Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA REMAJA SISWA SMA Sarwoko Sarwoko; Sulastri Sulastri; Suwarno Suwarno
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol.03 No.01 Januari 2026
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v3i01.978

Abstract

Abstrak : Latar belakang: Banyak orang, terutama mereka yang terlibat di SMA, khawatir terkait masalah seputar kesehatan reproduksi. Kunci dari kesehatan serta kekuatan remaja ialah pendidikan kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan isu mendesak yang harus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan psikologis remaja. Tujuan: Studi ini menganalisis mengenai dampak Pendidikan kesehatan reproduksi bagi sikap serta pengetahuan pada remaja siswa Siswa SMA Muhammadiyah 8 Sragen. Metode: Studi ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif serta sifatnya tak eksperimental. Dalam studi ini, 36 partisipan dipilih secara acak dari sekumpulan partisipan potensial dengan memanfaatkan metode pretest-posttest satu kelompok. Pertanyaan yang dirancang untuk mengukur pengetahuan serta sikap digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil: Menunjukkan responden sebelum diberi pendidikan kesehatan memperoleh pengetahuan “Baik” yaitu 18 responden (50%), “cukup” 17 responden (47,2%) serta “kurang” 1 responden (2,8%), responden yang bersikap “Baik” yaitu 26 responden (72,2%) serta cukup 10 (27,8%). Sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan memiliki pengetahuan mayoritas adalah “Baik” yaitu sebanyak 32 responden (88,9%) serta cukup 6 responden (11,1%), responden yang bersikap mayoritas ialah “Baik” yaitu 28 responden (77,8%) serta cukup 8 (22,2%). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan melaksanakan perbandingan nilai pre-test serta post-test pengetahuan serta sikap yang diperoleh responden nilainya sebesar 3,250 dengan signifikan 0,001. Hal ini artinya menolak H0 serta menerima Ha. Kesimpulan: Temuan menggambarkan bahwasanya ada perbedaan signifikan antara pre-test serta post-test pengetahuan dan sikap.
PERSEPSI DAN PRAKTIK KEPERAWATAN SPIRITUAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM ISLAM BANYUBENING BOYOLALI Sarwoko Sarwoko; Fery Agusman Motuho Mendrofa; Susi Nurhayati
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.01 JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i01.882

Abstract

ABSTRAK : Pasien rawat inap membutuhkan tidak hanya perawatan fisik namun juga perawatan spiritual. Perawat berusaha untuk memberikan perawatan holistik, termasuk perawatan spiritual, untuk semua pasien. Persepsi mereka terhadap spiritualitas dan asuhan keperawatan spiritual kemungkinan berkontribusi terhadap permasalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan praktik keperawatan spiritual pada pasien rawat inap, menggunakan desain fenomenologi eksploratif dengan metode wawancara mendalam dan focus group discussion. Partisipan adalah 9 pasien sebagai partisipan utama, 6 perawat pelaksana dan 3 kepala ruang sebagai partisipan trianggulasi yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan menerapkan teknik Collaizi. Keabsahan data dijamin dengan memenuhi prinsip credibility, dependability, confirmability, dan transferability. Penelitian ini mengidentifikasi enam tema utama: (1) Makna, tujuan, dan harapan pasien rawat inap; (2) Hubungan pasien rawat inap dengan Tuhan; (3) Praktik spiritual pasien rawat inap; (4) Kewajiban agama pasien rawat inap; (5) Hubungan interpersonal pasien rawat inap; (6) Interaksi pasien rawat inap dengan perawat. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Kebutuhan keperawatan spiritual pasien tercermin dalam praktik spiritual dan kewajiban agama yaitu mengingatkan waktu sholat mengajarkan tayamum sebagai pengganti wudlu, bimbingan berdzikir dan berdo’a; (2) Keperawatan spiritual dilakukan dengan cara mengingatkan waktu sholat, membimbing dzikir, berdoa dan beristighfar; (3) Praktik keperawatan spiritual pada pasien rawat inap di Rumah Sakit umum Islam BanyuBening belum terlaksana secara optimal. Rekomendasi dari hasil penelitian ini diharapkan perawat dapat mengidentifikasi kebutuhan keperawatan spiritual pada pasien rawat inap. Kata Kunci: Persepsi, Kebutuhan Spiritual, Keperawatan Spiritual, Praktik Keperawatan Spiritual
A Study on the Anatomy and Antibacterial Activity of Boesenbergia rotunda Rhizomes Against Staphylococcus aureus Siti Mutripah; Lailatul Badriyah; Muhammad Haykal Putra; Nuradnin Hasan; Sarwoko Sarwoko; Bambang Purwoko
Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi (JUK-Medifa) Vol. 4 No. 01 (2026): JUK-Medifa (Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi), 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boesenbergia rotunda is a plant belonging to the Zingiberaceae family. This plant is known to contain various bioactive compounds with potential as natural antibacterial agents. This study aims to determine the microscopic anatomical characteristics, secondary metabolite content, and antibacterial activity of Boesenbergia rotunda rhizome extract against Staphylococcus aureus. The research methods used included microscopic observation, phytochemical screening, and antibacterial activity testing using the disk diffusion method. Anatomical observations revealed that the Boesenbergia rotunda rhizome consists of parenchyma tissue with starch granules scattered throughout the ground tissue. Phytochemical screening results indicated the presence of flavonoids, alkaloids, terpenoids, saponins, and tannins. Antibacterial activity testing showed that the Boesenbergia rotunda rhizome extract was able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus, producing an inhibition zone with a diameter of ±17 mm. This inhibition zone diameter falls into the category of strong inhibition. This strong antibacterial activity is believed to result from the synergistic action of secondary metabolites that work through mechanisms of cell membrane damage, disruption of membrane permeability, and inhibition of bacterial cell wall synthesis. Based on the research results, the rhizome of Boesenbergia rotunda has the potential to be developed as a natural antibacterial source derived from herbal materials.
INOVASI PROGRAM PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN KEPERAWATAN MANDIRI UNTUK PENANGANAN LUKA DIARESIS DI RUMAH Sarwoko Sarwoko; Titik Anggraeni
Jurnal Kebidanan VOLUME 18, NO.01 JUNI 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v18i01.999

Abstract

ABSTRAK : Latar Belakang: Luka diaresis memerlukan penanganan tepat untuk mencegah komplikasi seperti infeksi. Keterbatasan waktu rawat inap menuntut kemandirian keluarga dalam perawatan luka di rumah. Di wilayah Puskesmas Gladagsari II Boyolali, studi pendahuluan menunjukkan 34,0% keluarga memiliki pengetahuan kurang dan 40,7% tidak terampil dalam perawatan luka secara aseptik. Tujuan: Mengetahui pengaruh inovasi program pemberdayaan keluarga melalui pelatihan keperawatan mandiri terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga dalam penanganan luka diaresis di rumah. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental (one group pretest-posttest). Sampel berjumlah 103 responden keluarga pasien di wilayah kerja Puskesmas Gladagsari II yang diambil melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian: Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (39,8%), sikap negatif (55,3%), dan tidak terampil (40,7%). Sesudah pelatihan, mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (68,9%), sikap positif (81,6%), dan kategori terampil (75,7%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,05 pada seluruh variabel (pengetahuan, sikap, dan keterampilan), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Pelatihan keperawatan mandiri berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan keluarga dalam penanganan luka diaresis di wilayah kerja Puskesmas Gladagsari II. Saran: Program pemberdayaan keluarga perlu diterapkan secara rutin sebagai upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam perawatan kesehatan di rumah. Kata Kunci: Pemberdayaan Keluarga, Pelatihan Keperawatan Mandiri, Luka Diaresis