Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

INTEGRASI KONSEP CIRCULAR ECONOMY DALAM PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA CALON GURU EKONOMI Ida Mawaddah; Sudarsono Sudarsono
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.v9i1.4083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif menuju pembangunan berkelanjutan melalui pembelajaran berbasis proyek pada mahasiswa calon guru ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan one group pretest postest design. Subyek terdiri dari 29 mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah ekonomi pembangunan pada semester 5 di Universitas Nggusuwaru Bima. Instrument tes yang digunakan berupa soal test pilihan ganda (PG) beralasan dan soal test uraian. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan enam tahap yaitu (1) pembelajaran diawali dengan diskusi mendalam terkait konsep circular economy untuk pembangunan berkelanjutan, (2) mahasiswa diminta untuk mendesain serta menentukan alat dan bahan kebututah proyek, (3) mahasiswa menentukan jadwal pelaksanaan proyek, (4) melaksanakan implementasi proyek dan monitoring, (5) melaporkan hasil implementasi proyek, (6) melakukan evaluasi untuk kegiatan proyek selanjutnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap indikator keterampilan berpikir kreatif yang diamati yaitu flexibility, originality dan elaboration menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pretes dan postest. Hasil tersebut menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah ekonomi pembangunan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Embedding Indigenous Mbojo Values in Project-Based Learning: A Quasi-Experimental Study in Elementary Sustainability Education Ida Mawaddah; Sudarsono Sudarsono; Heriyanto Heriyanto
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 15 No. 02 (2026): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v15i02.1785

Abstract

Education for sustainable development at the elementary level still prioritizes cognitive knowledge over behavioral and attitudinal competencies, producing students who describe sustainability principles without enacting them in daily economic life. In Bima City, indigenous Mbojo values bearing on economic responsibility are largely absent from classroom practice, and no study has empirically examined a Mbojo-based Project-Based Learning (PjBL) model. This study tested whether the model strengthened sustainable economic behavior and caring economic attitudes among fifth-grade students. Using a quasi-experimental pretest–posttest control-group design at SDN 19 Kota Bima (2025/2026), 50 students were assigned by intact class to experimental (n = 25) or control (n = 25) groups. Two validated self-report questionnaires measured sustainable economic behavior (25 items, α = .87) and caring economic attitudes (24 items, α = .89), supplemented by a five-dimension performance rubric and structured observation protocol. After eight sessions, posttest scores favored the experimental group: sustainable economic behavior, t(48) = 8.43, p < .001, Hedges' g = 2.14, 95% CI [1.47, 2.81], N-Gain = 0.58 vs. 0.24; caring economic attitudes, t(48) = 7.91, p < .001, Hedges' g = 1.95, 95% CI [1.30, 2.60], N-Gain = 0.61 vs. 0.22. These unusually large effects, together with the single-site sample, intact-group assignment, and the teacher's dual role as implementer and assessor, warrant cautious interpretation. The findings offer preliminary evidence that embedding indigenous Mbojo principles within structured PjBL can shape behavioral and dispositional dimensions of elementary economic learning; multi-site replication with independent assessment is needed before efficacy can be generalized
Analisis Pembelajaran STEM terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri dan Berpikir Kreatif Siswa SMAN 1 Madapangga Sudarsono Sudarsono; Heriyanto Heriyanto; Ida Mawaddah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4070

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah geometri dan berpikir kreatif merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika abad ke-21. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah menengah, kedua kemampuan tersebut masih belum berkembang secara optimal karena pembelajaran cenderung bersifat prosedural dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran STEM memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah geometri dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Madapangga dan seorang guru matematika yang dipilih secara purposive. Pembelajaran STEM diterapkan pada materi geometri melalui aktivitas pemecahan masalah kontekstual dan kerja kelompok. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, analisis hasil kerja siswa, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran STEM memfasilitasi siswa dalam memahami permasalahan geometri secara lebih mendalam, mengembangkan strategi penyelesaian yang beragam, serta mengaitkan konsep geometri dengan konteks kehidupan nyata. Selain itu, kemampuan berpikir kreatif siswa tampak berkembang pada aspek kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran STEM berpotensi menjadi pendekatan inovatif dalam mendukung pengembangan kemampuan pemecahan masalah geometri dan berpikir kreatif siswa SMA.
Efektifitas Pembelajaran STEM Berbasis Etnomatematika terhadap Kemapuan Pemecahan Masalah Geometri Siswa SMPN 1 Madapangga Kelas VIII Sudarsono Sudarsono; Ida Mawaddah; Heriyanto Heriyanto
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4241

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah geometri siswa yang dipengaruhi oleh proses pembelajaran matematika yang masih konvensional serta kurang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penerapan pembelajaran STEM berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah geometri siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Madapangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan pemecahan masalah geometri dan lembar observasi pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah geometri siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa yang mengikuti pembelajaran STEM berbasis etnomatematika memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, dengan kategori peningkatan berada pada tingkat sedang. Penerapan pembelajaran ini juga terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, partisipasi aktif siswa, serta kemampuan berpikir sistematis dalam menyelesaikan masalah geometri. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran STEM berbasis etnomatematika dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran ini pada materi matematika lainnya serta pada jenjang pendidikan yang berbeda.
Penguatan Pembelajaran Bermakna Siswa Sekolah Dasar melalui Kuliah Umum Deep Learning Berbasis Kearifan Lokal Ida Mawaddah; Sudarsono Sudarsono; Burhanuddin Burhanuddin; Arsad Arsad
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3313

Abstract

Artikel ini mengkaji penguatan pembelajaran bermakna bagi siswa sekolah dasar melalui kuliah umum bertema Deep Learning Berbasis Kearifan Lokal yang diselenggarakan Program Studi PGSD Universitas Nggusuwaru pada 11 September 2025. Kegiatan melibatkan 153 peserta yang terdiri atas mahasiswa PGSD, mahasiswa lintas prodi, dan masyarakat. Metode pelaksanaan mencakup pemaparan materi, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test lisan untuk melihat peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep deep learning dan relevansinya dengan kearifan lokal dalam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, terutama terkait cara mengintegrasikan nilai budaya dalam proses belajar untuk menciptakan pengalaman belajar yang mendalam, kontekstual, dan relevan bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat wawasan pedagogis calon guru serta mendukung praktik pendidikan dasar berbasis budaya lokal.
Pendampingan Pengembangan Usaha Tempe Berbasis Circular Economics pada UMKM untuk Meningkatkan Kualitas Produk Sudarsono Sudarsono; Ida Mawaddah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4305

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolahan tempe masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kualitas produk yang belum konsisten, rendahnya efisiensi proses produksi, serta pengelolaan limbah yang belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendampingan yang mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus mendorong penerapan praktik usaha berkelanjutan melalui pendekatan circular economics. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan kapasitas pelaku UMKM dalam menerapkan prinsip circular economics. Kegiatan dilaksanakan pada 4–10 Februari 2026 di rumah produksi tempe rumahan Kelurahan Santi, dengan subjek kegiatan pelaku UMKM usaha tempe. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu pre-immersion, immersion, dan post-immersion. Tahap pre-immersion meliputi identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan, dan pemberian materi mengenai circular economics. Tahap immersion dilakukan melalui pendampingan perbaikan proses produksi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan limbah cair dan padat menjadi pupuk organik. Tahap post-immersion difokuskan pada evaluasi dan refleksi terhadap hasil kegiatan. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kualitas produk tempe, efisiensi penggunaan bahan baku, serta meningkatnya pemahaman dan perubahan perilaku pelaku UMKM dalam menerapkan prinsip circular economics. Pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik juga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan pengabdian selanjutnya direkomendasikan untuk memperkuat pendampingan berkelanjutan, mengembangkan inovasi produk turunan berbasis limbah, meningkatkan kapasitas pemasaran digital, serta memperluas implementasi pendekatan circular economics pada UMKM pangan lainnya guna mendukung keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.