Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kebutuhan Pengembangan Buku Ajar Analisis Kesalahan Berbahasa berdasarkan Kompetensi Abad 21 Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani; Ida Zulaeha; Subyantoro Subyantoro; Nas Haryati Setyaningsih; Cahyo Hasanudin
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 9, No 1 (2022): January 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v9i1.2242

Abstract

Abstract: To support teaching of languange error analysis, textbook; which is suitable with the 21st century competences; is needed. This study is a form of research and development with several stages. In this stage, the researchers describe the needs for developing extbook of language error analysis viewed from students' and lecturer's point of views. The research instruments are questionnaire, observation, and interview to the students and lecturer at Language and Literature Education Department of FKIP UNISSULA. The total students is 45 persons in  the even semester. The results of study reveal that 1) students and lecturer have many troubles such as there is no textbook of Language error analysis which is suitable with the 21st century competence. 2. Textbook which is needed by students can support the learning objectives. 3. The materials in the textbook consist of language error analysis, types of error, aspects of error in 4 language competences, the implementation of language error analysis. 4. Textbook is developed based on completeness if content, attractiveness of presentation, language, and graphics. 5. Textbook is developed using 6 criteria: valid, significance, interesting, consistency, adequacy, and basic pattern of developed teaching materials. 6. Textbook is printed and can be accessed digitally Keywords: Need analysis, textbook development, language error analysis, 21st century competences  Abstrak: Untuk menunjang perkuliahan Analisis Kesalahan Berbahasa, maka dibutuhkan buku ajar yang sesuai dengan kompetensi abad 21. Penelitian ini merupakan penelitian RnD dengan beberapa tahapan. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan kebutuhan pengembangan buku ajar Analisis Kesalahan Berbahasa dari sisi mahasiswa dan dosen. Instrumen yang digunakan berupa angket kebutuhan, observasi, dan wawancara kepada mahasiswa dan dosen di Program studi PBSI, FKIP Unissula sebanyak 45 mahasiswa semester genap angkatan 2020. Hasil penelitian nenunjukkan bahwa 1) mahasiswa dan dosen mengalami kendala dalam perkuliahan, yaitu belum adanya buku ajar Analisis Kesalahan Berbahasa yang sesuai dengan kompetensi abad 21, 2) buku ajar yang diperlukan oleh mahasiswa adalah yang dapat menunjang tujuan pembelajaran, 3) materi di dalam buku ajar berisi tentang: analisis kesalahan berbahasa, jenis dan daerah kesalahan, kesalahan berbahasa pada 4 aspek keterampilan berbahasa, dan penerapan dan pemanfaatan analisis kesalahan berbahasa, 4) buku ajar dikembangkan berdasarkan aspek kelengkapan isi, kemenarikan penyajian, kebahsaan, dan kegrafikaan, 5) buku ajar dikembangkan dengan 6 kriteria atau prinsip : benar dan sahih (valid), kebermanfaatan, menarik, konsistensi, adekuasi (kecukupan), dan landasan pola-pola pengembangan bahan ajar, serta 6) buku ajar dikemas tidak hanya dalam bentuk buku cetak, tetapi bisa diakses secara digital. Kata Kunci: analisis kebutuhan, pengembangan buku ajar, analisis kesalahan berbahasa, kompetensi abad 21
Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah bagi guru-guru SD di desa Geneng kabupaten Jepara Oktarina Puspita Wardani; Turahmat Turahmat; Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Meilan Arsanti; Hevy Riski Maharani; M. Abdul Basir; Dyana Wijayanti
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.116-125

Abstract

AbstrakPendidikan dasar merupakan sekolah yang memiliki peran yang strategis dan fundamental bagi pembangunan bangsa. Sehingga penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar harus diarahkan dan menunjang secara optimal demi mencapai tuuan pendidikan nasional. Peraturan baru yang mengharuskan syarat pernah melakukan Penelitian Tindakan Kelas bagi guru sebagai syarat naik golongan menjadi sebuah kendala yang cukup berat. Hal tersebut dikarenakan guru SD tidak terbiasa menulis atau melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Guru harus membuat dalam memenuhi kewajibannya jika ingin naik golongan dan pangkat khususnya dari IV a ke IV b atau dari pangkat Pembina ke Pembina tingkat 1 ke atas. Tujuan dari kegiatan ini ialah menjadikan guru mampu membuat karya tulis ilmiah antara lain PTK agar mampu dimanfaatkan untuk pengembangan profesi. Permasalahan yang dihadapi oleh guru ialah bagaimana mengoptimalkan pembuatan penelitian tindakan kelas guru-guru SD di desa Geneng. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menggunakan pendekatan workshop. Kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi dan latihan. Hasil dari kegiatan ini mencapai target. Capaian tersebut ialah guru mampu menghasilkan penelitian tindakan kelas yang baik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 guru. Ketercapaian target pelaksanaan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 guru dari target 30 guru. Sehingga, ketercapaian peserta 83% atau dapat dinilai baik. Simpulan dalam kegiatan ini ialah ketercapaian target materi yang telah direncanakan pada kegiatan pengabdian ini dapat dinilai baik. Kata kunci: PTK; guru SD; karya tulis ilmiah. AbstractBasic education is a school that has a strategic and fundamental role for nation building. Related to the implementation of education in elementary schools must be aimed at optimally supporting and achieving national education. The new regulation which requires the requirement to carry out Classroom Action Research for teachers as a condition for boarding a class is a considerable obstacle. This is because elementary school teachers are not used to writing or conducting Classroom Action Research. The teacher must make it in fulfilling his obligations if he wants to rise in class and rank especially from IV a to IV b or from the rank of coach to coach level 1 and above. The purpose of this activity is to make teachers able to make scientific papers including PTK so that they can be utilized for professional development. The problem faced by the teacher is how to optimize the making of classroom action research for elementary school teachers in Geneng Village. Service activities are carried out using a Workshop approach. The activity uses lecture, discussion and practice methods. The results of this activity reach the target. The achievement is that the teacher is able to produce good classroom action research. The implementation of community service was followed by 25 teachers. The achievement of the target of implementing community service was followed by 25 teachers from the target of 30 teachers. So, the participants' achievement is 83% or can be considered good. The conclusions in this activity are the achievement of material targets planned for this service activity can be considered good. Keywords: PTK; elementary school teacher; scientific writing
Peningkatan Literasi bagi Guru MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs Kota Tegal melalui Pendampingan Penulisan Artikel Evi Chamalah; Aida Azizah; Meilan Arsanti; Leli Nisfi Setiana; Turahmat; Oktarina Puspita Wardani
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i4.10460

Abstract

Selama pandemi covid-19, kemampuan literasi Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kota Tegal yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kota Tegal, tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya jumlah publikasi artikel ilmiah ataupun artikel populer. Padahal di sisi lain, kebutuhan guru untuk kenaikan kepangkatan terus meningkat. Oleh karena itu, dengan adanya tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan menulis artikel ilmiah dan artikel populer bagi Guru MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kota Tegal, dan meningkatkan budaya literasi guru dalam masa pandemi covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan cara pendampingan bagi guru MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs. di Kota Tegal. Hasil luaran yang diharapkan adalah (1) guru memiliki keterampilan dalam menulis artikel ilmiah dan artikel populer sebagai solusi meningkatkan literasi pada masa pandemi covid-19, (2) guru dapat menghasilkan artikel ilmiah dan artikel populer yang dapat dipublikasikan dan dapat digunakan untuk kenaikan pangkat.
Pelatihan Pembuatan Iklan pada Media Digital E-Commerce sebagai Strategi Marketing para Pelaku Umkm Biyunge di Desa Panusupan Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani; Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.408 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.2184

Abstract

ABSTRACTSince the pandemic, the number of tourists visiting Panusupan Tourism Village has decreased drastically. The BIYUNGE MSME sales turnover also decreased drastically because of the lack of buying by tourists. Until now, these MSME actors have not utilized digital e-commerce, to sell their products widely. Through this community service, the team provides training on making advertisements in e-commerce digital media as a marketing strategy so that it is expected that product sales are wider and sales figures increase. With training in making advertisements in e-commerce digital media, MSME actors can increase the number of product sales. The training is carried out offline with strict health protocols. The training is carried out to provide skills to the community of MSME actors so that they can promote their products in e-commerce digital media. The training provided by the service team includes creating accounts on social media, how to upload advertisements, and how to process buying and selling transactions on digital media. The target of the training was focused on MSME actors in Candi Hamlet, RT 05 RW 06, Panusupan Village, Rembang District, Purbalingga Regency. Based on the results of the training, BIYUNGE MSME actors already have the skills to create advertisements and market them through e-commerce digital media on social media such as whatsapp, facebook, and instagram. The training participants admitted that their sales turnover had increased, although not drastically due to the effects of the pandemic. Keywords: MSME, Panusupan Tourism Village, digital media, e-commerce, digital marketing strategy ABSTRAKSemenjak pandemi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Panusupan menurun drastis. Hal tersebut selain berdampak pada pendapatan desa dari sektor wisata juga berdampak pada UMKM BIYUNGE. Omset penjualan UMKM tersebut pun menurun drastis karena sepinya wisatawan yang membeli. Sampai saat ini pelaku UMKM tersebut belum memanfaatkan e-commerce digital yaitu memakai platform online, media sosial, market place, google bisnis untuk memasarkan produknya secara luas. Strategi pemasaran yang dilakukan hanya dari mulut ke mulut sehingga jangkauan pemasaran produknya tidak luas. Melalui pengabdian masyarakat (PKM) ini tim pelaksana memberikan pelatihan pembuatan iklan di media digital e-commerce sebagai strategi pemasaran agar penjualan produknya lebih luas dan angka penjualan meningkat. Dengan pelatihan pembuatan iklan di media digital e-commerce tersebut para pelaku UMKM dapat meningkatkan jumlah penjualan produknya. Pelatihan dilaksanakan secara luring dengan protokol kesehatan ketat. Pelatihan dilakukan untuk memberi keterampilan kepada masyarakat pelaku UMKM agar dapat mempromosikan produknya di media digital e-commerce. Pelatihan yang diberikan tim pengabdian meliputi pembuatan akun di media sosial, cara mengunggah iklan, dan  bagaimana proses transaksi jual beli di media digital tersebut. Sasaran pelatihan difokuskan pada pelaku UMKM di Dusun Candi RT 05 RW 06, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan hasil pelatihan para pelaku UMKM BIYUNGE sudah memiliki keterampilan membuat iklan dan memasarkannya melalui media digital e-commerce di media sosial seperti whatsapp, facebook, dan instagram. Para peserta pelatihan tersebut mengaku omset penjualannya meningkat meskipun belum drastis karena efek pandemi. Kata kunci : UMKM, Desa Wisata Panusupan, media digital, e-commerce, strategi marketing digital 
Pelatihan Pembuatan Iklan berbantuan Aplikasi Canva di Desa Pringsari Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang sebagai Trik Market Online Oktarina Puspita Wardani; Meilan Arsanti; Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.311 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2241

Abstract

ABSTRACTMarketing on social media is one way to promote an item. Promotion also needs the right content. The content provided by social media in the promotion process is able to attract buyers. For this reason, it is necessary to pay attention to the use of content in promoting a product on social media. Because the right content in a business can increase the income of business actors. This method of community service is in the form of training in making persuasive advertising media for online products with the help of the Canva application. Participants went through all stages of the training well, even though the training was carried out according to the conditions of the participants. Some participants also brought their children because they could not be left at home, but participants were still active in the training activities. This service activity is carried out in several steps, namely (1) situation analysis and socialization, (2) implementation, (3) mentoring and practice and (4) follow-up service. The result of community service activities is the design of advertisements for partner online sales. The ad design is tailored to the sales of each participant. The implementation team accompanies and guides how to create attractive ad designs Keywords: advertising, canva apps, pringapus village ABSTRAKPemasaran di media sosial merupakan salah satu cara untuk mempromosikan sebuah barang. Promosi juga butuh konten yang tepat. Konten yang diberikan oleh media sosial pada proses promosi mampu menjadi daya tarik pembeli. Untuk itu, perlu diperhatikan penggunaan konten dalam mempromosikan sebuah produk di media sosial. Karena konten yang tepat dalam sebuah bisnis mampu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha. Metode dalam pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan pembuatan media iklan persuasif produk online berbantu aplikasi canva. Peserta melalui semua tahap pelatihan dengan baik, waloupun pelatihan dilaksanakan menyesuaikan kondisi peserta. Beberapa peserta juga membawa anak karena tidak bisa ditinggal di rumah, tetapi peserta masih aktif dalam jalannya kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) analisis situasi dan sosialisasi, (2) penerapan, (3) pendampingan dan praktik dan (4) tindak lanjut pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ialah desain iklan untuk penjualan online mitra. Desain iklan disesuaikan dengan penjualan masing-masing peserta. Tim pelaksana mendampingi dan memandu cara pembuatan desain iklan yang menarik Kata Kunci: iklan, aplikasi canva, desa pringapus
Sosialisasi Pencegahan Speech Delay pada Anak Balita dengan Metode Terapi Wicara berbantu Media Video Edukasi kepada Ibu-Ibu Kelompok Pengajian Aisyiyah di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani; Aida Azizah; Evi Chamalah; Leli Nisfi Setiana; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i2.2864

Abstract

ABSTRACTCases of speech delay in children under five in Indonesia have increased during the pandemic. Cases of increasing speech delay are not only in urban areas but also in rural areas. One of the causes of the increase in speech delay cases among toddlers in Panusupan Village, Rembang District, Purbalingga Regency is the number of mothers who provide their children with devices to listen to videos and play games. The use of gadgets in these children is not accompanied by their parents. When playing on mobile devices, children only focus on the screen so they don't interact with the environment. In addition, the use of gadgets in children is also not given a time limit. Because children lack interaction with other people and the environment, their speaking skills do not develop. This causes speech delay in toddlers. However, parents, especially mothers, do not realize that their children have speech  delays, so they assume that there is no problem giving their children a device to watch videos or play games. Therefore, it is necessary to disseminate speech delay prevention to mothers, especially the Aisyiyah recitation group in Panusupan Village, Kec. Rembang, Kab. Purbalingga. The purpose of this outreach is to provide an understanding of the dangers and ways to prevent speech delay in children under five. Speech delay can be prevented by utilizing the videos seen by toddlers on devices using speech therapy methods. Speech therapy methods with the help of educational video media can be used to train toddlers to talk to avoid speech delay. The socialization was carried out in 6 stages, namely 1) preparation (situation analysis), 2) planning (needs analysis), 3) developing materials (instruments), 4) implementation, 5) evaluation, and 6) reporting and dissemination. After participating in the PKM activities, the mothers of the Aisyiyah recitation group had knowledge about the dangers, causes, and ways to prevent speech delay in children under five. In addition, the mothers of the Aisyiyah study group have the skills to apply speech therapy methods with educational video media to prevent children under five from experiencing speech delay. Keywords: speech delay, speech therapy, educational video, aisyiyah mothers  ABSTRAKKasus speech delay pada anak usia balita di Indonesia meningkat selama pandemi. Kasus meningkatnya speech delay tersebut tidak hanya di daerah perkotaan, tetapi juga di daerah pedesaan. Salah satu penyebab naiknya kasus speech delay pada balita di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga adalah banyaknya ibu yang memberikan gawai untuk menyimak video maupun bermain game kepada anak-anaknya. Penggunaan gawai pada anak-anak tersebut tidak didampingi oleh orang tuanya. Ketika sedang bermain gawai anak-anak hanya fokus pada layar sehingga membuat kurang berinterkasi dengan lingkungan. Selain itu, penggunaan gawai pada anak juga tidak diberi batasan waktu. Oleh karena anak kurang berinterkasi dengan orang lain dan lingkungan maka keterampilan berbicaranya tidak berkembang. Hal tersebut yang menyebabkan speech delay pada anak balita. Akan tetapi, para orangtua khususnya ibu tidak menyadari bahwa anaknya mengalami speech delay sehingga menganggap bahwa memberikan gawai pada anak untuk menyimak video atau bermain game tidak ada masalah. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi pencegahan speech delay pada ibu-ibu khususnya kelompok pengajian Aisyiyah di Desa Panusupan, Kec. Rembang, Kab. Purbalingga. Tujuan sosilisasi tersebut untuk memberikan pemahaman tentang bahaya dan cara pencegahan speech delay pada anak balita. Speech delay dapat dicegah dengan memanfaatkan video-video yang dilihat balita di gawai dengan metode terapi wicara. Metode terapi wicara dengan berbantuan media video edukasi dapat dimanfaatkan untuk melatih bicara balita agar terhindar dari speech delay.  Sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan 6 tahap, yaitu 1) persiapan (analisis situasi), 2) perencanaan (analisis kebutuhan), 3) mengembangkan materi (instrument), 4) pelaksanaan, 5) evaluasi, dan 6) pelaporan dan diseminasi. Setelah  mengikuti kegiatan PKM ibu-ibu kelompok pengajian Aisyiyah memiliki pengetahuan tentang bahaya, penyebab, dan cara mencegah speech delay pada anak balita. Selain itu, ibu-ibu kelompok pengajian Aisyiyah juga memiliki keterampilan mengaplikasikan metode terapi wicara dengan media video edukasi untuk mencegah anak-anak usia balita mengalami speech delay. Kata Kunci: speech delay, terapi wicara, video edukasi, ibu-ibu aisyiyah
STORYTELLING PADA PESERTA DIDIK TK SENYIUR INDAH SEMARANG BERMUATAN NILAI KARAKTER TURAHMAT TURAHMAT; OKTARINA PUSPITA WARDANI; RINA WIJAYANTI
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.7.2.176-186

Abstract

AbstrakMengatasi degradasi moral yang terjadi saat ini perlu adanya pembentukan pendidikan karakter pada usia dini. Penerapan pendidikan karakter bisa melalui bercerita, bernyanyi, dan lainnya. Guru mengajarkan pendidikan karakter, guru harus mengenalkan pengetahuan moral, perasaan dan perilaku melalui sikap. TK Senyiur Indah menggunakan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran karena merupakan inovasi baru terhadap dunia pendidikan. Penerapan metode storytelling di sekolah mampu membuat siswa semakin cerdas. Metode inimenjadikan cerita sebagai media dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindaklan Kelas (PTK)Hasil penelitian menunjukkan storytelling mampu mengembangkan pengetahuan siswamengenai kesehatan dan obat. Pengenalan kesehatan diimpelmentasikan pada tema profesi. Usia yang potensial dalam pembentukan karakter ialah usia emas. Masa tumbuh kembang usia anak untuk membentuk karakter sekitar usia 0-5 tahun. Penngkatan sebanyak 40%. Nilai tersebiut diperoleh dari nilai rata-rata Siklus 1 sebesar 59% dan nilai rata-rata Siklus 2t 99%. Sehingga ada peningkatan nilai secara signifikan. Terdapat peningkatan pada siklus 2, siswa mampu mendapatkan nilai diatas 80 sebanyak 99%. Berdasarkan hasilpenelitian menggunakan storytelling dengan tema profesi, dapat disimpulkan bahwa metode tersebut dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai obat dan profesi apoteker. Dari hasil penelitian dapat dikatakan bahwa metode storytelling mampu mengembangkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan dan obat. Pengenalan kesehatan diimpelmentasikan pada tema profesi. Kriteria keberhasilan pada siklus 2 ditentukan oleh peneliti. Pengetahuan anak mengenai profesi apoteker di tingkatkan melalui metode storytelling bermuatan pendidikan karakter.Kata kunci: storytelling, nilai karakter dan tema kesehatanAbstractOvercoming moral degradation that occurs today needs the formation of character education at an early age. The application of character education can be through storytelling, singing, and others. The teacher teaches character education, the teacher must introduce moral knowledge, feelings and behavior through attitudes. TK Senyiur Indah uses Curriculum 2013 in learning because it is a new innovation to the world of education. The application of storytelling methods in schools can make students more intelligent. This method makes thestory as a medium in language learning. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method. The results showed storytelling is able to develop students' knowledge about health and medicine. The introduction of health is implemented on the theme of the profession. The potential age for characterformation is golden age. The growth and development of the child's age to form a character around the age of 0-5 years. Increase by 40%. The value is obtained from the average value of Cycle 1 of 59% and the average value of Cycle 2t 99%. So there is a significant increase in value. There was an increase in cycle 2, students were able to get scores above 80 by 99%. Based on the results of research using storytelling with professional themes, it can be concluded that the method can increase students' understanding of medicine and the pharmacist profession. From the results of the study it can be said that the storytelling method is able to develop students' knowledge about health and medicine. The introduction of health is implemented on the theme of the profession. Success criteria in cycle 2 are determined by researchers. Children's knowledge about the pharmacist profession is enhanced through storytelling methods with character education.Keywords: storytelling, character values and health theme
PANDANGAN KITAB ARBA’IN AN-NAWAWIYAH PADA TUTURAN EKSPRESIF SUJIWO TEJO DI UIN WALISONGO SEMARANG (KAJIAN PRAGMATIK) Lisda Muhammad ‘Afiif; Turahmat Turahmat; Oktarina Puspita Wardani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 6, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.6.1.42-56

Abstract

PERBEDAAN ALUR ANTARA NASKAH DRAMA NENEK TERCINTA KARYA ARIFIN C. NOER DAN PERTUNJUKANNYA Ibrohim Ibrohim; Turahmat Turahmat; Oktarina Puspita Wardani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 6, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.6.1.1-9

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena perbedaan alur dalam naskah drama Nenek Tercinta yang ditulis oleh Arifin C. Noer dan pertunjukan yang telah dilaksanakan di Universitas PGRI Semarang pada acara festival lomba drama tingkat SMA/SMK sederajat yang digelar oleh Teater Gema Semarang. Penceritaan dalam pertunjukan Nenek Tercinta garapan Alvianto dengan menghilangkan tokoh dukun serta beberapa tokoh lain. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perbedaan alur antara naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan pertunjukannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan alur antara naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan pertunjukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. Pendekatan objektif digunakan sebagai perhatian pada unsur-unsur yang dikenal dengan analisis intrinsik. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan naskah drama adaptasi teater Sukma SMK N 2 Semarang yang di dalamnyaterdapat unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik. Wujud data dalam penelitian ini adalah dialog, kata, kalimat, dan hasil analisis berupa perbedaan alur dalam naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan pertunjukannya. Pengumpulan data dengan menggunakan metode studi pustaka. Analisisperbedaan alur antara naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan pertunjukannya, peneliti menyediakan data yang berupa kutipan peristiwa yang dialami oleh tokoh-tokoh yang berisikan hal-hal yang bersifat ambigu kemudian dianalisis. Penyajian hasil analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan kata-kata biasa tanpa disertai dengan lambang. Pemaparan hasil analisis data berupa perbedaan alur antara naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer dan pertunjukannya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer memiliki alur erat di mana jalinan peristiwa sangat padu dan tidak meninggalkan salah satu unsur pembentukanalur: penampilan masalah, perumitan (konflik), puncak masalah (klimaks), peleraian, dan kesimpulancerita. Adapun dalam pertunjukannya alur yang digunakan adalah alur longgar dengan meninggalkan salah satu peristiwa penting yaitu keberadaan dukun sebagai perumitan (konflik). Berdasarkanpengakhirannya, naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer menggunakan alur tertutup di mana cerita hanya sampai kepada dukun yang pamit karena sudah menyelesaikan urusan dan menyatakan bahwa yang berkuasa adalah dalang dari segala dalang, sedangkan naskah pertunjukannyamenggunakan alur terbuka yang akhir ceritanya diserahkan kepada penonton. This research is based on the difference of the flow in the script of the drama "Nenek Tercinta" written by Arifin C. Noer and the performances that have been held at the University of PGRI Semarang in the festival of drama competition of high school / vocational high school level which is titled by Teater Gema Semarang, telling story in the show of beloved grandmother Alvianto claimed by removing the dukun figure as well as several other figures. The formulation of the problem in this research is how is the difference between the plot of "Nenek Tercinta" drama masterpiece Arifin C. Noer and the show? The purpose of this study is to describe the difference between the plot of drama of Nenek Tercinta’s masterpiece by Arifin C. Noer and the show. The method used in this research using descriptive analysis method. The objective approach is used as attention to elements known as intrinsic analysis. Sources of data in this study is the work of playwright Loving grandmother Arifin C. Noer and playwright theatrical adaptations Sukma SMK N 2 Semarang in which there are elements of intrinsic and extrinsic. The form of data in this research is written data in the form of dialogue, word, sentence, and result of analysis in the form of difference of flow in drama script of Nenek Tercinta by Arifin C. Noer and its show. Data collection using literature study method. Analyzing the difference in flow between the script of Nenek Tercinta  drama by Arifin C. Noer and his show, the researcher provided data in the form of quotation of the events experienced by the figures containing the things that are ambiguous, then analyzed. The presentation of the results of data analysis is done descriptively using ordinary words without accompanying the symbol. The exposure of the data analysis resulted in the difference of the flow between the script of Nenek Tercinta drama by Arifin C. Noer and the show. The results show that Arifin C. Noer’s playful Nenek Tercinta drama script has a tight groove, where the fabric of events is very solid and does not leave any of the elements of flow formation: the appearance of the problem, the complexity (conflict), the peak of the problem (climax), the divorce, and the conclusion of the story . While the show, using the loose groove by leaving one of the important events of the existence of shaman as a complication (conflict). Based on the termination, Arifin C. Noer’s Unlawful Script drama script uses a closed path where the story only goes to the dukun who excuses him for completing the affairs and declares that Yang is the master of all dalangs. While the script performances using an open groove that the end of the story submitted to the audience.
KESALAHAN EJAAN DALAM KARANGAN TEKS EKSPOSISI KELAS X SMA SULTAN AGUNG 3 SEMARANG Siti Sururiyatur Rohmah; Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.8.1.88-100

Abstract

Dalam pembelejaran keterampilan menulis harus diimbangi dengan penguasaan ejaan. Penguasaan dan analisis kesalahan ejaan dalam sebuah penulisan kata, klausa, kalimat, dan paragraf merupakan elemen penting yang harus diperhatikan dalam penulisan karangan terutama pada karangan teks eksposisi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan bentuk kesalahan dan daerah kesalahan ejaan yang dianlisis pada bidang pemakaian huruf, penulisan kata, tanda baca dan pedoman pemenggalan kata. Selanjutnya kesalahan-kesalahan tersebut diklasifikasikan menurut daerah kesalahannya yang meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas X IPA 2 dan kelas X IPS 2 SMA Sultan Agung 3 Semarang. Peneliti menggunakan metode simak dan catat dalam menentukan analisis teks peserta didik. Dari hasil penelitian diketahui terdapat 97 kesalahan data dari 48 karangan teks eksposisi kelas X IPA 2 dan X IPS 2 SMA Sultan Agung 3 Semarang. Kesalahan paling banyak pada penggunaan ejaan yang didominasi oleh pemakaian huruf kapital yang berjumlah 38, 26 kesalahan penulisan kata, 24 kesalahan tanda baca, dan 9 kesalahan pemenggalan kata. Kesalahan-kesalahan tersebut kemudian dikalasifikasikan menurut daerah kesalahannya yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Untuk mempermudah dalam menganalisis data peneliti memberikan tabel kartu data untuk memberikan gambaran data-data yang telah dianalisis. Kesalahan-kesalahan yang ditemukan cenderung diulang-ulang bahkan pengulanganya lebih dari dua kali dalam satu paragraf. Terbukti dari 48 karangan peserta didik yang telah dianalisis rata-rata setiap karangan dari peserta didik ditemukan dua kasus kesalahan ejaan, seperti kesalahan pemakaian huruf kapital dan dan penulisan kata. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis peserta didik belum diimbangi dengan penguasaan ejaan. Melihat hal tersebut hendaknya pendidik memberikan pembelajaran mengenai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) secara lebih baik lagi pada peserta didik.