Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN PERNAFASAN PADA PEKERJA PEMBUATAN GULUNGAN KABEL KAYU (HASPEL) DI PABRIK X KECAMATAN TAMANSARI Faza Yu'thika Muslim; Siti Via Nuraviah; Raya Ghefira Azra; A.Aulliya Az-Zahra Ar-Rachman; Nurmaya Salsabila
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7324

Abstract

Gangguan pernapasan merupakan masalah kesehatan kerja yang signifikan pada industri pengolahan kayu akibat paparan debu kayu yang bersifat toksik dan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan pernapasan pada pekerja pembuatan gulungan kabel kayu (haspel) di Pabrik X Kecamatan Tamansari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 pekerja yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square (\alpha = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami keluhan gangguan pernapasan (70%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan pernapasan (p=0,709). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja per hari (p=0,004) dan penggunaan Alat Pelindung Diri/APD (p=0,015) dengan keluhan pernapasan. Disimpulkan bahwa durasi paparan harian dan kepatuhan penggunaan APD menjadi faktor risiko utama terjadinya gangguan pernapasan dibandingkan akumulasi masa kerja. Perusahaan disarankan untuk meningkatkan pengawasan penggunaan APD masker standar SNI dan menyediakan sistem ventilasi lokal (local exhaust ventilation) untuk mereduksi konsentrasi debu di area kerja. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN HIGIENE SANITASI PADA PABRIK KERUPUK Y CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Siti Robiatul Adawiyah; Risma Puspita; Siti Markhamah; Rifda Via Ardani; Suci Insani Dewi; Raya Ghefira Azra; Barkah Kurniawan; Nissa Noor Annashr
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7400

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan pencegahan penyakit bawaan makanan. Industri pangan skala kecil seperti pabrik kerupuk memiliki risiko kontaminasi apabila higiene sanitasi tidak diterapkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan higiene sanitasi pada pekerja di Pabrik Kerupuk Y Cibereum Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 34 pekerja dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap, serta lembar observasi untuk menilai higiene sanitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (82,35%), sikap baik (88,24%), dan higiene sanitasi baik (94,12%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan higiene sanitasi (p=0,000) dan antara sikap dengan higiene sanitasi (p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan higiene sanitasi pada pekerja. Peningkatan pengetahuan dan sikap melalui edukasi dan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan praktik higiene sanitasi pada industri pangan.