Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika melalui Pembelajaran STEM Sudarsono Sudarsono
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i1.1498

Abstract

Meningkatkan keahlian matematika terutama untuk siswa sekolah menengah atas, diperlukan inovasi. adalah menggunakan pembelajaran Science, Technology, Engineering, Mathematics dalam memperkuat kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemecahan masalah. Metode penelitian ini adalah desain eksperimen. Adapun instrumen antara lain: lembar Tes, observasi, dan angket akan digunakan. Subyek yang akan di teliti adalah peserta didik X SMA. Hasil analisis membuktikan bahwa siswa dalam pembelajaran STEM memiliki kemampuan yang lebih baik dari pada siswa dengan pengajaran konvensional.
Pengembangan Instrumen Tes Untuk Mengukur Kemampuan Konsep Dasar Mata Kuliah Statistik Sahrul Sahrul; Lisa Virdinarti Putra; Sudarsono Sudarsono; Reza Fahlefi; Anton Afries Setyawan
Jurnal Tematik Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Tematik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v14i1.68354

Abstract

This research aims to develop valid and reliable test instruments aligned with the learning outcomes of the statistics course. This test instrument serves as a learning evaluation tool to measure students' ability to solve statistical problems, both in formative and summative assessments. This research is a development research model using nine stages: 1) developing test specifications, 2) writing test items, 3) reviewing test items, 4) conducting test trials, 5) analyzing test item scores, 6) revising the test, 7) assembling the test, 8) administering the test, and 9) interpreting the test results. This research was conducted on Early Childhood Education students at W Central Java University, with a sample size of 31 people. This study used evaluation, observation, interviews, and tests to determine students' ability to solve statistical problems related to finding class intervals in grouped data. Based on the analysis results using the Jamovi application, the test instrument developed to measure students' abilities in the Statistics course has met the criteria. The quality of the instrument is valid and reliable, with a value greater than (>) 0.3. Based on the results of students' knowledge answers calculated using the learning outcomes percentage formula, the average score is 72.6%, which falls into the high category.
INTEGRASI KONSEP CIRCULAR ECONOMY DALAM PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA CALON GURU EKONOMI Ida Mawaddah; Sudarsono Sudarsono
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.v9i1.4083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif menuju pembangunan berkelanjutan melalui pembelajaran berbasis proyek pada mahasiswa calon guru ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan one group pretest postest design. Subyek terdiri dari 29 mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah ekonomi pembangunan pada semester 5 di Universitas Nggusuwaru Bima. Instrument tes yang digunakan berupa soal test pilihan ganda (PG) beralasan dan soal test uraian. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan enam tahap yaitu (1) pembelajaran diawali dengan diskusi mendalam terkait konsep circular economy untuk pembangunan berkelanjutan, (2) mahasiswa diminta untuk mendesain serta menentukan alat dan bahan kebututah proyek, (3) mahasiswa menentukan jadwal pelaksanaan proyek, (4) melaksanakan implementasi proyek dan monitoring, (5) melaporkan hasil implementasi proyek, (6) melakukan evaluasi untuk kegiatan proyek selanjutnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap indikator keterampilan berpikir kreatif yang diamati yaitu flexibility, originality dan elaboration menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pretes dan postest. Hasil tersebut menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah ekonomi pembangunan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Menyelesaikan Soal Cerita Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas IV SD Ditinjau Dari Langkahnya Muhammad Fatahul Uyun; Sahrul Sahrul; Ahmad Syafi'; Mia Hafizah Tumangger; Sudarsono Sudarsono; Vivi Andrianingsih; Muhammad Rizky Rochmawan
Teaching and Learning Research Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v2i1.91

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi fundamental yang wajib dikembangkan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Kompetensi ini tidak hanya terkait dengan penguasaan konsep prosedural, tetapi juga kemampuan bernalar dan menerapkan matematika dalam konteks kehidupan nyata. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam kemampuan pemecahan masalah siswa SD kelas IV dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal untuk melakukan sintesis bukti yang komprehensif, sistematis, dan transparan mengenai kemampuan pemecahan masalah siswa SD dalam soal cerita materi pecahan. Sintesis literatur sistematis ini mengkonfirmasi bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa SD kelas IV dalam soal cerita materi pecahan masih menghadapi tantangan serius, dengan pola kesalahan yang konsisten meliputi miskonsepsi, kesalahan prosedural, dan hambatan linguistik. Faktor utama penghambatnya meliputi pengetahuan prasyarat yang lemah, kemampuan literasi membaca, dan metode pembelajaran konvensional. Bukti efektivitas intervensi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis visual, strategi pemodelan matematika eksplisit, dan scaffolding berbasis diagnosis dapat meningkatkan kemampuan tersebut secara signifikan.
Analisis Pembelajaran STEM terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri dan Berpikir Kreatif Siswa SMAN 1 Madapangga Sudarsono Sudarsono; Heriyanto Heriyanto; Ida Mawaddah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4070

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah geometri dan berpikir kreatif merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika abad ke-21. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah menengah, kedua kemampuan tersebut masih belum berkembang secara optimal karena pembelajaran cenderung bersifat prosedural dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran STEM memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah geometri dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Madapangga dan seorang guru matematika yang dipilih secara purposive. Pembelajaran STEM diterapkan pada materi geometri melalui aktivitas pemecahan masalah kontekstual dan kerja kelompok. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, analisis hasil kerja siswa, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran STEM memfasilitasi siswa dalam memahami permasalahan geometri secara lebih mendalam, mengembangkan strategi penyelesaian yang beragam, serta mengaitkan konsep geometri dengan konteks kehidupan nyata. Selain itu, kemampuan berpikir kreatif siswa tampak berkembang pada aspek kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran STEM berpotensi menjadi pendekatan inovatif dalam mendukung pengembangan kemampuan pemecahan masalah geometri dan berpikir kreatif siswa SMA.
Efektifitas Pembelajaran STEM Berbasis Etnomatematika terhadap Kemapuan Pemecahan Masalah Geometri Siswa SMPN 1 Madapangga Kelas VIII Sudarsono Sudarsono; Ida Mawaddah; Heriyanto Heriyanto
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4241

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah geometri siswa yang dipengaruhi oleh proses pembelajaran matematika yang masih konvensional serta kurang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penerapan pembelajaran STEM berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah geometri siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Madapangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan pemecahan masalah geometri dan lembar observasi pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah geometri siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa yang mengikuti pembelajaran STEM berbasis etnomatematika memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, dengan kategori peningkatan berada pada tingkat sedang. Penerapan pembelajaran ini juga terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, partisipasi aktif siswa, serta kemampuan berpikir sistematis dalam menyelesaikan masalah geometri. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran STEM berbasis etnomatematika dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran ini pada materi matematika lainnya serta pada jenjang pendidikan yang berbeda.
Penguatan Pembelajaran Bermakna Siswa Sekolah Dasar melalui Kuliah Umum Deep Learning Berbasis Kearifan Lokal Ida Mawaddah; Sudarsono Sudarsono; Burhanuddin Burhanuddin; Arsad Arsad
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3313

Abstract

Artikel ini mengkaji penguatan pembelajaran bermakna bagi siswa sekolah dasar melalui kuliah umum bertema Deep Learning Berbasis Kearifan Lokal yang diselenggarakan Program Studi PGSD Universitas Nggusuwaru pada 11 September 2025. Kegiatan melibatkan 153 peserta yang terdiri atas mahasiswa PGSD, mahasiswa lintas prodi, dan masyarakat. Metode pelaksanaan mencakup pemaparan materi, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test lisan untuk melihat peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep deep learning dan relevansinya dengan kearifan lokal dalam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, terutama terkait cara mengintegrasikan nilai budaya dalam proses belajar untuk menciptakan pengalaman belajar yang mendalam, kontekstual, dan relevan bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat wawasan pedagogis calon guru serta mendukung praktik pendidikan dasar berbasis budaya lokal.
Pendampingan Pengembangan Usaha Tempe Berbasis Circular Economics pada UMKM untuk Meningkatkan Kualitas Produk Sudarsono Sudarsono; Ida Mawaddah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4305

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolahan tempe masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kualitas produk yang belum konsisten, rendahnya efisiensi proses produksi, serta pengelolaan limbah yang belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendampingan yang mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus mendorong penerapan praktik usaha berkelanjutan melalui pendekatan circular economics. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan kapasitas pelaku UMKM dalam menerapkan prinsip circular economics. Kegiatan dilaksanakan pada 4–10 Februari 2026 di rumah produksi tempe rumahan Kelurahan Santi, dengan subjek kegiatan pelaku UMKM usaha tempe. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu pre-immersion, immersion, dan post-immersion. Tahap pre-immersion meliputi identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan, dan pemberian materi mengenai circular economics. Tahap immersion dilakukan melalui pendampingan perbaikan proses produksi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan limbah cair dan padat menjadi pupuk organik. Tahap post-immersion difokuskan pada evaluasi dan refleksi terhadap hasil kegiatan. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kualitas produk tempe, efisiensi penggunaan bahan baku, serta meningkatnya pemahaman dan perubahan perilaku pelaku UMKM dalam menerapkan prinsip circular economics. Pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik juga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan pengabdian selanjutnya direkomendasikan untuk memperkuat pendampingan berkelanjutan, mengembangkan inovasi produk turunan berbasis limbah, meningkatkan kapasitas pemasaran digital, serta memperluas implementasi pendekatan circular economics pada UMKM pangan lainnya guna mendukung keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Discovery-Project-Evaluation-STEM model: A promising learning model for Bima local cultural character Sudarsono Landa; Ida Mawaddah
Journal of Honai Math Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Honai Math
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jhm.v7i1.546

Abstract

An effective learning model that actively involves students in the learning process is essential. This development research aims to identify the factors responsible for the observed low problem-solving ability in geometry and to develop a model that effectively enhances these skills. The research process begins with the creation of flow diagrams using the ADDIE model, encompassing the analysis, design, development, implementation, and evaluation phases. The study focuses on junior high school students. The research findings, which consider the unique cultural characteristics of the Bima people, suggest that the Discovery-Project-Evaluation (DPjE) learning model, incorporating STEM elements, can be an effective alternative or complement to traditional teaching methods. Six experts confirmed that the geometric problem-solving skills test instrument outperformed other learning tools. Data from limited trials indicate that using lesson plans and worksheets, along with positive feedback from educators and students, supports the effectiveness of the developed learning materials. This demonstrates the practical application of the DPjE model, with STEM elements based on Bima Local Cultural Character (BLCC), in teaching mathematics. The BLCC-based DPjE-STEM model assesses the learning process's efficiency using data from initial and final tests.