Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Makna Tradisi Sedekah Laut dI Desa Tasik Agung Rembang dalam Perspektif Teori Interaksionalisme Simbolik Siti Markhamah; Yusuf Falaq
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : UPT Pusat Studi Aswaja UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v3i1.3335

Abstract

AbstractIndonesia is rich in culture and traditions. Each region in Indonesia has different traditions, tribes and cultures and has a belief system that smells of myth. Since the time of the ancestors of the Indonesian people, they have believed in the existence of supernatural powers that govern the life of the universe. This is evidenced by the discovery of various historical records about various kinds of traditional ceremonies, traditions and rituals. One of them is the sea alms tradition which is still preserved by the residents in the village of Tasik Agung Rembang. This sea alms tradition is always held lively and lively. The sea alms tradition is a hereditary tradition that has existed since ancient times. In the celebration of the traditional sea alms ceremony, it contains many symbols. Of the many symbols that exist in this sea alms tradition, none can clearly explain the meanings of the symbols used and used in the celebration of the tradition because everyone has a different point of view in interpreting it. This study aims to describe the meanings of symbols in the traditional sea alms ceremony in Tasik Agung village, Rembang. The benefit of this research is to add to the literature on the meaning of the celebration symbol at the sea alms tradition ceremony. This study uses a qualitative descriptive method that is to analyze and then clearly describe the problem that comes from a literature review. Sources of data used in this study in the form of secondary data. The results of the study indicate that the sea alms tradition is a hereditary ritual from the time of the ancestors as a salvation ceremony by performing larung offerings. The meaning of these symbols is closely related to the theory of symbolic interactionism because the symbols in the sea alms tradition have previously been mutually agreed upon to determine actions in everyday life. Symbols are needed to understand something that is beyond the reach of human reason. The forms of symbols in the sea alms tradition are classified into three, namely in the form of actions, objects, expressions, and places.Keywords: Culture, Sea Alms Tradition, Symbolic InteractionalismAbstrakIndonesia kaya akan budaya dan tradisi. Setiap daerah di Indonesia mempunyai tradisi, suku dan budaya yang berbeda-beda serta memiliki aliran kepercayaan yang berbau mitos. Sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia telah mempercayai adanya kekuatan gaib yang mengatur kehidupan alam semesta. Hal ini terbukti dengan banyak ditemukannya berbagai catatan sejarah tentang berbagai macam upacara adat, tradisi dan ritual. Salah satunya adalah tradisi sedekah laut yang masih dilestarikan penduduk di desa Tasik Agung Rembang. Tradisi sedekah laut ini selalu diadakan secara meriah dan semarak. Tradisi sedekah laut merupakan tradisi turun temurun yang sudah ada sejak zaman dahulu. Di dalam perayaan upacara tradisi sedekah laut tersebut mengandung banyak simbol. Dari banyaknya simbol yang ada pada tradisi sedekah laut ini, tidak ada yang bisa menjelaskan secara lugas mengenai makna-makna simbol yang ada dan digunakan dalam perayaan tradisi tersebut karena setiap orang mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam menafsirkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna-makna simbol yang ada dalam upacara tradisi sedekah laut di desa Tasik Agung, Rembang. Manfaat penelitian ini adalah menambah literatur tentang makna simbol perayaan pada upacara tradisi sedekah laut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menganalisis dan kemudian dengan jelas menggambarkan masalah yang bersumber dari tinjauan literatur. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi sedekah laut merupakan ritual turun temurun dari zaman nenek moyang sebagai upacara selamatan dengan melakukan larung sesaji. Makna simbol tersebut berkaitan erat dengan teori interaksionalisme simbolik karena simbol-simbol pada tradisi sedekah laut sebelumnya telah disepakati bersama untuk menentukan tindakan di kehidupan sehari-hari. Simbol-simbol diperlukan untuk memahami sesuatu yang berada di luar jangkauan rasio manusia. Bentuk-bentuk simbol dalam tradisi sedekah laut ini diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu berupa tindakan, benda, ungkapan dan tempat.Kata Kunci: Budaya, Tradisi Sedekah Laut, Interaksionalisme Simbolik
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN HIGIENE SANITASI PADA PABRIK KERUPUK Y CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Siti Robiatul Adawiyah; Risma Puspita; Siti Markhamah; Rifda Via Ardani; Suci Insani Dewi; Raya Ghefira Azra; Barkah Kurniawan; Nissa Noor Annashr
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7400

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan pencegahan penyakit bawaan makanan. Industri pangan skala kecil seperti pabrik kerupuk memiliki risiko kontaminasi apabila higiene sanitasi tidak diterapkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan higiene sanitasi pada pekerja di Pabrik Kerupuk Y Cibereum Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 34 pekerja dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap, serta lembar observasi untuk menilai higiene sanitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (82,35%), sikap baik (88,24%), dan higiene sanitasi baik (94,12%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan higiene sanitasi (p=0,000) dan antara sikap dengan higiene sanitasi (p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan higiene sanitasi pada pekerja. Peningkatan pengetahuan dan sikap melalui edukasi dan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan praktik higiene sanitasi pada industri pangan.
Identifikasi Risiko Keluhan Musculoskeletal Disorders Menggunakan Nordic Body Map pada Pekerja Jasa Percetakan di Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Nazmi, Tiara Nurul; Risma Puspita; Siti Markhamah; Nova Ayu Gumilang; Adinda Aulia
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i2.9633

Abstract

Occupational health evaluations in the informal printing service sector, which has high physical demands and static postures, are still minimally conducted. The research aims to determine the risk level of Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints among printing service workers in Tawang District, Tasikmalaya City. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample was 32 respondents from printing service workers. The sampling technique used accidental sampling. The research instrument used the Nordic Body Map (NBM) questionnaire to map the location and severity of muscle pain. The data were analyzed quantitatively based on NBM scoring. The results showed that the majority of respondents worked beyond normal time limits with an average of 12 hours per day. The risk level of musculoskeletal complaints was mostly low for 29 respondents (90.6%), and moderate for 3 respondents (9.4%). Although the current complaint level is classified as low, extreme working hours and static sitting postures create a latent injury threat. Ergonomic work positions and regular stretching are highly necessary to minimize the risk of long-term musculoskeletal injuries.