Keterampilan digital writing literacy menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran di era digital. Namun, kemampuan digital writing literacy siswa Madrasah Aliyah (MA) masih tergolong rendah, terutama pada aspek pengembangan ide, penyusunan teks secara sistematis, penguasaan kosakata, penggunaan tata bahasa dan mekanisme penulisan, serta pemanfaatan teknologi digital secara optimal untuk mendukung kegiatan menulis akademik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital writing literacy siswa melalui pelatihan menulis digital berbasis praktik dan kolaborasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 100 siswa Madrasah Aliyah se-Kabupaten Lumajang. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi, refleksi peserta, serta penilaian produk tulisan digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor peserta dari 50,6 pada pre-test menjadi 84,5 pada post-test dengan persentase peningkatan sebesar 67,0%. Aspek kompetensi literasi digital menunjukkan peningkatan paling signifikan sebesar 97,7%, diikuti oleh aspek struktur dan organisasi teks sebesar 69,4%, tata bahasa dan mekanisme penulisan sebesar 64,7%, ide dan konten tulisan sebesar 58,5%, serta penguasaan kosakata sebesar 51,8%. Implikasi kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis collaborative writing, pemanfaatan platform digital, dan pendampingan intensif mampu meningkatkan kompetensi digital writing literacy siswa secara efektif serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada lingkungan madrasah dan satuan pendidikan lainnya. Abstract Digital writing literacy skills have emerged as an essential competency that students need to develop in response to rapid technological advancements and the increasing demands of learning in the digital era. However, the digital writing literacy competence of Madrasah Aliyah (MA) students remains relatively low, particularly in aspects related to idea development, systematic text organization, vocabulary mastery, the use of grammar and writing mechanics, and the effective use of digital technology to support academic writing activities. This community service program aimed to enhance students’ digital writing literacy competencies through practice-oriented and collaborative digital writing training. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach involving 100 Madrasah Aliyah students across Lumajang Regency. Program evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, observations, participant reflections, and assessments of students’ digital writing products. The findings revealed an increase in participants’ average scores from 50.6 in the pre-test to 84.5 in the post-test, representing a 67.0% improvement. The digital literacy competency aspect showed the most significant increase at 97.7%, followed by text structure and organization (69.4%), grammar and writing mechanics (64.7%), ideas and content development (58.5%), and vocabulary mastery (51.8%). The findings indicate that training integrating collaborative writing, digital platform utilization, and intensive mentoring effectively improves students’ digital writing literacy competencies and has the potential to be sustainably implemented in madrasah settings and other educational institutions.