Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Fulminant fournier's gangrene in a 39-year-old male sailor with poorly controlled diabetes mellitus: A case report Wibawa, Putu Chandra; Wiradana, Anak Agung Anom; Putra, Agung Ngurah Rai Kusuma
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 17, No 1, (2026)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol17.Iss1.art12

Abstract

Fournier’s gangrene is an uncommon yet potentially fatal form of necrotising fasciitis that involves the genital, perineal, and perianal regions, with mortality rates approaching 40%. We describe a case involving a 39-year-old male sailor who presented after 10 days of progressive scrotal swelling that had extended to the buttocks, along with purulent discharge, intense pain, and fever. The patient had a background of poorly managed diabetes mellitus and chronic alcohol use. On physical examination, necrotic changes were noted in the scrotal and perianal areas. Laboratory findings revealed elevated white cell count, hyperglycemia, hyponatremia, hypokalemia, and hypoalbuminemia. Culture results identified Proteus mirabilis and Klebsiella pneumoniae subspecies pneumoniae. Emergency surgical debridement and necrotomy were performed, followed by antibiotic therapy (ceftriaxone and metronidazole), fluid replacement, pain management, and insulin administration. This case underscores the critical need for early recognition and timely surgical treatment in managing Fournier’s gangrene, especially in patients with risk factors such as diabetes and alcohol use. Occupational demands that delay medical consultation may worsen disease severity and complicate therapeutic efforts.
Pengembangan kompetensi staf dan transformasi klinik pada klinik Pratama Puspa Medika, Banjar Kembangsari, Kintamani I Putu Arya Giri Prebawa; Putu Rinawati Jayanti; Ngurah Rai Kusuma Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38851

Abstract

Abstrak Sektor pertanian memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi yang semakin diperburuk oleh perubahan iklim, terutama melalui peningkatan paparan heat stress dan kondisi kerja ekstrem. Saat ini di Banjar Kembangsari, Desa Satra, Kintamani, layanan kesehatan kerja terstruktur belum tersedia meskipun mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas Klinik Pratama Puspa Medika sebagai Clinic-Centered Occupational Safety Hub melalui integrasi Community-Based First Responder Model in Agricultural Occupational Health. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Desember 2025 dengan melibatkan 15 staf klinik. Evaluasi menggunakan desain pre–post test (15 soal). Rerata skor meningkat dari 40 (rentang 20–50) menjadi 70 (rentang 50–80), dengan 80% peserta mengalami peningkatan ≥20 poin. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan skor. Hasil ini menunjukkan peningkatan kapasitas respon awal terhadap risiko kecelakaan kerja dan heat stress, serta mendorong transformasi peran klinik dari kuratif menjadi promotif-preventif. Model ini berkontribusi terhadap penguatan layanan kesehatan primer dan mendukung implementasi SDGs 3, 8, dan 13 melalui pendekatan adaptif berbasis komunitas. Pendekatan ini berpotensi direplikasi pada wilayah agraris dengan karakteristik serupa. Kata kunci: kesehatan kerja; pertanian; P3K; perubahan iklim; pengabdian masyarakat Abstract The agricultural sector is associated with a high risk of occupational injuries, which has been further exacerbated by climate change, particularly through increased exposure to heat stress and extreme working conditions. In Banjar Kembangsari, Satra Village, Kintamani, structured occupational health services are not yet available despite the majority of residents being engaged in farming. This Community Partnership Program aimed to strengthen the capacity of Klinik Pratama Puspa Medika as a Clinic-Centered Occupational Safety Hub through the integration of the Community-Based First Responder Model in Agricultural Occupational Health. The activity was conducted on December 1, 2025, involving 15 clinic staff members. Evaluation employed a pre–post test design consisting of 15 questions. The mean score increased from 40 (range 20–50) to 70 (range 50–80), with 80% of participants achieving an improvement of ≥20 points. All participants demonstrated score improvement. These findings indicate enhanced early response capacity to occupational injury risks and heat stress, as well as a transformation of the clinic’s role from curative to promotive-preventive services. The model contributes to strengthening primary health care services and supports the implementation of SDGs 3, 8, and 13 through a community-based adaptive approach. This approach has the potential to be replicated in other agricultural regions with similar characteristics. Keywords: occupational health; agriculture; first aid; climate change; community partnership. 
Skrining Hipertensi dan Edukasi Gerakan DASH Diet Untuk Tatalaksana dan Pencegahan Hipertensi pada Lansia di Desa Blahbatuh Gianyar Komang Aditya Yudistira; Anak Agung Ngurah Rai Kusuma Putra; Anak Agung Gede Ananta Wijaya Sahadewa
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.141-146

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada kelompok lanjut usia (lansia) dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan stroke. Peningkatan usia menyebabkan perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Namun demikian, banyak lansia tidak menyadari kondisi hipertensinya karena penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala. Rendahnya literasi kesehatan serta kurangnya pemahaman mengenai pola makan sehat, khususnya pembatasan asupan garam dan penerapan pola makan seimbang, menjadi tantangan dalam pengendalian hipertensi di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan deteksi dini hipertensi pada lansia serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai penerapan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH Diet) sebagai strategi nonfarmakologis dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi. Pendekatan pemecahan masalah dilakukan melalui strategi promotif dan preventif berbasis komunitas berupa skrining tekanan darah, edukasi faktor risiko dan komplikasi hipertensi, serta penyuluhan penerapan DASH Diet yang praktis dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat lokal. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian lansia memiliki tekanan darah di atas normal dan belum mengetahui kondisi tersebut sebelumnya. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai hipertensi dan pola makan sehat setelah edukasi diberikan. Program skrining hipertensi dan edukasi DASH Diet efektif meningkatkan kesadaran kesehatan serta pengetahuan lansia mengenai pengendalian tekanan darah sehingga kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular di masyarakat.
PKM Teachers Group at Bali Public School on Choking Emergency Management and Eco-Friendly Packaging Use: Pengabdian Ngurah Rai Kusuma Putra; M. Puspa Astawa; L. Suriati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5675

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada 12 pegawai Bali Public School yang memiliki risiko terhadap kejadian sumbatan jalan napas serta penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Permasalahan utama mitra adalah keterbatasan pengetahuan mengenai identifikasi dini tersedak, teknik pertolongan pertama, serta rendahnya kesadaran terhadap kemasan ramah lingkungan. Kegiatan bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan kegawatdaruratan dan perilaku konsumsi berkelanjutan melalui edukasi dan pelatihan praktik. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyampaian materi, pelatihan praktik menggunakan manekin, edukasi kemasan ramah lingkungan, serta post-test evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 32%. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mitra dalam menghadapi kondisi darurat sekaligus mendorong penerapan praktik ramah lingkungan di tempat kerja.