Pangestu Widodo
Universitas Aisyiyah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI TENTANG POSTPARTUM BLUES TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS Neni Riyanti; Wita Solama; Pangestu Widodo
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1426

Abstract

Latar Belakang: Postpartum blues merupakan kondisi yang timbul setelah persalinan dapat berupa depresi pasca persalinan hingga psikosis pasca persalinan. Menurut data badan kesehatan dunia antara 10-50% ibu menjalani masa perinatal mengalami depresi, angka kejadian di Indonesia belum pasti diketahui namun beberapa penelitian menunjukan angka kejadian 50-70%. Palembang menurut Dinas Kesehatan Palembang cakupan Ibu nifas berjumlah 98,4%. Dengan angka kelahiran yang tinggi tersebut tidak menutup kemungkinan adanya masalah kesehatan yang juga tinggi pada ibu melahirkan baik fisiologis maupun psikologis, khusunya kejadian postpartum blues (Ninsi, 2019). Tahun 2024 di Praktik Mandiri Bidan pencapaian tingkat pengetahuan ibu nifas yang baik adalah 60%. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan ibu nifas tentang postpartum blues. Metode: pre-eksperiment dengan rancangan One Group Pretest- Postest yaitu penelitian yang tidak ada kelompok kontrol, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang datang dan bersalin di PMB, sampel yang diambil secara accidental sampling berjumlah 30 responden. Sumber data yang digunakan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukan variable pengaruh edukasi (p=0,000) di dapatkan ada pengaruh dari edukasi tentang postpartum blues. Saran: Agar petugas Kesehatan dapat meningkatkan pelaksanaan edukasi postpartum blues melalui kegiatan penyuluhan sehingga dapat meningkatkan  pengetahuan tentang postpartum blues ibu hamil dan ibu nifas sehingga derajat kesehatan meningkat. Kata Kunci: Pengetahuan, Edukasi, Postpartum Blues
LITERASI DIGITAL SEBAGAI PREDIKTOR DOMINAN INTENSI PENGGUNAAN MOBILE JKN: STUDI UTAUT2 PADA MAHASISWA Ari Yulianto; Pangestu Widodo; Rudiansyah Rudiansyah; Anggun Morlina; Putri Penyadar
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1741

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan aplikasi Mobile JKN di Indonesia baru mencapai sekitar 14% dari 278,1 juta peserta BPJS Kesehatan, meskipun cakupan kepesertaan nasional telah mencapai 98,45%. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengembangan teknologi dan kapasitas literasi digital pengguna. Penelitian sebelumnya berbasis UTAUT2 lebih banyak menekankan persepsi terhadap teknologi dan belum banyak menguji peran literasi digital secara bersamaan. Tujuan: Menganalisis pengaruh Literasi Digital terhadap intensi penggunaan Mobile JKN setelah mengontrol konstruk UTAUT2 yang diperluas dengan Personal Innovativeness. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan di Universitas Aisyiyah Palembang tahun 2025–2026 terhadap 79 mahasiswa peserta aktif BPJS Kesehatan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 43 butir skala Likert 5 poin dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil: Model regresi signifikan secara simultan (F = 21,055; p < 0,001) dengan nilai R² = 0,733. Dari sembilan prediktor, hanya Literasi Digital yang berpengaruh positif signifikan terhadap intensi penggunaan Mobile JKN (B = 0,734; β = 0,624; p < 0,001). Saran: BPJS Kesehatan perlu memperkuat edukasi literasi digital yang berfokus pada peningkatan kecakapan penggunaan Mobile JKN. Perguruan tinggi disarankan mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum, sedangkan penelitian selanjutnya perlu melibatkan sampel yang lebih luas, menggunakan desain longitudinal atau PLS-SEM, serta menambahkan variabel kontekstual seperti dukungan sosial dan kepercayaan terhadap keamanan data.Kata Kunci: Caregiver Keluarga, Deteksi Dini, Early Warning Signs, Kegawatdaruratan, Lansia