Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PATTERNS AND DYNAMICS OF INTERACTIVE COMMUNICATION ON RADIO AQILA 102.6 FM MEDAN Winda Kustiawan; Hikmatul Fadilah; Muhammad Andra Syahputra; Muhammad Fairuz Attaya; Rizky Rahman Alfiris; Zakaria Musa Lubis; Rahma Aulia Sukma Purnama
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 6 No. 2 (2026): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/sr0vnm59

Abstract

The development of digital media has encouraged radio as a conventional broadcasting medium to adapt through interactive communication practices with listeners. This study aims to analyze the patterns and dynamics of interactive communication implemented by Radio Aqila 102.6 FM Medan in building relationships with listeners. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, broadcast observations, and documentation of radio interactive communication activities, both through on-air broadcasts and digital media. The results of the study indicate that Radio Aqila 102.6 FM Medan's interactive communication takes place in a limited two-way pattern, where radio still holds dominant control over the communication flow. The dynamics of interactive communication are influenced by management policy factors, broadcaster competence, and the use of digital media that has not been optimally integrated. This study concludes that radio interactive communication is not yet fully dialogic and participatory, so a more planned communication strategy is needed to increase listener engagement on an ongoing basis.
Analisis Persuasi Dakwah Ferry Irwandi dalam Konten “Abu Nawas dan Kebahagiaan” di Channel YouTube Winda Kustiawan; Muhammad Aziz Syahridani; Mahisa Agni; Muhammad Andra Syahputra; Fathan Mubina
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v6i2.3864

Abstract

Strategi persuasi yang digunakan Ferry Irwandi dalam video YouTube “Abu Nawas dan Kebahagiaan” dikaji dalam penelitian ini. Fokus utama dari penelitian ini adalah bagaimana anekdot dan pengalaman pribadi dapat memperkaya ajaran dakwah, terutama dalam hal mengedepankan nilai-nilai penghargaan, kegembiraan, dan kesederhanaan menjadi titik rasa syukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik komunikasi persuasif Ferry Irwandi dan cara-cara yang digunakannya dalam membingkai kisah Abu Nawas untuk membangkitkan perasaan yang kuat dalam diri audiens. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi dan metodologi kualitatif deskriptif, rekaman video diamati dan dianalisis secara cermat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ferry Irwandi menggunakan humor, kesederhanaan, dan kisah-kisah pribadi di samping teknik penceritaan yang kuat untuk membantu masyarakat umum menerima pesan dakwah. Narasi Abu Nawas tidak hanya menghibur, tetapi juga menyediakan sarana refleksi diri dan identifikasi kebahagiaan sejati dan makna hidup. Cerita adalah cara yang efektif untuk memperkuat moral dan nilai-nilai Islam, menciptakan hubungan emosional, dan membuat pesan menjadi lebih menarik.
Representasi Konflik Keluarga dalam Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis: Analisis Semiotika Roland Barthes Muhammad Andra Syahputra; Nurhanifah Nurhanifah
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1830-1841

Abstract

Konflik keluarga merupakan fenomena yang masih sering terjadi di Indonesia, baik dalam bentuk kekerasan verbal, psikologis, maupun fisik yang kerap dinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Film sebagai media representasi memiliki peran penting dalam merefleksikan sekaligus mengonstruksi realitas sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi konflik keluarga dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis karya Reka Wijaya melalui pendekatan semiotika Roland Barthes yang mengkaji makna pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi nonpartisipan dan dokumentasi terhadap adegan, dialog, serta gestur yang merepresentasikan konflik keluarga. Hasil penelitian pada tingkat denotasi dan konotasi menunjukkan adanya eskalasi pola konflik berulang (perpetual conflict) dari kekerasan verbal hingga fisik yang merefleksikan ketimpangan kuasa, trauma, serta hilangnya rasa aman korban. Temuan ideologis mendasar pada tingkat mitos membongkar bagaimana film ini mereproduksi sekaligus mendekonstruksi ideologi patriarki yang menempatkan figur ayah sebagai otoritas mutlak serta melegitimasi kekerasan sebagai instrumen pendisiplinan. Implikasinya terhadap kajian gender politics di Indonesia ditunjukkan melalui kehadiran mitos tandingan (counter-myth), di mana keputusan korban untuk keluar dari relasi yang abusif menjadi bentuk pendistribusian ulang relasi kuasa yang setara sekaligus perlawanan nyata terhadap normalisasi kekerasan domestik demi tuntutan keutuhan keluarga. Penelitian ini menegaskan pentingnya membangun komunikasi keluarga yang empatik, terbuka,dan bebas dari kekerasan serta menunjukkan bahwa film dapat menjadi media kritik sosial yang transformatif bagi penguatan hak-hak perempuan dan anak di ranah domestik.