Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Sentra Wahana Kekayaan Intelektual dalam Memberikan Perlindungan Hukum Terhadap Kekayaan Intelektual (Hak Paten) pada Perguruan Tinggi Vokasi Rachmat Arnanda; Dhea Tisane Ardhan; Ratna Khoirunnisa; Ifa Saidatuningtyas; Agnes Fitryantica
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15794

Abstract

Perlidungan hukum terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal penting untuk melindungi kekayaan intektual (KI) seseorang. Oleh sebab itu, perlindungan HKI dimasukkan dalam kesepakatan GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) yang dikenal dengan Trade Related Aspects of Intellectual Property Right (TRIPs Agreement). Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sebagai salah satu perguruan tinggi klatser utama telah memiliki Wahana HKI yang dikenal dengan nama Wahana HKI, berdirinya Wahana HKI membuat PNJ sebagai lembaga diperlukan komitmennya untuk memfasilitasi berjalannya Wahana HKI untuk melakukan proses perolehan HKI atas berbagai potensi yang dimiliki sangat diperlukan. Dengan kata lain, perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai upaya perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual mutlak harus didukung, difasilitasi, dan dipermudah oleh semua pihak. Hal ini penting untuk dilakukan karena kekayaan intelektual (intellectual property) memiliki nilai-nilai moral (moral values) dan ekonomi (economic values). Jurusan Teknik Mesin merupakan salah satu jurusan yang beberapa tenaga pendidiknya mendapatkan dana hibah untuk menghasilkan riset dan inovasi, berdasarkan hasil riset terdapat 17 hasil riset yang telah didaftarkan paten melalui Wahana HKI. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat sejauh mana peran Wahana HKI dalam memberikan perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual yang ada pada Jurusan Teknik Mesin PNJ. Metode kualitatif digunakan sesuai dengan kebutuhan peneliti, dimana penelitian dirancang melalui variasi tidak terlalu rumit dengan kedalaman bahasan yang tidak terbatas. Penelitian akan dikelompokan menjadi tiga tahapan yaitu tahapan pra pendahuluan, tahapan lapangan dan tahapan pengolahan data. Proses pengambilan data yang digunakan adalah wawancara dengan narasumber yang dipilih dan focus group.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH DI KELURAHAN PONDOK RAJEG, KECAMATAN CIBINONG, KABUPATEN BOGOR Ifa Saidatuningtyas; Vika Rizkia; Dhea Tisane Ardhan; Rachmat Arnanda; Ratna Khoirunnisa; Vina Nanda Garjati
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6331

Abstract

Permasalahan sampah menjadi salah satu isu lingkungan yang semakin kompleks di Kabupaten Bogor, khususnya di Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong. Sebagian besar sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat berupa sampah organik yang belum dikelola secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan serta pengolahan sampah rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam melakukan pemilahan serta pengolahan sampah organik melalui pelatihan pengelolaan sampah dan pemanfaatan mesin pencacah kompos. Mitra kegiatan adalah masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2025 dengan metode pelatihan menggunakan pendekatan deduktif dan partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi rekrutmen peserta, identifikasi kebutuhan melalui Forum Group Discussion (FGD), penyediaan sarana berupa tempat sampah tiga kategori (organik, anorganik, dan B3) serta mesin pencacah kompos, pelaksanaan penyuluhan dan praktik pengolahan sampah organik, serta evaluasi kegiatan melalui kuesioner pra dan pascapelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah, pengelolaan sampah berbahaya dan beracun (B3), serta pemanfaatan sampah organik menjadi produk bernilai guna seperti kompos dan pupuk. Peserta juga mampu mengoperasikan mesin pencacah kompos untuk mempercepat proses pengolahan sampah organik. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus memperkuat sinergi antara Politeknik Negeri Jakarta dan masyarakat dalam upaya pengurangan volume sampah di tingkat lokal.