langsung diturunkan menjadi urutan eksekusi, alokasi anggaran awal, dan fokus peningkatan kapabilitas tim. Kerangka MFEP yang diusulkan bersifat sederhana, transparan, dan dapat dijelaskan, sehingga layak diadopsi sebagai sistem pendukung keputusan bagi pendampingan UMKM.
ANALISIS MULTI OBJECTIVE OPTIMIZATION ON THE BASIS OF RATIO ANAYSIS (MOORA) DALAM MODEL REKOMENDASI EKSTRAKURIKULER SISWA Akbar Idaman; Muhammad Imam Zarkasyi; Febry Aurlani; Hamjah Arahman
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4665

Abstract

Abstract: This research applies the Multi Objective Optimization On the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method to determine the appropriate extracurricular activity recommendations at XYZ School, aiming to facilitate data-driven decision-making in selecting extracurricular activities that align with students' interests and talents. The methodology includes data collection through observation and interviews, followed by the application of the MOORA method to process data on students' interests, talents, creativity, and potential involvement in extracurricular activities. The results show that the application of the MOORA method produces objective and systematic rankings of the available extracurricular activities based on the established criteria. The Scouting activity, with the highest value (Yi = 0.4821), was found to be the most suitable activity for students' profiles, followed by Arts and Paskibra. The MOORA method proves effective in providing more accurate and efficient extracurricular activity recommendations, addressing issues in previous subjective and ad-hoc decision-making processes. This study concludes that the application of MOORA can enhance the quality of decisions in selecting extracurricular activities, potentially enriching students' experiences and skill development. Keyword: MOORA; Extracurricular recommendations; Decision-making; Decision support system; Education. Abstrak: Penelitian ini mengaplikasikan metode Multi Objective Optimization On the Basis of Ratio Analysis (MOORA) untuk menentukan rekomendasi kegiatan ekstrakurikuler yang tepat di Sekolah XYZ, dengan tujuan untuk mempermudah pengambilan keputusan berbasis data mengenai kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat siswa. Metodologi penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, serta penerapan metode MOORA untuk mengolah data mengenai minat, bakat, kreativitas, dan potensi keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode MOORA dapat menghasilkan peringkat yang objektif dan sistematis terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia, berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Kegiatan Pramuka, dengan nilai tertinggi (Yi = 0,4821), dinilai sebagai kegiatan yang paling sesuai dengan profil minat dan bakat siswa, diikuti oleh Kesenian dan Paskibra. Metode MOORA terbukti efektif dalam memberikan rekomendasi kegiatan ekstrakurikuler yang lebih tepat dan efisien, mengatasi masalah pemilihan yang sebelumnya bersifat subjektif dan ad-hoc. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan MOORA dapat meningkatkan kualitas keputusan dalam pemilihan kegiatan ekstrakurikuler, yang berpotensi memperkaya pengalaman dan pengembangan keterampilan siswa. Kata kunci: MOORA; Rekomendasi ekstrakurikuler; Pengambilan keputusan; Sistem pendukung keputusan; Pendidikan.