Latar Belakang: Pada masa nifas, ibu sering mengalami ketidaknyamanan akibat peregangan otot selama kehamilan dan persalinan. Senam nifas merupakan latihan pascapersalinan yang bertujuan membantu pemulihan otot sehingga tubuh ibu kembali normal dan terhindar dari keluhan setelah melahirkan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu nifas tentang Senam nifas di Praktik Mandiri Bidan Nurtila Palembang. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat survei analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel yang diambil secara simple random sampling berjumlah 10 responden. Analisis data menggunakan uji statistik parametrik dengan menggunakan korelasi regresi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13-20 Desember 2024. Hasil: Dilihat sebelum dilakukan edukasi terdapat nilai pretest dengan nilai terendah 50 sebanyak 1 responden, dan nilai tertinggi 90 sebanyak 1 responden. Sedangkan untuk nilai posttest nilai terendah 80 sebanyak 2 responden dan nilai tertingi 100 sebanyak 5 responden, rata-rata tingkat pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan edukasi tentang senam nifas, Pada nilai significancy, pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang senam nifas adalah p-0,000 (p<0,05) dengan demikian Ha diterima yang artinya ada pengaruh edukasi tentang senam nifas terhadap Tingkat pengetahuan ibu nifas dan Ho ditolak. Ada pengaruh edukasi tentang senam. Saran: Diharapkan bidan dapat memberikan edukasi senam nifas secara rutin dan terstruktur, menggunakan media pendidikan kesehatan seperti leaflet, poster, atau demonstrasi langsung, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu nifas mengenai pentingnya senam nifas dalam masa pemulihan setelah persalinan.Kata Kunci: Usia, Paritas, Pendidikan, Senam Nifas